Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episide 75 hari yang di tunggu


__ADS_3

Setelah itu mereka bertiga pun masuk begitupun para tamu Arlon kemudian menghampiri Wijaya lalu berbisik


"pah!"kok papah cuma datang bertiga"


"apa maksud mu Arlon"


"maksud Arlon mana penghulu nya"


"oh nanti papah telpone"


"pah!"kok nanti sih"


Wijaya kemudian menghampiri Anita sambil mengitmidasi


"ya ampun!"


Wijaya pun sambil menahan tawa nya


"ada apa om"


"eh!"tidak kau mirip seperti pocong!"


"apa om bilang"


"sudahlah Anita"


Anita pun terdiam tampak dia sedang menahan kesal


"Anita mana orang tuamu"


"eh!"om "


Wijaya kemudian mencela ucapan Anita


"Anita apa kau membohonggiku"


"eh!"tidak om saya tidak bohong"


"lalu mana orang tuamu sekarang!" katakan pada saya mereka bilang apa sama kamu!"


"papih bilang liat aja nanti!"


"ya ampun!"Arlon calon istri kamu itu benar-benar"


"itu artinya mereka belum tentu akan datang"


"eungga om aku yakin mereka pasti bakalan datang om kenapa om datang bertiga mana penghulu nya"


"baiklah Anita saya akan menelpon nya!"


Wijaya kemudian melangkahkan kakinya ke luar pintu masuk setelah di luar dia kemudian menekan nomor


"halo pak!"


"iya halo apa bapak jadi menikah kan Anak bapak"


"iya tolong datang ke alamat ini saya selok"


"baikalah!"


Wijaya kemudian memutuskan sambunggan telpone nya lalu menyimpan kembali kedalam saku jas nya Wijaya kemudian melangkah kan kembali kaki nya ke arah pintu masuk lalu dia kemudian lantas masuk Anita kemudian menghampiri Wijaya


"om bagaimana"


"dia akan segera datang"


"awas saja kalo sampai orang tua mu tidak datang lihat saja!"


Sementara Arlon tatapan mata nya tidak lepas dari sang istri pertama nya


(batin)"ya tuhan!" bagaimana mungkin dia lebih cantik dari Anita"


"Arrghhh loe apa-apa an sih Arlon"


Arlon kemudian melerai pikiran nya


"Arlon!"kenapa kamu lihatin Laila segitu nya"


"eh!"pah eungga"


Arlon kemudian mengalihkan pandanggan nya ke arah lain


"alah kamu ngaku aja kalo Laila lebih cantik daripada Anita"


entah kenapa tiba-tiba Arlon


"iyah!"(bergumam sanggat pelan)


"apa jadi kamu menggakui nya"


Anita kemudian menghampiri Arlon, Arlon pun menyadari nya


"eh!"eungga mungkin papah salah dengger"


" tentu saja Anita yang lebih cantik!"


Arlon kemudian memeggang pinggang Anita denggan erat


"ah terserah kamu saja mungkin matamu bermasalah Arlon lihat lah penampilan calon istrimu sekarang!"


Wijaya pun berucap sambil memindai tubuh Anita


"mirip sekali!"


Wijaya pun menjeda ucapanya setelah lama tiba-tiba


"Tokk...took..!"


sang pembantu pun menghampiri Anita

__ADS_1


"non!"sepertinya ada yang datang bibi minta ijin mau buka!"


"baiklah!"


Sang pembantu pun berjalan ke arah pintu lalu membuka nya


"permisi apa benar ini kediaman mbak Anita"


"iya benar!"silahkan masuk"


Sang penghulu kemudian lantas masuk di ikuti sang pembantu di belakang nya


"baiklah mana calon penggantin nya"


Arlon kemudian menjawab


"saya mempelai pria nya


"baiklah"


sang penghulu pun melirik Laila dia menggira Laila adalah calon penggantin nya


"baiklah tolong duduk di sini mempelai istri nya"


Laila pun hanya terdiam sementara Anita terlihat sedang menahan kesal Arlon pun yang menyadari Expresi Anita lansung membenarkan nya


"maap pak bukan Dia"


Lalu dia melirik Anita


" ini calon istri saya!"


"maap,maap saya tidak tau saya kira dia mempelai wanita nya"


Arlon pun mempersilahkan


"silahkan pak!"


sang penghulu kemudian menghampiri mereka berdua lalu duduk di hadapan mereka berdua


pak!"mana mas kawinya tolong letakan di sini!"


Wijaya kemudian menggambil kotak kecil dari saku jas nya kemudian meletakan nya di meja


"baiklah apa kita bisa mulai!"


Wijaya kemudian menghentikan nya


"tunggu!"


"ada apa pak!"


"orang tua mempelai istri nya belum datang!"


Wijaya kemudian melirik Anita sang penghulu kemudian ikut melirik Anita


"iya pak!"tolong tunggu mereka datang"


sang penghulu pun tampak berpikir


"saya mohon saya inggin mereka menghadiri pernikahan saya"


"baiklah kalo begitu saya kasih Waktu anda 30 menit"


"terima kasih pak!"


peratamu pun tampak kecewa mereka pun saling berbisik


"ya ampun!"kayanya kita di suruh nunggu lagi"


"iya kaya nya padahal saya juga masih banyak kerjaan di rumah huuh!"


