
Laila pun sesampai di kamar dia langsung merebahkan tubuhnya sementara Arlon yg sedang asik main gadget tiba-tiba di kagetkan sama papahnya papah nya pun langsung mendekat lalu duduk dekat anaknya sambil memberitahu bahwa perjodohanya di tunda 1 tahun lagi
"Arlon"(suara papah menggagetkan)
"iyah pah ada apa lagi"(males)
"ini papah mau bicara sama kamu"
"mau bicara apa to the poin ajah deh pah gak usah muter-muter"
"eh ini anak bisa ajah papah cuma mau kasih tau soal rencana perjo"
perkataan papahnya pun terpotong karena Arlon menggira perjodohanya di batal kan Arlon pun tersenyum senang
"apa pah perjodohanya di batalkan syukur kalo gitu"(sambil senyum)
"eh kamu papah belum selesai bicara malah di potong bukan di batalkan tapi di tunda"
"maksud papah"
papahnya pun menceritankan tentang ke ingginan Laila untuk menunda perjodohan ini sampai lulus sekollah
"jadi gitu tapi papah memberikan syarat yaitu selama dia sekollah kamu yang harus anter jemput dia"
"apa"(kaget seketika senyum Arlon memudar)
"tapi pah eungga salah ke kota sama ke desa ituh lumayan jauh"
"kamu nurut ajah sayang apa kata papah (mamah nya pun menimrung)
"jadi gimana apa kamu setuju Arlon"
"baik pah"(malas)
batin Arlon (sial masa gue harus anter jemput cewe kampung itu mana tiap hari)
"jadi kalo kamu setuju mulai besok kamu harus pergi ke desa untuk anter jemput Laila"
"baik pah"
tak terasa hari mulai gelap Laila pun mandi selesai ituh dia langsung berganti pakaian lalu segera merebahkan dirinya di pun tertidur setellah lama kemudian matahari mulai muncul Laila bersiap-siap untuk pergi mandi lalu berganti pakaian seperti biasa dia menuju ruang makan untuk sarapan sementara ituh Arlon masih tertidur dia eunggan untuk banggun sampai akhirnya mamahnya membanggunkanya untuk segera bersiap-siap pergi ke desa untuk pertama kali menjemput Laila pergi sekollah
__ADS_1
"sayang banggun hari ini kamu harus ke desa untuk menjemput Laila"
"aduh mah bentar masih ngantuk biasanya juga aku banggun siang"
"kamu lupa cepat banggun sebelum papah yang banggunin kamu ayo"
seketika Arlon pun terbanggun lalu dia segera mandi dan bersiap pergi ke desa untuk menjemput Laila sementara Laila sudah selesai sarapan Laila pun berpamitan lalu dia berjalan menuju dia menunggu angkot namun angkot tak kunjung datang Laila pun merasa panik sementara Arlon sudah selesai bersiap lalu dia segera turun dari tangga denggan menggunakan jaket jeans dan kaos sebagai dalamanya dan memakai celana jens dan berjalan menuju garasi lalu segera menjalankan mobil nya namun dia lupa menanyakan Alamatnya dia pun memaggil papahnya
"pah pah pah"(teriak Arlon)
"apa"(sedang ngopi di teras)
"mana alamat cewe ituh"(turun dari mobil berjalan menuju papahnya)
"maksud kamu Laila"
"iya siapa lagi"
papahnya pun menjelaskan kepada Arlon
"kamu menggerti kan nanti soal rumah nya kamu tanya ajah sama tetangga nya
"iyah"
Arlon menuju rumah Laila namun dia dari kejauhan melihat Laila sedang duduk menunggu angkot denggan terpaksa dia menggajak Laila
"woy loe mau sekollah kan sini bareng gue"
batin (kalo bukan demi papah males gue jemput loe"
Arlon denggan terpaksa menjalan kan mobil nya lebih dekat ke Laila
Laila pun melirik sumber suara yang sedang menggarah ke dia
"eh lo ngapain dieum ajah cepat masuk"
denggan terpaksa Laila pun masuk ke mobil Arlon karena tentu dia takut telat pergi sekollah setellah Laila masuk Arlon pun menjalan kan mobilnya di teunggah perjalanan dia bertanya
"eh loe tunjukin sekollah loe soal nya gue eungga tau"
Laila tidak menjawab dia hanya menggangguk setellah lama kemudian Laila menunjuk Arlon pun berhenti lalu Laila segera turun Arlon pun tapa turun memberi tahu pada Laila dia menunggu di warung sebelum akhirnya dia tancap gas
__ADS_1
"makasih"(lalu dia berjalan)
"eh loe nanti kalo pulang janggan naik angkot gue tunggu di warung"
Laila pun tidak menjawab dia hanya mengganguk sementara
terlihat Nara sedang menunggu Laila di pintu pager dia terkejut melihat Laila di anter sama mobil mewah
"La kamu di ater sama siapa ke sekollah"
"bukan siapa-siapa"
Laila pun menggalihkan pembicaraan biar Nara tidak terus-terusan bertanya
"udah ke kelas yuk ituh eungga penting"
"baiklah"
Nara dan Laila menuju kelas setellah lama kemudian bel pulang berbunyi tidak seperti biasanya dia terburu-buru untuk pulang tanpa bereng bersama Nara dia menuju warung sesuai denggan perintah Arlon sesampai di warung arlon sedang duduk Laila pun menghampiri melihat Arlon pun ngomel-ngomel
"eh loe lama bangget kalo bukan karena permintaan papa males gue jemput loe"
batin (emang siapa yang mau di jemput kamu)
"eh loe dieum ajah loe mau pulang apa eungga"
"iyah"
"gitu ngomong kek perasaan loe dieum aja dari tadi cuma angkuk-angguk doang bisanya"
Batin(sumpah nyebelin bangget jadi cowo masa begini calon suami)
akhirnya Laila menaiki mobil Arlon pun menggendarainya setellah lama kemudian mereka sampai di gang pintu Arlon pun berhenti Laila turun namun sebelum ituh Arlon memberi tahu Laila bahwa dia mulai sekarang bakal anter jemput Laila
"eh mulai sekarang loe gaboleh nungguin angkot lagi loe mulai sekarang gue anter jemput ngerti"
"baik"
setellah ituh Arlon tancap gas menunju kota sementara Laila berjalan menuju jalan sempit sampai akhirnya dia sampai di pintu masuk
bersambung.....!
__ADS_1