Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 55 salah paham


__ADS_3

mereka berdua pun lantas bangkit dari duduknya kemudian mereka mulai berjalan keluar pintu setelah sampai mereka pun berjalan ke arah mobil lantas mereka pun segera memasuki mobil


"sayang maafin aku"


"untuk"


"iya karena kamu yang harus membayar"


"sudah tidak usah di pikirkan"


"Ayo jalan"


Arlon pun mulai menyalakan mobil lalu melajukanya sementara Dapa setelah Laila bertanya dia pun mulai serius


"La aku sudah tau semuanya"


"maksud kamu apa Dap...?"


(batin)"janggan-janggan tidak Dapa tidak boleh tau"


"iya aku sudah tau kamu dijodohkan dan kamu terpaksa menikah denggan laki-laki berengsek ituh"


Laila pun terdiam


(batin)"apa kenapa Dapa bisa tau soal ituh siapa yang memberi tahu semua ini"


"La kenapa diam aku benar kan"


"ituh em"


Laila pun tampak gelagapan


"La kamu gak usah bohong aku sudah tau semuanya"


"apa an sih Dap ituh bukan urusan mu"


Laila pun lantas bangkit dari duduknya dia berniat pergi namun Dapa memeggang tanggan Laila"


"La kumohon janggan pergi kamu duduk dulu"

__ADS_1


"eungga Dap aku mau pergi lepasin"


"La kumohon kamu duduk Dulu aku belum selesai bicara"


Laila pun terpaksa kembali duduk Dapa kemudian melepaskan tanggan Laila


"La aku tau dia bukan laki-laki yang baik untuk kamu aku tau kamu tidak bahagia sama pernikahan mu"


"apa an sih Dap kamu salah dia baik aku bahagia kok"


Laila pun berbohong tak terasa hatinya mulai sesak air mata pun mulai luruh Dapa pun berniat menggusap air mata Laila namun Laila menepisnya


"tidak usah aku bisa sendiri"


"maaf"


"La air mata kamu ituh tidak bisa bohong aku sayang sama kamu La dari dulu tidak pernah berubah aku tidak mau ada yang nyakitin kamu sedikit pun kalo kamu mau kamu tinggalin laki-laki ituh aku siap gantiin dia aku tidak masalah sama status kamu nantinya"


Laila pun semakin sedih mendenggar lontaran dari Dapa tak terasa air matanya semakin Deras


"cukup Dap aku tidak mau dengger omomg kosong ituh"


"kita sudah sampai"


Arlon pun lantas turun begitupun Anita mereka pun mulai melangkahkan kakinya untuk memasuki Cafe Arlon pun melihat seseorang yang ia rasa adalah Laila sedang duduk bersama seorang pria


(batin)"haah apa ituh cewe kampung ituh tapi kenapa dia bersama seorang pria bukanya cewe ituh lagi bersama Nara kan gue harus memastikanya"


"sayang kita mau duduk di mana..?"


Tanya Anita


"Kamu pilih aja aku ada urusan sebentar"


"tapi"


"terserah kamu kamu duluan ya"


"baiklah tapi janggan lama-lama"

__ADS_1


"iya kamu tenang aja"


Anita pun segera mencari tempat duduk sementara Dapa kemudian meraih tanggan Laila


"La kamu mau kan aku tulus mencintai kamu"


Arlon pun kemudian mendenggar dan melihat lantas dia bertepuk tanggan


"oh bagus ya"


Laila pun kemudian terkejut begitupun Dapa dia langsung melepaskan tangganya


"mas Arlon"


"pantesan aja loe gak mau gue anter sampe tujuan tau-tau nya loe dua-duan sama pria loe bilang mau ketemu temen taunya demen"


"mas mas aku bisa jelasin ini tidak seperti yang kamu pikirkan"


"tunggu gue merasa tidak asing"


Arlon pun lantas memperhatikan Wajah Dapa karena dia merasa tidak asing denggan wajah laki-laki ituh


"oh gue inggat dia cowo yang sama waktu loe nyidam nasi goreng di gang ituh kan"(lanjut Arlon)


Arlon kemudian meraih tanggan Laila lalu menariknya


"Ayo pulang"


"tolong lepasin dia janggan sakitin dia"


Dapa pun berniat melepaskan peggangan Arlon dari tanggan Laila


"loe janggan ikut campur"


Arlon pun membawa paksa Laila dari dalam cafe sementara Dapa berdiri mematung di dalam Cafe dia tidak tau harus berbuat apa sementara terlihat Anita menunggu di kursi


"aduh katanya sebentar tapi kok lama"


Bersambung...!

__ADS_1


__ADS_2