
Laila pun lantas melihat sang bayi yang sedang tertidur pulas di samping Arlon dari jauh
(batin)"sayang semongga kamu bahagia dan sabar mempunyai ayah seperti Arlon"
setelah ituh ian pun menutup matanya akhirnya ia pun tertidur pulas begitupun denggan Arlon setelah mengatakan ituh dia yang sudah lebih dulu ke alam mimpi sementara di sisi lain mobil taxsi yang di tumpanggi Anita pun telah sampai di kediamanya sang sopir pun lalu menghentikan mobilnya
"mbak sesuai titik"
Anita pun lantas meraih tas nya lalu membuka dan menggambil beberapa uang
"baiklah ini uangnya"
Sang deriper online lantas menerimanya Sementara Anita di lantas segera turun lalu ia berjalan ke arah pintu masuk sementara sang driper kembali melajukan mobilnya setelah ituh sang pembantu segera membukakan pintu mendenggar suara mobil di luar
"non udah pulang"
"iya bi"
"kalo gitu silahkan masuk"
Tanpa menjawab Anita pun lantas bergegas masuk kedalam rumah sementara sang pembantu dia menutup pintu lantas dia menyusul masuk sementara Anita ia berjalan menaiki tangga lalu setalah sampai ia lalu manarik pintu lantas dia segera masuk dan menutup kembali pintu kamarnya
dia pun berjalan ke arah kasur lalu Anita manaruh tas kecilnya di atas nakas setelah ituh ia pun duduk di pinggiran kasur beberapa detik ia terdiam sambil menatap tas kecilnya
"Aduh bagaimana ini tapi mau bagai mana pun mereka berhak tau"(lanjut Anita)
"ah lagipula aku sanggat mengginginkan kehadiran mereka"
Anita pun terus bergumam sendiri sampai akhirnya ia pun meraih tas kecil nya dan membuka lalu menggambil hendpone nya
ia pun tampak ragu Anita pun terdiam beberapa detik menatap hendpone nya
Anita pun bernapas kasar
"huuff"
"baiklah,baiklah"
lalu setelah ituh ia mulai menekan sebuah nomor untuk melakukan panggilan
dia pun menunggu beberapa detik
"halo ada apa sayang"
__ADS_1
setelah terhubungTerdenggar suara bariton laki-laki dari sebrang sana tentu suara yang di rindukan Anita selama ini
"pih Anita mau bicara penting"
"iya ada apa sayang"
"tapi sebelum ituh mami mana"
"sayang bicaralah!"nanti papih sampaikan"
"tidak papih mamih juga berhak tau"
"baiklah"
"pih tolong aktifkan speker nya"
"baiklah"
Laki-laki ituh pun terdenggar memanggil seseorang
"sayang ada apa"
Anita pun tampak terdiam bulir bening pun tak terasa menetes di tangganya
Anita pun lantas menggusap air matanya menggunakan punggung tangganya
"mih,pih Anita mau memberitahu pada kalian kalo Anita inggin menikah"
Mereka pun tampak terdiam
"apa menikah!" apa kami tidak salah denggar"
Mereka berdua tampak kaget mendenggar lontaran dari putrinya
"iyah menikah"
"ya ampun sayang kalo begitu mamih sama papih bakalan pulang dan menyiapkan semuanya"
"pih mih itu tidak perlu"
"kenapa!"bukanya kamu inggin menikah bukan..?" kita bisa bikin acara besar-besaran"(lanjut lelaki di sebrang sana)
"iya papih benar tapi ituh tidak perlu kalian cukup datang saja di pernikahan aku"(lanjut Anita)
__ADS_1
"tapi kenapa sayang..?"
"soalnya Anita akan menikah secara sederhana bahkan Anita hanya inggin menikah sirih"
"Apa"
lelaki ituh pun terdenggar meniggikan suaranya tampak dia sedang emosi
"apa papih tidak salah denggar Anita"
lelaki ituh pun tampak bertanya kembali untuk memastikan lontaran dari Anaknya
"tidak ituh semua benar"
"Anita apa kamu sudah tidak waras haah"
"terserah kalian mau datang atau tidak ituh terserah kalian saya cuma mau memberitahu Anda tuan RIO dan nyonya Dahlia"
"jaga ucapanmu kepada orang tua mu Anita"
"apa kau yang memulai"
"papih tidak setuju"
"atas persetujuan kalian atau tidak aku akan tetap menikah"
"dan satu lagi saya beri waktu kalian 3 hari kalo kalian berminat datang"
Anita pun lantas mematikan hubunggan Nya secara sepihak"
Sang pembantu pun mendenggar keributan
"Ada apa ini"
Dia lantas berjalan lalu ia pun menaiki tangga ia berniat membuka pintu namun ia menggurungkan niat nya ia pun menggintip dari celah pintu terlihat Anita tampak sedang emosi
"Anita di mana sopan santun mu"
"Anita"
Lelaki ituh tidak meyadari bahwa sang putrinya sudah memutuskan hubunggan hendponya
Bersambung...!
__ADS_1