Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 57 keributan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka pun sampai di kediaman Wijaya Arlon pun kemudian segera menghentikan mobilnya dia lantas turun lalu berjalan ke arah pintu mobil lalu membukanya


"hei cepetan turun"


Arlon pun tampak basa-basi lagi langsung kembali meraih tanggan Laila dan menariknya paksa sementara Laila pun tampak hanya menuruti Arlon semakin mempererat genggaman nya membuat Laila kesakitan


"Aww sakit"


Pekik Laila namun Arlon tampak menggabaikanya dia kemudian membawa Laila ke arah pintu masuk sementara ituh Delia dan Wijaya yang sedang di ruang keluarga mendenggar keributan dari luar


"pah apa papah mendenggar sesuatu"


"iya papah dengger"


"ya udah papah!" mama mau lihat"


Delia pun berjalan ke arah pintu lalu dia segera membukanya dia pun kaget melihat Arlon menarik tanggan Laila seperti ituh


"ya ampun sayang kenapa kamu tarik-tarik tanggan Laila seperti ituh"


"lepasin sayang kasian Dia"(lanjut Delia)


Arlon pun kemudian tidak menjawab dia pun menarik Laila ke dalam rumah melewati Delia begitu saja


"aduh ada apa ini"


Delia pun tampak binggung melihat kelakuan Anaknya lalu dia kemudian kembali kedalam rumah Arlon pun terus menarik Laila Wijaya pun melihat


"hei apa-apa an kamu narik-narik istri kamu seperti ituh"


Namun Arlon menggabaikan ucapan Wijaya


"hei Arlon kamu dengger papah"


namun lagi-lagi dia tidak menjawab


Wijaya pun merasa aneh denggan sikap Anaknya ituh


"ada apa denggan anak ituh"


sementara Arlon dia pun menarik Laila menaiki tangga lalu setelah sampai di dalam kamar dia pun menjatuhkan Laila tepat di atas kasur Laila kemudian memberanikan bertanya

__ADS_1


"kee napa kamu sanggat marah"


Laila pun tampak tergagap Arlon pun kemudian meraih dagu Laila kemudian menggenggamnya erat membuat Laila memdongkak ke atas


"kamu masi tanya kenapa"


"loe denggerin gue!"gue paling benci ada yang berani-berani nya menghianti gue


"gue eungga suka"


(batin)"bisa-bisanya dia bilang seperti ituh padahal dia sendiri juga penghianat"


sementara Wijaya tampak sanggat marah


"arrgh kenapa anak ituh"


Delia pun kemudian menghampiri suaminya


"pah ada apa ini"


"papah juga eungga tau mah"


sementara Arlon masih menggengam dagu Laila Laila tampak kesakitan


"janggan harap"


"sakit lepasin"


Arlon pun melepasin pengganganya


"oke gue lepasin"


"kamu kenapa apa kamu cemburu"


"apa cemburu kamu bilang janggan ngimpi"


"lalu"


Wijaya dan Delia pun tampak mendenggar suara keributan


"mah sebaiknya papah liat mereka"

__ADS_1


Wijaya pun kemudian berniat beranjak namun


Delia pun nampak menarik tanggan Wijaya dan menggelengkan kepalanya


"maaf mah perasaan papah eungga enak"


Wijaya pun kemudian melepaskan tangganya dari genggaman Delia


"tapi pah"


Wijaya pun kemudian memotong ucapan Delia


"maaf mah papah harus liat mereka"


Wijaya kemudian berjalan lantas menaiki tangga lalu membukanya Wijaya pun terkejut melihat Arlon inggin menampar Laila


"hentikan Arlon apa-apa an kamu kamu udah mau coba-coba Kdrt"


Arlon pun kemudian menoleh dia terkejut melihat kehadiran Wijaya dia kemudian menurun kan tangganya


"paaa pah"


"Arlon kenapa kamu mau nyakitin Laila"


"papah gak habis pikir kenapa kamu bisa sekasar ituh sama perempuan"(lanjut Wijaya)


Arlon pun di cecar banyak pertanyaan oleh Wijaya tiba-tiba breyen pun menanggis entah karena mendenggar keributan atau karena dia meresakan perasan sang ibunya


"ea ea ea"


"La sepertinya bayi kamu nanggis kamu liat"


"tapi pah"


Wijaya pun tampak seolah tau apa yang ada di pikiran Laila


"udah Arlon biar papa yang urus"


Laila kemudian bangkit dari duduknya kemudian menghampiri brayen yang terdapat di atas kasur sebelah kiri yang hanya di halanggi sebuah bantal Laila kemudian meraih dan menggendong brayen


"cup cup kamu tenang sayang"

__ADS_1


Laila pun berusaha menenangkan bayinya


Bersambung...!


__ADS_2