Ketulusan Cinta Gadis Desa

Ketulusan Cinta Gadis Desa
episode 24 permintaan Anita


__ADS_3

Sementara Arlon kembali ke kemar nya tiba-tiba


Kringg..! Terlihat ada pesan masuk ke hendphone Arlon dia pun langsung meraih hendphonenya dan membuka pesan masuk lalu membacanya


*isi pesan*


"beby temuin aku di cafe biasa"


sebelum membalas Arlon pun berfikir sejenak


(batin)"ada apa sih ko dia ngajak ketemuan segala"


"beby janggan lupa datang"


Arlon pun langsung membalas


"oke aku dateng beby"


Setellah membalas Arlon pun segera mematikan hendpone nya lalu dia memasukan hendpone nya ke kantong celananya lalu dia bangkit dari duduknya setellah ituh dia berjalan menuruni tangga lalu dia berjalan mendekat ke arah Laila


"heeh loe mamah sama papah di mana"


"mungkin di kamar"


"oh bilanggin sama mereka kalo mereka nanya gue bilanggin gue keluar sebentar"


"baiklah"


Arlon pun langsung berjalan ke arah bagasi mobil lalu dia mamasuki mobil itu kemudian dia melajukanya


setellah beberapa lama kemudian Arlon sampai di cafe terlihat Anita sedang menunggu


"hai beby ada apa ngajak ketemuan"


"duduk dulu beby sini"


Arlon pun menarik kursi lalu duduk


"nah gitu dong"


"kamu kanggen ya sama aku"


"tentu beby tapi bukan cuma ituh"


"lalu apa lagi"


"baiklah aku bakal menggatakanya"


"apa beby"


"sayang kau mencintaiku kan apa aku boleh minta sesuatu"


"tentu aku mencintaimu apa yang kau ingginkan katakan"

__ADS_1


"beby apa kamu bisa menalak wanita kampung ituh dan kita bisa menikah dan hidup bersama"


Arlon pun terkaget dan memotong perkataan dari Anita


"what tentu ituh hal yang sulit"


"why apa kau menyukainya"


"bukan ituh"


"lalu apa"


"kau sudah tau kan alasanya"


"iya tentu aku tau kau di jodohkan denggan wanita kampung ituh"


ya Anita tau apa alesanya Arlon menikah denggan Laila karena di jodohkan namun dia tidak tau alesan sebenarnya Arlon masih mempertahankan Laila


Arlon pun terdiam sejenak


"katakan"


"karena dia sedang menggandung"


"hah memenggandung kau bilang"


Anita pun tampak kaget mendenggar lontaran dari Arlon dia pun tergagap sanggat menggatakan menggandung dia masih belum percaya


"beby apa kau bercanda kau bilang dia sedang menggandung apa aku tidak salah denggar"


"kenapa bisa dia menggandung"


"kau jahat beby kau telah menghianatiku"


"bukan begitu"


Anita pun memukul-mukul dada Arlon


"hentikan"


"tidak kau jahat"


Tampak mata Anita mulai menggembun


"sayang kau janggan menanggis"


"biarlah aku menanggis"


Sementara itu di kediaman Wijaya Laila masih terduduk santai di sofa Wijaya dan Delia pun menghampiri Laila


"sayang"


"eh mah pah"

__ADS_1


"di mana suami kamu"(seru Delia)


"iya di mana anak itu"


"mah pah katanya Arlon pergi sebentar"


"aduh anak itu"


"oh ya udah kalo gitu"


"mah Laila papah pergi kerja dulu ya"


"baiklahlah hati-hati"


Wijaya pun setellah berpamitan berjalan keluar lalu dia berjalan menuju garasi mobil dia pun memasuki mobil pribadinya kemudian dia melajukanya


Setellah lama kemudian Wijaya pun akhirnya pulang dia menghentikan mobilnya lalu berjalan ke dalam rumah


Wijaya pun bergabung duduk di sofa bersama Delia dan Laila


"pah udah pulang"


"iya mah"


Sementara Anita dan Arlon masih saling berdebat


Arlon pun memeggang pundak Anita


"beby kamu denggerin aku gak mungkin menghianatimu percayalah"


"kamu bohong kamu jahat"


"lalu bagaimana dia bisa hamil kalo kau tidak melakukanya hah"


"aku juga benar-benar tidak tau kenapa dia bisa hamil"


"maksudmu"


"entahlah aku benar-benar tidak tau"


"kau membuat ku kesal"


"lalu aku harus bagaimana biar kamu bisa percaya"


"tes Dna iya tes dna"


"kau gila anak ituh masih di dalam perut"


"hah apa aku bercanda tentu jika bayi ituh sudah lahir"


"baiklah aku menggerti"


"tapi bagaimana caranya"(lanjut Arlon)

__ADS_1


"tenanglah beby kita nanti pikirkan"


Bersambung....!


__ADS_2