
Arlon pun malam itu juga langsung pamit keluar untuk mencari Laila karena ke ingginan papahnya
"mah pah Arlon mau keluar mau cari Laila"
"tapi sayang inikan udah malamem apa sebaiknya eungga besok ajah"(lanjut Delia)
"udah mah biarin ajah laggian ini eungga terlalu malam"
"ya udah tapi hati-hati di jalan sayang"
"iya mah"
Arlon pun lalu berjalan menuju pintu keluar lalu dia menuju mobilnya lalu dia segera memasukinya dan akhirnya dia melajukanya
"pah kok tega bagget sama anak sendiri ini udah malem pah"
"biarin aja mah biar dia belajar dari kesalahan nya"
sementara Arlon di tenggah perjalanan lalu dia menggomel sendiri
"ya ampun gue malem-malem gini harus nyari cewe kampung ituh"
"argghh dasar menyebalkan"
Arlon pun langsung menghentikan mobilnya
"kalo di pikir-pikir ngapain gue gitu repot-repot nyari wanita kampung ituh"
"mending gue ke rumah Anita aja"
Arlon pun memutuskan untuk tidak melanjutkan mencari Laila melainkan malah ke rumah Anita kekasihnya Arlon pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah Anita setellah beberapa lama kemudian akhirnya Arlon sampai di rumah Anita Arlon pun segera menghentikan mobilnya lalu dia pun turun dan berjalan ke arah pintu masuk lalu dia segera menggetuk pintu
Tokkk tokk...!
Anita yang sedang di kamar segera turun tangga mendenggar suara ketukan pintu intuh
"aduh siapa sih malem-malem bertamu"
sesampai di pintu dia lantas membuka pintu
"ngapain kamu ke sini"
"kok kamu gitu sih"
"kamu masih marah ya"(lanjut Arlon)
"udah tau masih tanya"
"Anita sayang padahal aku ke sini mau ngajak kamu diner kalo eungga mau ya udah aku balik ajah"
Arlon pun berbalik badan hendak pergi
"eh tunggu apa kamu bilang mau ngajak aku diner...?"
Arlon pun menghentikan langkahnya
"iya tapi kalo masih ngambek aku mau pulang ajah"
"eh eungga kok ayo masuk"
Arlon pun lalu menggikuti Anita sesampai di dalam Anita pun menyuruh Arlon duduk dan menunggunya
"kamu duduk dulu tunggu aku"
Sementara Anita segera berjalan menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya sesampai di kamar dia segera menuju lemari untuk berganti baju dan bersiap-siap
"pokonya malam ini aku harus dan-dan yang cantik"
Setellah ituh Anita pun selesai bersiap sementara di sisi Lain Wijaya pun menggajak Delia ke kamar
"mah ke kamar yuk"
"tapi pah Arlon belum pulang"
"ayo mah nanti juga Arlon pulang"
"tapi mamah mau tunggu Arlon pah"
sementara Anita setellah ituh segera turun dan menghampiri Arlon
"gi mana aku cantik eungga...?"
"iya dong pacar aku kan cantik"
"ya udah ayo kita berangkat"
Mereka pun lalu segera berjalan bersama menuju pintu keluar lalu Arlon segera memasuki mobil di susul oleh Anita
setellah ituh Arlon pun segera melajukan mobilnya setellah beberapa lama kemudian merekapun sampai di sebuah restoran
Arlon pun lalu segera menghentikan mobilnya lalu dia segera turun begitupun Anita mereka pun jalan bersama menuju restoran Lalu Arlon pun menarik kursi untuk Anita
"makasih sayang"
"sama-sama"
Lalu Arlon pun menarik kursi lalu segera duduk setellah beberapa lama kemudian sang pelayan pun segera menghampiridan menyapa mereka
"selamat pagi mba mas anda inggin pesan apa...?"
"sayang kamu mau pesan apa"(tanya Arlon)
"em tolong minuman pavorit dan makanan nya"
"baiklah mba"
"mas nya mau pesan apa..?"
