Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 35 pamit


__ADS_3

Arlon pun sudah selesai berganti baju sementara Laila hendak kembali menuju kamar mandi tiba-tiba


Tokkk...tokk


Laila pun segera membuka pintu


"eh bi ada apa"


"eungga non bibi mau ngambil semprai kotor tadi soalnya bibi lupa bawa"(lanjut bibi)


"eh eungga usah biar aku aja"


"eungga non itukan tugas bibi"


"ya udah sebentar aku bawa"


Laila pun lantas membawa keranjang ke bibi


"nih bi seprai nya"


"iya makasih non kalo gitu bibi pamit dulu"


"iya"


Sang pembantu pun segera membawa seprai kotor ke mesin cuci sementara Arlon dia sudah selesai berganti baju sedangkan Laila kembali menuju kamar mandi lantas dia mandi Setellah lama kemudian Laila keluar dari kamar mandi lantas dia segera berganti baju setellah selesai berganti baju


"kok kamu masih di sini"


"emang kenapa heeh"


"kenapa kamu belum keruang makan"


"gue nungguin loe tapi janggan geer"


"owh"


"iya soalnya mana mungkin gue ke ruang makan duluan nanti apa kata papah"


Laila tidak menyaut dia hanya mengganguk-anggukan kepalanya


"ya udah ayo"


Mereka pun berjalan bersama keruang makan


sementara mereka bertiga sudah berkumpul di ruang makan untuk makan malam

__ADS_1


"mah pah"


"em akhirnya yang di tungguin"


"ayo kita makan malam"


meraka berdua pun segera menarik kursi lalu segera duduk mereka pun segera menyatap makanan yang tersedia berbagai lauk pauk


Laila pun teringgat dia saat berada di kampung berdua denggan sang ibu meskipun makanan nya sederhana raut wajahnya pun berubah Delia yang menyadari pun bertanya


"sayang kamu kenapa kok kaya sedih gitu mukanya"


"eh eungga kok mah"


"ya udah kalo gitu"


Setellah selesai makan malam meraka pun beranjak pergi tiba-tiba


"semua sepertinya saya besok bakal pulang kampung"


"kenapa bu ko pulang"


"kok cepet bangget bu"


"iya soalnya di kampung kasian ayam-ayam ibu gak ada yang urusin"


"eungga usah tuan ngerepotin"


"eungga kok nanti sebelum berangkat kerja saya anterin"


"iya sebaiknya ibu di anterin mas Wijaya aja"


"baiklah kalo begitu"


Mereka pun segera pergi ke kamar masing-masing begitupun Arlon dan Laila


"mah, pah,bu."kita ke kamar dulu ya"


"baiklah kita juga mau istrirahat"


mereka berdua pun segera menaiki tangga


setelah sampai di kamar


"kenapa bayinya di taruh di sini lagi sih"

__ADS_1


"terus harus di mana"


"yasudahlah awas kalo ngompol lagi"


Laila pun langsung berjalan ke arah sofa lalu membaringkan tubuhnya sementara Arlon dia segera menaiki kasur dan membaringkan tubuhnya lalu mereka pun tertidur pulas setellah lama kemudian tiba-tiba


Tokkk...tokkk


Laila pun terbanggun


"iya bentar" (Laila pun membuka pintu)


"eh ibu"


"nak ibu mau pamit pulang"


"kan masih gelap bu"


"justru itu nak ibu senggaja biar tuan eungga terlambat kerja kalo nganter ibu pulang"


"oh gitu ya bu"


"iya sayang"


"emang papah udah banggun bu"


"udah ituh ada di sofa"


"kayanya suami kamu masih tidur ya"


"iya bu apa ibu mau pamit sama dia"


"iya tapi kalo masih tidur eungga apa-apa"


"ya udah bu biar aku banggunin"


namun ketika Laila hendak membanggunkan Arlon dia memutuskan niatnya karena Arlon sudah terbanggun lalu menghampiri


"nak ibu mau pamit pulang"


"iya bu hati-hati"


Arlon bak suami yang baik di depan bu Euis sementara Laila hanya terbenggong melihat sikap Arlon yang seolah-olah menjadi suami yang baik


"ya udah ibu keluar dulu ya"

__ADS_1


"biar aku anter kedepan bu"


Bersambung....!


__ADS_2