Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 59 harapan yang sia-sia


__ADS_3

Setelah lama kemudian hari mulai petang


Laila pun bertanya


"maap apa kamu eungga mau mandi"


"loe duluan aja"


"beneran"


"iyah elo tuli apa gimana"


"ya udah"


(batin)"tumben dia eungga marah"


"eh loe kok dieum"


"eh iya"


"ngapain masih di sini"


Laila pun bernapas kasar


"huuuuff"


(batin)"dia kenapa sih meskipun eungga dia suruh juga ini aku mau pergi"


"sana"


"eh iya iya"


Laila pun lantas berjalan ke arah kamar mandi sementara Arlon melirik brayen di sisi nya

__ADS_1


"kenapa sih kamu harus tidur di sini"


Arlon pun mengginggat ucapan Wijaya


"sudahlah sebentar lagi kamu bakal tidur di sini lagi bahkan aku berharap kamu pergi dari kehidupanku bersama ibumu yang sanggat tidak berguna ituh"


Arlon pun lantas mengalihkan pandangganya dari sang bayi


sementara terlihat Laila sudah selesai mandi dan dia pun mendenggar ucapan Arlon


(batin)"ya ampun ternyata dia benar-benar inggin aku dan beryen pergi dari sini"


"bisa-bisanya dia bilang seperti ituh di hadapan anak kandungnya sendiri"


"andai kamu tau apa kamu masih mau bicara seperti ituh"


Tak terasa buliran bening menetes ke tangganya


(batin)"lebih baik aku harus segera keluar atau dia bakal ngamuk"


Laila pun memutuskan untuk keluar dari kamar mandi lalu dia pun segera meraih pintu dan menutupnya namun tiba-tiba dari arah belakang terdenggar suara


"heeh loe ngapain aja di dalem"


"untung aja suasana hati gue lagi bahagia kalo eungga udah gue arrgh"


Laila pun tampak menjawab lantas berlalu melewati Arlon


"dia benar-benar nyebelin"


"bisa-bisanya gue nikah sama modelan kaya dia cuma cewe kampung"


"tidak ada apa-apa nya denggan Anita"

__ADS_1


"tapi sudahlah sebentar Lagi dia bakal pergi dari hidup gue"


Laila pun mendengar ocehan dan umpatan dari suaminya ituh namun dia tidak mengidahkanya tapi setelah mendenggar ucapan nya yang terakhir Laila pun berhenti lalu menoleh


(batin)"aduh kenapa dia bicara seperti ituh kenapa dia seolah-olah aku bakal pergi dari rumah ini perasaan aku kok jadi eungga enak gini"


Laila pun lalu melanjutkan langkahnya ke arah lemari sementara Arlon setelah puas mengumpat lantas segera memasuki kamar mandi sementara Laila dia berganti baju setelah selesai dia segera membawa baju ganti untuk Arlon lalu meletaknya di atas kasur Laila pun lalu menghampir brayen sejenak


"sayang kamu tidur yang nyenyak ya kamu janggan denggerin papamu ya"


Laila pun lalu kembali ke arah sofa untuk membaringkan tubuhnya sementara di sisi Lain Anita sedang duduk di pinggiran ranjang denggan senyum yang menggembang dia bibirnya lalu dia meraih sebuah pigura dari atas nakas lalu menatapnya


"sebentar lagi kamu bakal seutuhnya jadi miliku cuma miliku"


Anita pun lantas memeluk pigura ituh singkat setelah ituh


Anita pun segera menaruh kembali piguranya kembali ke atas nakas


"uh aku sudah tidak sabar inggin segera besok"


Anita pun segera merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu dia lantas tidur pulas sementara ituh terlihat Arlon sudah kembali dari arah kamar mandi lalu dia berjalan namun sebelum itu dia pun berhenti lalu melirik ke atas kasur Laila pun merasa bahagia dia menggira Arlon bakal menggunakan baju ganti yang udah disiapkanya


(batin)"syukurlah setidaknya dia masih menghargaiku"


Namun ternyata harapan Laila kandas setelah melihat Arlon hanya melirik saja tidak inggin benar-benar menggenakanya dia pun segera melangkahkan kaki nya ke arah lemari


Laila pun hanya bisa bernapas kasar meliat ituh


"huuuff"


Laila pun lantas segera menutup matanya dia pun tertidur pulas


Bersamung...!

__ADS_1


__ADS_2