
Setelah menyuruh Laila melihat bayi nya Wijaya pun kemudian kembali bertanya kepada Arlon
"Arlon jawab papah kenapa kamu seperti ituh..?"
Arlon pun tampak terdiam sementara Laila juga merasa khwatir
(batin)"aduh gimana inih gimana kalo Arlon sampai jawab jujur papah bisa-bisa dia juga ikut salah paham sama aku"
(batin)"aduh gimana ini gue jawab apa apa gue kasih tau aja atau tidak usah iya kalo papah percaya kalo tidak gue juga yang kena"
"Arlon jawab"
Arlon pun terperanjat kaget
Wijaya pun menggulanggi pertanyaanya
"kenapa Arlon"
Arlon pun tampak gelagapan
"em ituh anu"
"apa kalo ngomong itu yang jelas"
Wijaya pun semakin marah dia mulai habis kesabaran
"Arlon mau kamu apa haah"
(batin)"apa ini saatnya gue memilih hidup gue sendiri daripada gue jawab jujur yang ada papah salah paham mending gue"
"baiklah kalo papah memaksa aku cuma penggen papah restuin aku sama paa pacar aku"
"Wijaya pun terdiam"
(batin)"ya tuhan kenapa ini saya kira Arlon sudah mencintai Laila tapi ternyata dia mempunyai perempuan lain selama ini"
Arlon pun tampak menunduk dia berpikir Wijaya akan semakin marah dia sudah siap menerima prekuensi dari ucapanya ituh sementara Laila sudah pasrah kalo bakal terjadi salah paham lagi namun setelah mendenggar lontaran dari Arlon dia kaget sekaligus lega mendenggar pengakuaan Arlon
(batin)"apa kenapa ...?"kenapa dia terang-teranggan mengaku punya pacar"
"baiklah kalo itu maumu kamu bawa wanita ituh besok ke rumah ini"
Arlon pun kaget begitupun Laila dia tidak kalah kagetnya denggan Arlon
__ADS_1
(batin)"ada apa ini..?" apa sebenarnya kenapa papah menyuruh Arlon membawa wanita ituh ke sini parasaan aku kenapa jadi eungga enak seperti ini"
setelah ituh Arlon pun antusias
"pah papah serius..?"
Wijaya pun tampak terdiam
(batin)"maafin papah Laila pasti ini menyakiti mu tapi suatu saat nanti kamu bakal mengerti"
"iya "
Setelah berkata singkat Wijaya pun keluar kamar Arlon
Sementara Anita dia masih terus mencari Arlon setelah kepergian Wijaya Arlon pun menggingat sesuatu
"ya ampun Anita"
Arlon lalu segera maraih hendpone nya lalu dia menggetikan sebuah pesan
*isi pesan
"sayang kamu pulang aja aku udah ada di rumah"
di tenggah sedang kebinggunggan tiba-tiba henpone nya berbunyi
Anita pun membuka pesan lalu membacanya
"apah dia bisa-bisanya ninggalin aku sendirian"
Anita pun membalas
"kamu tega bangget ninggalin aku "
"maapin aku tadi aku ada urusan"
"alah alasan aja kamu"
"sayang kamu janggan ngambek"
"tau ah"
"udah gue kesel sama loe"
__ADS_1
"eh kok gitu"
"udah gue mau matiin henpone gue"
"eh janggan aku punya kabar baik"
"apa...?"
"katanya mau matiin hendpone nya"
"ih kamu ngeselin bangget"
"kamu besok aku jemput"
"emangnya mau kemana"
"aku mau ajak kamu kerumah aku"
sementara ituh Laila masih terdiam sambil berusaha menahan tanggis sambil menggendong bryen
Sementara Anita terdiam
"kamu mau kan"
"mau sih tapi"
belum sempat anita melanjutkan pesanya Arlon kemudian memberikan balasan
"tenang aja ini papah yang nyuruh"
"kamu serius"
"serius"
Sementara setelah brayen mulai tenang dan terlelap Laila pun kemudian menaruh Brayen kembali ke atas kasur lalu dia segera menuju sofa
(batin)" ya tuhan kenapa jadi seperti ini cobaan apalagi yang akan kau berikan"
Sementara Arlon melihat Laila dari jauh
"kenapa kamu diam"
"eh eungga"
__ADS_1
"gue senang bangget gue harap gue bisa lepas dari loe"
Bersambung....!