Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 50 kembali


__ADS_3

Setelah ituh Arlon pun sampai di mobil Arlon pun kemudian menaiki brayen ke mobil lalu dia pun kemudian masuk di kursi kemudi sementara Laila masih di luar dia masih ragu-ragu untuk menaik ke mobil membuat Arlon kesal di buatnya


"hei cepetan masuk tunggu apalagi sebelum gue berubah pikiran"


Laila pun kemudian menjawab denggan tergagap


"makk sud kamu"


"pake nanya lagi pokonya kalo sampe loe eungga masuk-masuk juga ke mobil gue bakal ninggalin loe di sini sambil bawa bayi loe"


"janggan"


"ya udah buruan gue itung sampe tiga"


"1 2 ti"


Laila pun lalu masuk denggan cepat sambil membawa tas nya


"bagus loe gendong bayi loe takut jatuh nanti"


"baiklah"


"tapi ini tas nya raruh di mana"


"ah terserah loe ajah"


Laila pun hanya menggangguk kecil lalu menaruh tas nya di belakang setelah ituh


Laila pun meraih berayen dan menggendongnya kemudian Arlon mulai menyalakan mobil lalu melajukanya setelah lama kemudian Arlon pun sampai di kediaman Wijaya dia kemudian menghentikan mobilnya Delia pun bergegas keluar begitu mendenggar suara mobil


"apa Arlon sudah pulang"(seru Delia)


Laila pun kemudian hendak turun sambil membawa brayen dan tas nya secara bersamaan dia tampak kesulitan namun Laila berusaha sebisa mungkin


sementara Arlon sudah turun lebih dahulu


"Ayo cepetan loe emang lelet ya"

__ADS_1


"bentar"


"loe lagi ngapain sih..?"


Arlon pun kemudian terpaksa membantu Laila


"ya udah biar gue aja"


"eungga usah"


"alah buruan turun"


Akhirnya Laila pun terpaksa menuruti dia kemudian turun sambil menggendong brayen sementara Arlon yang masuk kembali ke mobil dia meraih tas Laila lalu membawanya kemudian Delia pun sesampai di luar melihat Arlon bersama Laila dan cucunya


"sayang kamu udah pulang"


"iya mah"(seru Arlon)


Laila pun lantas langsung meminta maaf


"mah maafin Laila ya"


"syukurlah akhirnya kalian pulang lagi ke rumah ini"(lanjut Delia)


"iya mah"


"ya udah Ayo masuk"


Akhirnya Delia dan Arlon begitupun Laila masuk bersama mereka pun sesampai di dalam rumah lalu duduk di sofa tiba-tiba sang pembantu pun menghampiri


"Nya,aden apa nyonya aden inggin minum..?"


"ya ampun non Laila dan den Brayen udah pulang"


"iya bi"


"baiklah apa non Laila juga inggin minum"

__ADS_1


"gak usah deh bi aku mau taruh Brayen ke kamar dulu"


"kalo nya sama anden"


"ya udah bi buat kan teh panas satu"


"baik nya"


"kalo aden mau minum apa..?"


"jus orange aja bi"


ya udah tunggu sebentar bibi mau ke dapur dulu


"baiklah"


Laila pun kemudian meminta ijin kepada Delia


"mah aku taruh bayi aku ke kamar dulu ya"


"baiklah"


"sayang kamu antar gih istri kamu"(lanjut Delia)


"tapi mah"


"udah lagian kamu kan bawa tas Laila"


"ya udah deh mah"


mereka berdua pun kemudian berjalan lalu menaiki tangga sesampai di dalam kamar Laila kemudian menaruh brayen di atas kasur sementara Arlon berjalan ke arah sofa lalu melempar tas Laila ke sofa


Bruggh...!"


sementara Laila duduk termenung di pinggiran kasur sambil melihat kelakuan Arlon saat Arlon hendak keluar kamar Laila pun menggalihkan pandangganya ke arah Brayen dan menatap nya lekat-lekat


(batin)"semogga mamah bisa bertahan denggan adanya malaikat kecil di sisi mamah"

__ADS_1


Bersambung....!


__ADS_2