Sang penghulu pun berniat bangkit karena Waktu sudah habis


"maap saya tidak bisa menunggu lama lagi soal nya saya masih ada urusan"


Wijaya pun tersenyum senang


"wah kayanya ada yang bakal gagal nikah nih!"


"pak saya mohon tunggu sebentar lagi"


Setelah lama kemudian terdenggar suara mobil dari luar kemudian berhenti


"pak saya rasa orang tua saya sudah datang!"


sang penghulu kemudian kembali duduk


"baiklah!"


Terlihat dari mobil tersebut keluar sepasang suami istri


"ya ampun!"pak lihatlah tidak ada dekorasi apa pun di luar!"


"hmm ayo kita masuk mih"


Mereka pun melangkah kan kaki nya ke arah pintu masuk Anita pun bangkit lalu membuka pintu nya


"mih,pih syukurlah kalian benar-benar datang!"


"iya kami pasti akan datang sayang"


"baiklah ayo kita masuk"


Mereka berdua kemudian lantas masuk di susul Anita di belakang nya


"Wii wijaya"


"Rii Rioo"

__ADS_1


Saat sampai di dalam mereka pun tampak kaget


"apa kau ayah dari calon suami Anaku!"


"haah jadi Anita itu Anakmu"


Rio kemudian tiba-tiba


"pernikahan ini di batalkan tolong kalian semua bubar!"


Semua orang pun tampak inggin bardiri namun Anita menghentikan nya


"tunggu!"pih tolong janggan seperti ini"


"aku tetap inggin menikah sama Arlon pih"


"tapi!"


Wijaya pun kemudian


"haah!"kamu rasa saya sudi berbesan denggan mu saya juga tidak sudi!"


Rio pun memindai Rumah nya


"pantas saja pernikahan ini sanggat sederhana rupanya kau ayah dari calon suami dari Anaku sungguh aku tidak heran"


Rio pun berkata sambil menunjuk ke arah Wijaya,Wijaya pun merasa geram


"hei!"berani-berani nya kau menunjuk-nunjuk ku Rio Bramantiyo"


Dahlia pun berusaha menanangkan suami nya


"pih!"sudah pih"


Begitupun denggan Delia


"pih!"sudah malu di liatin orang"


Sang penghulu pun yang sedari diam tiba-tiba dia melirik jam tanggan nya


"hentikan!"kenapa jadi berantem begini bagaimana apa pernikahan nya akan di lanjutkan atau tidak!"


"kalo inggin di lanjutkan mari mulai kalo tidak saya akan pergi saya tidak mempunyai banyak waktu"


mereka pun terdiam


"pernikahan ini di batalkan"


seru Rio dan Wijaya secara bersamaan


Sang penghulu pun berniat kembali


"tunggu pak!"pih kalo sampai pernikahan ini batal Anita bakal"


Dahlia kemudian


"pih tolong ijin kan Anita menikah mamih mohon"


"tapi mih"


Dahlia pun mencela ucapan suami nya


"pih!"mamih tidak mau kalo Anita sampai kenapa-kenapa mau gimana pun dia putri satu-satunya milik kita"


Rio pun terpaksa menyetujui nya


"baiklah silahkan duduk di tempat masing-masing"


Mereka pun menuruti nya


genggam tanggan saya


"bismilahirohmani'rohim saya nikah kan eungkau Arlon putra Wijaya denggan Anita binti Rio Bramantiyo denggan mas kawin berupa emas 5 gram di bayar tunai"


Anita pun tampak membulatkan mata nya saat mendenggar mahar untuknya dia inggin protes namun dia menggurungkan niat nya


(batin)"haah jadi mahar nya cuma emas 5 gram What!"


sementara kedua orang tua Anita tampak sedang menahan Amarah terutama Rio


(batin)"dasar Wijaya bisa-bisanya memperlakukan Anaku seperti itu"


Arlon kemudian mulai menggucapkan ijab kobul


"saya terima nikah nya" Arlon pun menjeda ucapanya kemudian melirik sesaat Laila


Anita kemudian menepuk bahu Arlon


"baiklah kita ulang lagi"


"saya nikahkan Arlon putra Wijaya denggan Anita binti Rio Beramantiyo denggan masakawin tersebut di bayar tunai"


"saya terima nikah dan kawinya Anita binti Rio Bramantiyo denggan mas kawin tersebut di bayar tunai"


Seketika Laila meneteskan air mata nya ketika Arlon menggucapkan ijab kobul denggan lancar


Sang penghulu pun bertanya kepada para saksi


"bagaimana para saksi sah!"


"sah sah sah!"


Mereka pun berucap secara serempak


kemudian meraka mulai berdoa


"Alhamdulillah selamat kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri"


"Bersambung...!"

__ADS_1


__ADS_2