"ya udah samain aja"
"baik tunggu sebentar mas mba"
Sang pelayan pun lalu berjalan kembali menuju dapur sementara Arlon dan Anita sedang menunggu pesanan nya setellah lama kemudian sang pelayan pun kembali sambil membawa nampan di tangganya berisi pesanan Arlon dan Anita
"baiklah ini pesanan nya selamat menikmati"
"baiklah"
"kalo beggitu saya permisi dulu"
mereka pun tampak sedang menikmati pesananya sementara Wijaya mulai curiga dia pun segera melakukan sesuatu
__ADS_1
"aduh mah kok Arlon lama bangget"
"jadi curiga apa janggan-janggan"
Wijaya pun tidak melanjutkan ucapanya ketika Delia memotongnya
"udah pah kita tunggu aja"
"papah kayanya harus melakukan sesuatu"
"maksud papah"
"nanti mamah juga bakal tau"
sementara mereka tampak selesai Lalu Arlon pun segera kembali memanggil pelayan
"pelayan tolong bill nya"
Sang pelayan pun kembali sambil membawa bill nya
"ini mas bill nya"
Arlon segera menerimanya lalu dia segera meroggoh saku celana nya dan lalu menggambil dompetnya Lantas segera menggambil ceredit cardd dari dompetnya lalu dia segera memberikanya kepada pelayan
"ini mba"
"baik tunggu sebentar
Sang pelayan pun kembali
"maaf maas ini tidak bisa apa tidak ada kartu lain"
"ah masa sih mba"
"iya mas"
"kok bisa"(seru Anita)
"coba sekali lagi mugkin ada kesalahan"
"ya udah tunggu sebentar"
sang pelayan pun kembali
"maaf tidak bisa"
(batin)"kok bisa"
Arlon pun memberikan kartu yang Lain
"ya udah yang ini mungkin bisa"
"maaf mas yang ini juga tidak bisa"
"jadi gimana lon"(seru Anita)
sang pelayan pun lalu menggembalikanya sementara Arlon menerimanya lalu meggaruk kepanya yang tidak gatal
(batin)"ini benar-benar aneh apa ini ada kerjaan papah"
"ah mungkin aku salah aku harus memastikanya jika masih sama fix pasti kerjaan papah"
"jadi gimana mas"
"ya udah ini yang terakhir mba"
Sang pelayan pun lalu menerimanya
"maaf mas ini juga tidak bisa"
"coba sekali lagi"
"maaf mas tetep tidak bisa"
"jadi gimana mas"(lanjut sang pelayan)
Arlon pun lalu terpaksa meminta Anita untuk membayarnya
"sayang"(sambil melirik Anita)
(batin)"aduh persaan aku eungga enak"
"apa"
"kamu yang bayar ya aku mohon cuma kali ini aja"
"ya udah mau gimana lagi"
Anita pun meraih tas nya lalu memberikan kartu nya kepada sang pelayan
"ini mba"
"baik tunggu sebentar"
sang pelayan pun kembali lalu menggembalikan nya
"makasih ini udah selesai"
"Huuuuft"
Arlon pun bernapas lega sementara Anita dia merasa kesal
"ayo pulang sayang"
Anita pun tanpa menyaut menggikuti Arlon dari belakang sementara Arlon memasuki mobil lalu anita pun menyusul masuk
Arlon pun segera melajukan mobilnya di tenggah perjalanan Anita tetep saja terdiam
"kamu marah ya maafin aku sayang"
"iyalah gi mana aku eungga marah kamu nyangajakin diner malah aku yang bayar laggian kenapa sih semua keredit carrdd kamu eungga berpungsi"(lanjut Anita)
"aku juga eungga tau"
"kok bisa"
"tapi aku curiga pasti ini kerjaan papah"
"emangnya kenapa"
Arlon pun menceritakan semuanya
__ADS_1
"jadi gitu ceritanya"
"ya ampun cuma gara-gara wanita hilang dia sampai ngancem kamu"
"iya sayang papah sanggat marah tau wanita ituh tidak ada di rumah"
(batin )"jadi maksudnya kalo wanita ituh sampai tidak ada di kediaman Wijaya Arlon bakal kere dong"
(batin)"kalo gitu caranya apa aku bisa jadi satu-satunya jadi istri Arlon"
"kamu kenapa diam...?"
