Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 29 hal yang tak terduga


__ADS_3

Setellah ituh Arlon pun segera berjalan menuju garasi mobil lalu dia segera menggendarai mobil ituh Arlon pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Anita dia berencana untuk kerumah sakit bersama Anita


setellah beberapa lama kemudian Arlon pun sampai di halaman rumah Anita dia pun langsung menghentikan mobilnya lalu dia turun dan berjalan ke arah pintu masuk dia pun menggetuk pintu


"tookk tok tok"


Anita yang sedang tertidur pun segera terbanggun begitu mendenggar suara pintu


"Aduh siapa sih malem-malem bertamu apa gak bisa gitu liat orang tenang dikit baru mau tidur juga"


Anita pun tampak kesal dia pun menggomel sementara Arlon terus menggetuk pintu lantaran pintu tak kunjung di buka


"toook tok tok"


"iya iyaa bentar"


Anita pun turun dari anak tangga sambil sedikit males setellah sampai Anita pun lalu membuka pintu


"iya ada apa"(seru Anita sambil terlihat menggantuk)


Anita pun belum menyadari bahwa yang datang adallah pujaan hatinya dia pun menggucek matanya


"sayang ini aku Arlon"


"eh sayang ternyata kamu tumben dateng malem-malem gini setellah kamu meridd ayo masuk"


"eh iya sayang"


merekapun lalu masuk mereka lalu duduk di sofa


"ada apa sayang"


"jadi aku dateng ke sini mau ngajak kamu kerumah sakit"


"haah emang ada apa"


Anita pun tampak panik dia pun menelisir Arlon


"kamu sakit sayang"


"eungga"


"terus"


Arlon pun menggambil sesuatu dari balik jaket jens nya lalu menunjukanya kepada Anita


"ini"


"apa ituh"


"ini rambut sayang rambut bayi cewe kampung ituh"


"jadi maksud kamu kita bakal tes dna"


"pinter kamu sayang"


"jadi malam ini kamu bisa kan temenin aku kerumah sakit"(lanjut Arlon)


"tentu sayang"


"ya udah kalo gitu gih kamu siap-siap"


"ya udah aku ganti baju dulu ya tunggu aku"

__ADS_1


"baiklah"


Anita pun segera berjalan menaiki tangga untuk bersiap-siap sementara Arlon sedang menunggu di sofa setellah lama kemudian Anita pun turun dari anak tangga


"sayang ayo"


mereka pun segera berjalan menuju mobil lalu mamasukinya Arlon pun segera melajukan mobilnya setellah beberapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit Arlon pun segera menghentikan mobilnya


"kita udah sampai"


"ayo turun"


Mereka pun turun bersama lalu segera menghampiri petugas lalu menaruh rambut sang bayi juga rambut dirinya


"sus saya mau tes dna"


"baik atas nama tuan siapa"


"Arlon putra wijaya"


"baik silahkan taruh di meja"


"baik sus"


"tuan hasil nya bakal keluar besok ya tuan"


"baiklah sus kalo gitu kami pamit dulu"


"baiklah"


setellah ituh mereka pun kembali berjalan ke arah mobil lalu merekapun memasukinya Arlon pun kembali melajukan mobilnya di tenggah perjalan Anita pun berbicara


"sayang aku sanggat berharap kalo hasilnya negatip"


setellah ituh Arlon pun segera menggantar Anita pulang dia pun segera menghentikan mobilnya begitu sampai di halaman rumah Anita pun turun begitupun Arlon dia juga turun sebentar


"sayang aku pulang dulu ya"


"baiklah bay"


Anita pun inggin berlama-lama bersama Arlon namun itu tidaklah mungkin


Arlon pun kembali memasuki mobilnya lalu dia kembali melajukan melajukan mobilnya


namun di tenggah perjalanan dia merasa ada yang lupa dia pun mengginggat-nginggat dia pun menepuk jidat di saat dia menginggat


"yatuhan aku lupa membeli pemeras asi"


Arlon pun kembali melajukan mobil menuju apotek terdekat lalu dia segera membelinya


setellah itu dia segera pulang sementara Laila masih menunggu di kamar setellah beberapa lama kemudian Arlon pun sampai depan rumah dia pun menghentikan mobilnya lalu dia segera menggetuk pintu


"tok tok tok"


Begitu mendenggar suara ketukan pintu Laila pun turun lalu segera membuka pintu


"apa kau sudah pulang"


Arlon pun tampak menjawab melenggang masuk sementara Laila menutup pintu lalu dia menggekori Arlon dari belakang


"kamu udah pulang mana pemeras asinya"


"ini mah"

__ADS_1


Arlon pun lalu memberikanya ke pada Delia


sementara ituh Anita tampak merasa khwatir bahkan dia susah tidur


"aduh gimana kalo"


"sudah Anita sudah aaaa"


Anita pun tampak menebak-nebak apa hasil dari tes dna dan apa yang bakal terjadi setellah tes dna itu keluar


"ya udah sayang kamu gunakan ini untuk memeras asi mu gih"


"tapi ma"


"kenapa kamu malu"


"ya udah sana di kamar mandi aja"


"baik mah"


Laila pun berjalan ke kamar mandi lalu segera memeras asinya menggunakan alat ituh


"ya ampun sayang mamah lupa inih buat nampung air asi nya kamu anterin gih"


Delia pun menggambil dot bayi lalu memberikanya kepada Arrlon


"tapi mah kenapa eungga mamah aja kenapa harus aku"


"aduh anak ini bikin gemes aja anterin kenapa apa biar papah aja yang anterin"


"eh gak usah pah biar Arlon aja"


Arlon pun segera menerima dot bayi ituh sambil berjalan ragu-ragu kekamar mandi


begitu sampai di pintu masuk Arlon pun berniat menggetuk pintu namun dia menggurungkan niat nya lantaran dia melihat pintu ituh tidak di kunci dia pun sebelum masuk melihat dari celah pintu dia pun iseng menggintip dari celah ituh dia melihat terpampang dada Laila lalu Arlon pun menelan salivanya denggan kaki bergetar dia pun memberanikan masuk Laila pun menoleh ketika mendenggar suara pintu terbuka


kerett....kreeet


"aaaaaa"


Laila pun replek berteriak


"eh kamu mau ngapain ke sini"


"iii ni aku mau nganterin dot"


Arlon pun kaget untuk pertama kalinya melihat dada Laila denggan mata kepala nya sendiri bahkan sanggat dekat Laila pun buru-buru merapikan bajunya


"lain kali ketuk pintu dulu"


"iyah maafin aku"


"laggian salah sendiri ngadep depan"


"apa kau melihatnya"


Laila pun tampak terdiam dia merasa pertama kalinya Arlon meminta maaf juga merasa malu lalu dia pun berkata


"maaf kau bilang sejak kapan kau minta maaf sama aku"


"eh maksud aku udah lupain aja"


Bersambung....!

__ADS_1


__ADS_2