Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 32 perdebatan yang senggit


__ADS_3

Setellah beberapa lama kemudian Arlon pun sampai di rumah dia pun segera menghentikan mobilnya lalu segera masuk Lalu segera menaiki tangga dia pun


Berteriak-teriak


Laila....Laila...


Wijaya dan Delia pun langsung menghampiri


"ada apa teriak-teriak"(seru Delia)


"mah pah mana Laila


"mungkin di kamar"


Arlon pun langsung tanpa menyaut melenggang naik tangga sementara Wijaya inggin menyusul Delia pun menghentikanya sambil menggelengkan kepalanya


"Ada apa lagi ini"


"mas sudah mereka sudah dewasa biar mereka menyelesaikan nya sendiri"


"baiklah sayang"


Sementara Arlon sudah sampai di dalam kamar


"Laila sini"(sambil menunjukan amplop putih ke atas)


Laila yang sedang menemani bayi langsung segera beranjak


"ada apa"


"katakan apa maksud ini"


"apa aku sungguh tidak menggerti"


Arlon pun melempar amplop ituh kelantai

__ADS_1


"lihatlah kau benar-benar wanita yang tidak tau diri"


Laila pun lantas menggambil Amplop putih ituh lalu menatapnya beberapa detik lantas membukanya Laila pun terdiam beberapa detik


"apa ini hasil tes dna"


"hah tapi kok bisa hasilnya negatif"


"sudahlah biar aku perlihatkan kepada mamah sama papah"


Arlon pun berniat menggambil kertas itu dari tanggan Laila namun Laila tidak membiarkanya


"tidak kamu tidak bisa melakukan ituh"


Meskipun Laila tau hasil tes dna ituh palsu namun dia tidak akan membiarkan Arlon memperlihatkan ituh kepada Delia dan Wijaya tentu ituh bakal menjadi masalah besar


"aku bilang be


rikan kertas itu"


Arlon pun berusaha merebut kertas ituh dari tanggan Laila dan berhasil mendapatkanya


"baiklah kita lihat apa yang akan terjadi jika mamah sama papah melihatnya"


Arlon pun lantas berniat keluar dari dalam kamar sementara Laila merasa panik


"berhenti atau"


Laila pun menghentikan Arlon


lantas Arlon pun menghentikan langkahnya


"ada apa lagi mari lihat apa yang akan terjadi jika mamah sama papah melihatnya"


"silahkan kamu perlihatkan kertas itu tapi perlu kamu tau aku juga pastiin bakal memberitahu mereka bahwa kamu juga masih sering bertemu denggan wanita ituh bahkan kalian masih memiliki hubunggan"

__ADS_1


"apa berani-betaninya kau menggancamku seperti itu"


"terserah silahkan kamu perlihatkan kertas itu"


"sudahlah lebih baik kita jalanin aja maka kita infas bukan"


Arlon pun lantas memutuskan niatnya lalu kembali dia pun bakal berpikir 2× untuk melakukan ituh


Arlon pun terdiam beberapa detik


(batin)"sial ternyata aku salah menilai wanita kampung ituh kukira dia wanita polos dan bodoh tapi ternyata dia cukup pintar"


"jadi bagaimana"(seru Laila)


"sudahlah kau benar-benar wanita yang tidak tau diri"


Mendenggarkan lontaran dari sang suami membuat ada yang menceblos di hati Laila


dia merasa sakit hati Laila pun lantas kembali mendekat ke arah sang bayi sementara Arlon segera melempar kertas itu kelantai lalu dia kembali keluar kamar dia pun lalu menuruni tangga setellah Arlon keluar Laila pun lantas menggambilnya dan menyimpanya di laci Arlon pun lalu menuruni tangga hendak keluar namun Wijaya menghentikanya


"mau kemana lagi kamu..?"


"baru pulang sudah mau pergi lagi"


Arlon pun tanpa menjawab lantas memutuskan niatnya lalu segera duduk di sofa setellah beberapa lama kemudian hari mulai gelap namun Arlon eunggan masuk kamar lagi-lagi Wijaya pun menegur sang anak


"Arlon udah mulai gelap sana masuk kamar"


Arlon pun tanpa menjawab melenggang menaiki tangga


"sabar,sabar punya anak gitu amat"(gumam Wijaya sambil menggelus dadanya)


Tiba-tiba terdenggar suara Delia


"pah udah, mendinggan kita istrirahat aja."

__ADS_1


Bersambung....!


__ADS_2