Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 67 mertua yang baik


__ADS_3

Wijaya pun melenggang keluar sementara Arlon dia pamit kepada Delia


"mah,aku keruang keluarga"


"baiklah!"


dia pun lantas bangkit dari duduknya ke arah ruang keluarga kini tinggal Delia dan Laila Delia pun melihat Laila setelah sarapan hanya berdiam diri saja


(batin)"ya tuhan kenapa semua ini terasa mimpi di umur semuda ini aku akan mempunyai madu,ah kenapa takdir ini sanggat menyakitkan


Delia pun menghampiri Laila lalu menepuk bahun nya pelan membuat Laila terperanjat dari lamunan nya


"sayang kamu kenapa!"


"eh tidak apa-apa"


Delia pun lalu menarik kursi Delia pun duduk di hadapan menantunya itu


"sayang maapin mamah ya!"mamah tidak bisa berbuat apa-apa"


"eh mamah kenapa!" tiba-tiba meminta maap sama aku mah,mamah kan tidak salah apa-apa"


"tetep aja mamah salah sayang"


"eungga mah mamah eungga salah sama sekali jadi tolong janggan meminta maap seperti itu"


"tapi mamah punya cara semongga ini bisa membuat Arlon menggurungkan niatnya"(lanjut Delia)


"tapi kurasa itu tidak perlu"


"komohon kamu coba cara mamah"


"tapi mah ak"


Delia pun mencela ucapan Laila


"mamah mohon sayang kamu harus menuruti"


Laila pun terpaksa menggiyakan


"baiklah"


"apa yang harus aku lakukan"


Laila pun bertanya maksud dari ucapan Delia


"baiklah kamu denggerin ucapan mamah kamu tolong buat Arlon nyaman sama kamu "(lanjut Delia )


"gimana caranya...?"


"kamu coba tolong lebih perhatian sama dia seperti buat dia kopi atau teh di pagi hari semogga denggan itu Arlon bisa nyaman sama kamu dan dia mau menggurungkan niatnya atau paling tidak Arlon lebih berpihak sama kamu"


Laila pun seketika meneteskan air matanya


"mah kenapa mamah melakukan itu apa alasan nya"


Delia pun menggusap air mata di pipi Laila


"mamah cuma penggen kamu jadi satu-satunya istri Arlon dan menantu mamah"

__ADS_1


"makasih mah mamah sudah sayang sama aku"


Laila pun langsung memeluk Delia dan di sambut baik oleh Delia


"sama-sama sayang mamah sanggat sayang sama kamu"


"aku juga sayang sama mamah"


mereka pun melepaskan pelukan nya


Sementara Arlon dia pun samar-samar mendenggar seseorang dari ruang makan


"ah!"apa ada orang yang menanggis


setelah lama kemudian Delia pun pamit kepada Laila


"baiklah kalo gitu mamah tinggal dulu"


"baikah"


"dan satu lagi kamu janggan sedih kamu harus semanggat dan terus bahagia mana senyum nya"


"iyah mah"


Delia pun lekas melenggang pergi sementara Laila pun menggelap sisa air matanya menggunakan punggung tangganya


"ah!"mamah benar aku harus tetap semanggat!"


Laila pun bangkit dari duduknya lantas dia pun berjalan ke arah tangga lalu ia mulai menaiki tangga setelah itu ia pun meraih pintu lalu mendorong nya lalu dia pun memasuki kamar sementara Arlon dia pun mulai penasaran denggan suara yang di denggarnya tadi


"tadi itu apa!" aku harus melihat nya"


"kok tidak ada orang!" gue tadi jelas dengger suara orang di sini"


Sementara itu Laila sampai di sisi tempat tidur dia pun menghampiri brayen


"sayang anak mamah yang ganteng kok belum banggun sih"


Sementara Arlon dia pun setelah mengginggat sesuatu ia pun menepuk jidatnya sendiri


"ya mpun gue lupa!, gue harus telpon Anita"


Arlon pun Lalu berjalan ke arah Anak tangga Lalu dia pun mulai menaiki tangganya setelah lama kemudian dia pun sampai di pintu kamarnya dia pun melihat kamarnya terbuka


"kok pintu nya tidak tertutup sih"


dia pun lantas melenggang masuk setelah sampai di dalam


"loe!"lagi ngapain di sini"


Tanya nya kepada Laila sementara Laila tersentak kaget


"eh aku lagi liat brayen"


Arlon tanpa menggidahkan nya lantas melewati Laila begitu saja lalu menyambar hendpone nya di atas nakas lalu keluar dari dalam kamar sementara Laila tidak bisa bertanya apapun melihat tingkah suaminya itu Arlon pun lantas menuruni tangga lalu dia berjalan ke arah sofa


"ah kenapa sih cewe itu ada di kamar"


Arlon pun merasa kesal karena sang istri berada di dalam kamar padahal dia inggin menelpon Anita di kamarnya Arlon pun lantas duduk di atas sofa dia pun mulai menekan nomor

__ADS_1


Tringggg....!


Namun tak kunjung di angkat


"ah kenapa sih kok eungga di angkat"


Arlon pun kembali menekan nomor


"Tringggg...!"


Anita pun mulai menggeliat


"ah siapa sih ganggu bangget"


Dia pun tanpa membuka matanya langsung meraba hendpone nya di atas nakas lalu di pun membuka matanya


"ya ampun"


Anita pun terperanjat melihat pemanggilnya


dia pun menekan tombol hijau


"halo sayang ada apa pagi-pagi udah telpon"


"iya halo sayang kamu mimpi ya ini udah siang loh"


Anita pun terdiam


"sayang"


"bentar"


Anita pun turun dari ranjang dia pun melihat jam beker di kamar nya


"ya ampun ini udah siang"


"sayang kamu kenapa sih"


Suara Arlon dari sebrang sana


"eh eunggga"


Anita pun menggalihkan pem bicaraan nya


"eh kamu ada apa telpon aku"


"ini aku mau tanya kamu udah ngasih tau orang tua kamu eungga soal rencana pernikahan kita"


"eh em itu"


Anita pun tampak tergegap Arlon pun


"sayang ada apa"


"soalnya aku disuruh papa buat tanya ini sama kamu dan bukan cuma ituh kalo sampai waktu yang papah berikan habis dan kamu belum ngasih kabar papah menggancam akan membatalkan nya"


Anita pun seketika terdiam


Bersambung....!"

__ADS_1


__ADS_2