
Karena Laila merasa kesal kepada Arlon Laila pun menggalihkan pembicaraanya
"aku boleh kerumah ibu ya"
"loe mau ngapain emang"
"aku mau memberi tahu kabar baik ini"
Sejenak Arlon terdiam tak menjawab
(batin)"loe bilang kabar baik ini bencana buat gue gue binggung loe tiba-tiba hamil"
Laila terus memaksa membuat Arlon terperanjat dari lamunanya
"heh kok malah diem boleh ga"
"iya oke kalo itu mau loe"
"kalo gitu hari ini aja"
"oke tapi loe pergi sendiri"
Laila pun tampak bersiap-siap beggitupun denggan Arlon setellah selesai mereka berdua turun dari tangga dan menghampiri ke arah Delia juga Wijaya untuk meminta ijin namun Arlon bukanya inggin menggantar tapi ternyata dia malah duduk santai di sofa
"mah pah aku pamit ke rumah ibu ya"(seru Laila)
"kamu emangnya mau pergi sendiri"
"iya mah"
"Arlon kamu anterin gih masa istri hamil muda kamu rela pergi sendiri"(seru Wijaya)
"jadi boleh mah"
"iya asal tidak sendiri perginya"
Arlon pun terpaksa menggantar Laila
"oke pah aku anterin"
"gitu dong"
"kalo gitu kita pamit dulu mah pah"
"iya hati-hati"
setellah berpamitan Arlon pun berjalan lebih dulu sedangkan Laila di belakang Arlon
setellah ituh mereka masuk ke mobil lalu Arlon segera melajukan mobilnya
__ADS_1
setellah lama kemudian mereka sampai di pintu gang Arlon pun memberhentikan mobilnya tanpa turun sementara Laila turun lebih dulu
"heh kamu eungga mau turun"
"eungga"
"kamu pokonya harus ikut kalo eungga ak"
Laila memotong pembicaraan nya ketika Arlon segera menyetujuinya
"oke oke gue ikut"
"loe udah berani ya"(lanjut Arlon)
"biar nurut"
Arlon pun turun dia sambil mendenggus kesal
Laila pun turun dari mobil lalu berjalan menulusuri jalan sempit sedangkan Arlon menggikuti dari belakang setellah lama kemudian mereka sampai di pintu masuk
Tokkk tokk...!
"Asalamu'alaikum"
"wa'alaikum salam"
Sang ibu pun segera membuka pintu dia terkejut melihat anak dan juga menantunya yang menggunjunggi mendapati sang ibu berdiri di hadapan Laila pun langsung memeluk sang
"ibu aku kanggen"
"ibu juga kanggen"
setellah ituh mereka melepas pelukanya Arlon pun menggulurkan tangganya lalu di sambut baik oleh sang mertua dia terpaksa berpura-pura menjadi suami yg baik
"ibu sehat"
"Allhamdulillah"
"Alhamdulillah kalo gitu"
Setellah selesai bu Euis pun menggajak mereka masuk
"mari masuk"
merekapun akhirnya masuk bersama bu
Euis pun mempersilahkan mereka duduk
"silahkan duduk"
__ADS_1
"terima kasih"
"tunggu sebentar ibu mau buat teh panas"
Laila pun menawarkan dirinya untuk membantu
"biar aku bantu bu"
"baiklah"
merekapun menuju dapur sedangkan Arlon duduk di kursi setellah beberapa menit kemudian mereka kembali sambil membawa 3 cangkir teh panas lalu mereka menaruh di atas meja
"silahkan di minum"
"baik terima kasih"
Arlon pun meminum teh panas ituh setellah
sementara Laila mulai membuka percakapan
"bu sebenarnya aku kesini membawa kabar baik"
"kabar baik apa'"
"sebentar lagi ibu bakal jadi nenek"
"maksud kamu kamu hamil"
Laila tidak menjawab dia mengganguk pelan
"syukurlah kalo gitu"
"nak tolong jaga putri ibu dan calon anak nya ya"
"baiklah"
Setellah lama kemudian merekapun pamit pulang
"bu kalo gitu kita pamit dulu"
"kok cepet bangget"
"iya bu nanti kapan-kapan kita kesini lagi"
"ya udah kalo gitu"
"kami pulang dulu"
"baiklah hati-hati"
__ADS_1
Merekapun segera pulang mereka berjalan bersama menulusuri jalan sempit
Bersambung.....!