
Arlon pun tidak memperdulikan ucapan Laila dia malah menambah kecepatanya membuat Laila semakin ketakutan tiba-tiba dari arah depan terlihat ada penggendara motor yang kecepatanya lumayan tinggi
"awas mas"
Arlon pun membanting setir sampai akhirnya dia menabrak pohon
"aaaaaa brukkk...!
Dan kecelakaan pun tidak bisa di hindari
Mereka pun akhirnya tidak sadarkan diri warga yang melihat kemudian segera menghampiri meraka
"tolong ada kecelakaan"(teriak orang yang melihat)
Warga lainya langsung menghampiri dan membawa mereka ke rumah sakit
"mari bawa mereka ke rumah sakit"
Mereka pun di bawa kerumah sakit oleh warga sekitar
"sus tolong ada korban kecelakaan"
Suster pun segera membawa Arlon dan Laila ke UGD
"tolong hubunggi keluarga korban"
"baik"
salah satu warga itupun mencari benda untuk menghubunggi keluarga mereka
setelah terhubung....!
"halo apa ini denggan orang tua Arlon"
"iya saya mamahnya"
"ini siapa ya ada apa"
"maaf anak anda menggalami kecelakaan bersama seorang wanita dan mereka di larikan ke rumah sakit"
"apa tolong beri tau rumah sakit mana saya akan segera ke sana"
"rumah sakit medika"
"baik terima kasih"
Delia pun segera mematikan telponya
"pah Arlon pah dia menggalami kecelakaan bersama Laila'"
__ADS_1
"apah ayo kita pergi ke rumah sakit"
"baik pah bu Euis kita harus beritahu masalah ini"
Wijaya pun segera menghubunggi bu Euis
"bu anak kita menggalami kecelakaan"
"apah saya akan segera datang mohon beritahu saya di rumah sakit mana"
"sebentar"
Wijaya pun bertanya
"mah di rumah sakit mana"
"rumah sakit medika"
"rumah sakit medika bu"
"oh terima kasih tuan"
Mereka pun segera mematikan telponya
Bu Euis pun menumpanggi angkot sedangkan Delia dan Wijaya menggunakan mobil peribadinya setellah beberapa lama menempuh perjalanan mereka pun sampai terlebih dahulu sementara bu Euis baru sampai
"tolong sus di mana korban kecelakaan yang tadi"
"sus di mana anak saya katakan"
Bu Euis terlihat terisak begitupun Delia dan Wijaya
"sus tolong panggil keluarga korban"
"baik doc"
"pak bu di panggil docter"
mereka bertiga pun kemudian segera memasuki UGD
"doc bagaimana anak saya"
"mereka tidak apa-apa hanya menggalami luka kecil"
"bagaimana denggan kandungganya"
"Alhamdulillah semua baik-baik saja"
"syukurlah"
__ADS_1
Wijaya pun tampak kesal Arlon mulai sadar sedangkan Laila belum sadar
"Arlon kamu apa-apa an sih bisa menggalami kecelakaan segela"
"maaf pah"
"maaf aja terus bisanya kamu gimana kalo kandunggan Laila kenapa-kenapa"
"iya maaf pah"
"udah pah janggan ribut malu di denggar orang"
"nak kok kamu belum sadar"
Terlihat bu Euis berjalan mendekat ke arah Laila lalu memeggang erat tanggan Laila setellah lama kemudian Laila mulai membuka matanya
"bu aku di mana"
Wijaya dan Delia pun kemudian berjalan mendekat ke arah Laila beggitu melihat Laila sadar
"kamu di rumah sakit nak"
"apa gimana ke adaan kandungganku"
sambil memeggang perutnya dan menggelusnya lembut
"udah janggan khawatir docter bilang tidak apa-apa"
"syukurlah"
"iya sayang semua baik-baik saja"
"iya mah"
"Arlon kamu gak mau liat istri kamu hah bisa-bisanya ugal-ugalan"
Arlon pun terpaksa bangkit dari kasur lalu menuju ke arah Laila
"kamu tidak apa-apa"
Laila tidak menjawab dia malah berbalik badan ke arah lain dia eunggan melihat wajah Arlon dia sanggat kesal dan marah kepada Arlon karena gara-gara Arlon dia hampir mati
"tuh kan udah papah duga pasti salah kamu kan"
"iya maaf pah"
(batin)"loe nyebelin bangget sih loe senggaja gitu biar papah marahin gue"
Arlon pun menahan amarahnya dan menggepalkan tangganya sementara Laila hanya diam
__ADS_1
Bersambung....!