"eh tidak"
"sebaiknya kamu cari aja wanita ituh"
"apa..?"maksud kamu"(lanjut Arlon)
"iya kan kalo gak ada dia kamu gak bakal bisa hidup mewah aku gak mau ya nikah sama kamu hidup sederhana"(lanjut Anita)
"iya aku juga tau sayang aku juga eungga mai hidup miskin"
Setellah lama kemudian mereka sampai di rumah Anita Arlon pun lalu menghentikan mobilnya Anita pun lalu turun
"baye aku masuk dulu ya"
"iya baye"
(batin)"dia kenapa sih aneh bangget"
Arlon pun lalu kembali melajukan mobilnya setellah beberapa lama kemudian Arlon pun sampai di kediaman Wijaya Arlon pun lalu menghentikan mobilnya lalu dia segera trun Delia pun lalu segera membuka pintu begitu Arlon datang
"ya aampun kamu udah pulang mana Laila"
"iyah mah tapi aku belum menemukan dia"
"ya ampun dia kemana"
Wijaya pun lalu segera menghanpiri Arlon
"apa kamu bilang Laila belum ketemu"
"iii iyah pah"
"pah...?"
"apa"
"kok kartu keredit carrd aku eungga berpungsi apa itu kerjaan papah"
"kalo iya emang kenapa..?"
"kok tega bagget"
"tunggu-tunggu bukanya kamu keluar nyari Laila kok tau kalo keddit card di blok"
Arlon pun tidak bisa menjawab dia tergagap
"itu em anu em"
"sudahlah janggan banyak Alasan papah eungga salah memblokir kerddit caradd kamu"
"anggap aja ituh 1 pelajaran buat kamu Arlon"
Delia pun menenangkan Wijaya
"udah pah mendinggan kita kedalam dulu"
"kamu juga sebaiknya istrirahat sayang"
"iya mah"
"Arlon papah kasih waktu kamu 3 hari untuk mencari Laila kalo dalam waktu 3 hari kamu tidak menemukan dia terpaksa papah bakal cabut semua pasilitas kamu"
"tapi pah"
"keputusan papah udah bulat tidak bisa di ganggu gugat apa kamu ngerti"(lanjut Wijaya)
"ii yah pah ngerti"
Mereka pun lalu masuk kedalam rumah lalu mereka mamasuki kamar masing-masing
"aduh gue harus gi mana 3 hari"
Arlon pun lalu menaiki kasur dan segera membaringkan tubuhnya lalu dia pun tertidur pulas setellah lama kemudian hari mulai pagi
Laila pun segera terbanggun dia mendapati Nara sudah tidak ada
"Nara kemana sih"
Laila pun melihat bryen
"anak mamah udah baggun ya kamu liat tante Nara gak"
"bentar mamah tinggal dulu mau cari tante Nara"(lanjut Laila)
Laila pun lalu beranjak dari tempat tidur lalu menuju pintu keluar kamar untuk mencari Nara
"Nar"
Nara pun muncul dari arah dapur dan
Nara pun terlihat sudah rapi
"iya La ada apa..?"
"eungga aku cuma kaget aja tiba-tiba kamu gak ada di kamar"
"owh aku abis masak buat kita berdua"
"owh aku pamit dulu ya ke campus oh iya kalo kamu laper aku udah siapin buat kamu ada di dapur"(lanjut Nara)
"soalnya aku udah makan duluan maafin aku soalnya hari ini ada clas pagi La"(lanjut Nara)
"iya"
Laila pun merasa tidak enak
"maafin aku Nar jadi ngerepotin kamu"
"eungga kok aku kan sahabat kamu"
__ADS_1
Bersambung....!