Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 47 kelakuan papah


__ADS_3

Sementara di kediaman Wijaya begitu hari mulai pagi Arlon pun segera banggun lalu dia menuju kamar mandi lalu dia lantas mandi setelah beberapa lama kemudian Arlon pun kembali dari arah kamar mandi lalu dia sejenak berhenti melihat ke arah kasur yang selalu ada baju ganti untuk dirinya


"kalo di pikir-pikir gak ada cewe kampung ituh sepi juga gak ada yang bisa gue omelin"


"eh gue apa-apa an sih"


lalu dia kembali melangkahkan kaki nya menuju lemari untuk segera berganti baju


setellah ituh dia keluar kamar lalu dia menuruni tangga lalu berjalan menuju ruang makan yang di mana sudah ada Wijaya dan Delia Arlon pun menyapa orang tuanya lalu Delia membalas menyapa Arlon dia lalu menyuruh sang anak sarapan


"morning mah pah"


"morning juga sayang"


"sini duduk"


Arlon pun lantas menarik kursi lalu dia duduk


tiba-tiba Wijaya pun kembali membahas masalah Laila tidak ada di rumah


"Arlon kamu masih inggat kan"


"iya pah"


"kalo gitu selesai sarapan kamu tau harus apa"


"kalo kamu masih mau hidup enak"(lanjut Wijaya)


"iii iya pah"


Wijaya pun memperinggatkan Arlon denggan penuh penekanan sementara Arlon hanya bisa menunduk sementara Delia


"udah mas sayang kita sarapan dulu"


Akhirnya mereka bertiga pun lantas sarapan sementara Nara berjalan menuju motornya Laila pun menggantar Nara ke depan Nara pun lalu kembali pamit tiba-tiba terdenggar suara tanggisan bayi

__ADS_1


"ea ea ea"


"La kamu dengger ga"


"apa"


"ada suara bayi naggis"


"iya sih"


"apa bayi kamu yang nanggis kita lihat yuk"


"iya deh kayanya"


Nara pun berniat turun dari motornya namun Laila melarangnya


"eungga usah Nar biar aku aja nanti kamu telat katanya ada kelas pagi kan"


"ya udah aku pergi dulu La"


"iya bay Nara hati-hati"


"iya aku pergi dulu"


Akhirnya Nara pun melajukan motornya sementara Laila setelah kepergian Nara dia kembali ke dalam untuk melihat bayi nya sesampai di dalam kamar tenyata duggan Nara benar brayen yang nanggis Laila pun mendugga kalo brayen lapar dia pun meraih barayen dan menggendongnya dia lantas berniat menyusuinya namun berayen seakan-akan menolak


"kenapa kamu tidak mau bukanya kamu lapar"


"sayang maafin mamah ya kamu jadi harus jauh dari papah kamu"


"apa kamu kanggen sama dia"(lanjut Laila)


Sementara di kediaman Wijaya terlihat mereka selesai sarapan Arlon pun lantas bangkit dari duduknya lalu dia pamit kepada Wijaya dan Delia


"mah pah aku pamit dulu ya"

__ADS_1


"baiklah sayang hati-hati"


"baiklah mah"


"iyah sana"


Arlon pun lantas berjalan ke arah pintu keluar lalu dia berjalan menuju mobilnya lantas dia mamasukinya kemudian dia melajukan mobilnya sementara setellah kepergian Arlon Wijaya pun dia pamit untuk pergi kerja diapun bangkit dari duduknya


"ya udah mah papah juga mau pergi kerja dulu"


"baiklah mamah antar papah ke depan ya"


"baiklah"


merekapun jalan bersama keluar lalu berhenti sejenak di teras Delia pun meraih tanggan Wijaya dan mencium nya


"hati-hati di jalan pah"


Setelah itu Delia hendak pergi namun Wijaya menghentikanya


"Tunggu mah"


"iya pah ada apa"


Kemudian tiba-tiba Wijaya pun mencium singkat Delia membuat Delia tersipu malu bagaimana tidak dia sudah lama tidak melakukan ituh


"loh pah kita kan bukan penggantin baru"


"eungga apa-apa mah mumpung gak ada orang"


"emangnya salah usia boleh tua tapi kita harus tetep terlihat romantis"(lanjut Wijaya)


"papah bisa ajah"


"bisa dong ya udah papah berangkat kerja dulu"

__ADS_1


Wijayapun lalu berjalan ke arah garasi mobil lalu dia memasuki juga memakirkan mobil setellah ituh dia melajukan mobilnya


__ADS_2