Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 68 Rencana Anita


__ADS_3

(batin)"ah!" bagaimana ini aku tidak mungkin menggatakan yang sebenar nya )


Setelah itu Arlon pun berusaha


"sayang kamu kenapa...!"


"eh itu Anu aku nanti bakal telpon mereka"


"oh ya udah!"kalo gitu nanti kamu kabarin aku lagi kalo udah ada inpo nya"


(batin)"aduh bagaimana ini!"apa yang harus aku lakukan"


Anita pun tampak kebinggunggan sementara Arlon


"sayang"


"eh i iiya nanti aku kabarin lagi"


Anita pun terpaksa menggiya kan meskipun dia belum tau apa yang harus dia lakukan


"ya udah kalo gitu aku matiin telpon nya baye!"


"iya baye sayang"


Arlon pun lalu mematikan telpon nya


Anita pun lalu menggacak rambut nya prustasi lalu menggigit jari telunjuknya nya


"arrrghh!" bagaimana ini"


Sementara Laila pun manatap brayen dia pun tenggelam dalam pikiran nya sendiri


"ah!"kenapa takdirku sanggat menyakit kan se andainya aku bisa memutar waktu,tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur .seandai nya kau tidak hadir mungkin mamah akan menggakhiri ini dan pergi dari sini tapi mamah tidak bisa"


Laila pun jika saja belum ada berayen mungkin dia akan pergi dan menggakhiri pernikahan nya melupakan dan dia bisa melanjutkan masa muda nya yang tertunda namun dia pun berpikir balik dia tidak mungkin melakukan itu menggingat sang ibu hanya seorang janda dan hanya berpenghasilan cukup dia berpikir jika dia melakukan itu dia sama saja menjadi beban di hidup ibu nya di tambah denggan kehadiran brayen di hidup nya Laila pun tak terasa air mata pun mulai jatuh tiba-tiba Expresi brayen berubah sedih seakan-akan dia merasakan kesedihan ibunya

__ADS_1


"sayang maapin pikiran buruk mamah ya mamah tidak menyesal melahirkan kamu justru kamu sekarang penyemanggat mamah"


Sementara di sisi lain Rio pun terus menggomel menyadari putrinya mematikan sambunggan telponya begitu saja


"dasar Anak kurang ajar benar-benar sudah tidak ada sopan santun!


Dahlia pun hanya bisa menenangkan suami nya


"sudahlah pih,mamih juga tidak tau kenapa Anita jadi seperti itu"


Dahlia pun menanyakan soal


"pih!"jadi bagaimana apa kita harus datang"


"ah!"lagian apa mamih tidak denggar omonggan Anak itu"


"iya mami tau tapi"


"dreeeet...!"


Di sisi lain Anita pun terpaksa mulai menghubunggi kedua orang tuan nya kembali dia pun ragu-ragu menekan nomor


"pah!"ada telpon masuk"


Rio pun menggambil henpone nya lalu dia melihat nama pemanggil nya


"ah !"Anak kurang ajar itu mau ngapain lagi dia"


"apa maksud papah Anita"


"iya siapa lagi kalo bukan dia"


"pah Ayo angkat!"


Rio pun terpaksa menggangkat nya

__ADS_1


"halo ada perlu apa lagi haah"


"haaalo pih apa papih masih marah sama aku"


Rio alih-alih menjawab dia malah balik bertanya


"apa mau mu"


"pih sebenarnya aku mau minta tolong apa boleh kalian dateng di pernikahan aku"


"apa maksud mu!" bukanya kau tidak perlu kehadiran kami haah"


"pih Anita mohon kalo tidak Anita"


Anita pun tidak mungkin memberi tahu Alasan sebenar nya Anita berpikir jika dia meberitahu Alasan nya papih nya pasti akan senggaja tidak akan datang Anita pun kemudian menggancam


Dahlia pun mencela ucapan Anak nya


"udah pih iya in aja mamih tidak mau Anita macem-macem"


"tapi mih"


"baiklah kita liat nanti"


Rio pun terpaksa menuruti perintah istrinya


"makasih pih"


Rio pun tidak menjawab dia kemudian memutus sambunggan telpon nya sepihak


"pih"


namun tidak ada jawaban Anita pun berpikir


"apa dia memutuskan sepihak sambunggan tepon nya!"ah sudahlah yang penting dia berniat datang"

__ADS_1


Bersambung...!


__ADS_2