
Kurang lebih 3 hari mereka di rawat di rumah sakit sampai akhirnya docter membolehkan mereka berdua pulang
"doc apa boleh mereka pulang"
"tentu mereka boleh pulang"
"kalo beggitu kami permisi pulang ya doc"
"silahkan"
"pah tolong urus administrasinya"
"baik mah"
"kalo begitu kita tunggu di sini"
ijaya berjalan menuju administrasinya sedangkan mereka ber 4 menunggu ijaya di kursi rumah sakit
"sus saya mau bayar"
"mohon maaf tuan atas nama siapa"
"Laila dan Arlon"
"oh atas mas Arlon dan nona Laila ini notanya tuan"
"terima kasih"
Setellah ituh Wijaya pun menggambil ceriddit carrd dari dompetnya lalu memberikanya kepada suster
"ini sus"
"baik tuan tunggu sebentar"
Setellah selesai suster pun menggembalikan kartu gold nya kepada Wijaya
"baik tuan sudah selesai terimakasih"
"baik sus"
Setellah ituh Wijaya pun menaruh cereddit carrd kembali kedalam dompetnya lalu dia berjalan mendekat ke arah mereka ber empat
"mah udah selesai mari pulang"
"terima kasih pah"(seru Laila)
"iya kaya sama siapa aja"
__ADS_1
"makasih tuan"(seru Euis)
"iya bu kita kan sekarang keluarga"
Mereka berempat pun berjalan bersama menuju mobil lalu mereka memasuki mobil namun sebelum ituh mereka bertiga menawarkan bu Euis untuk di antarkan namun bu Euis menolak
"bu bareng kita aja pulangnya"(seru Delia)
"gak usah nyonya saya mau naik angkot aja"
"iya bu bareng kita aja"(seru Laila)
"eungga nak laggian dari kota ke
kampung lumayan jauh"
"ya udah hati-hati bu"
"baiklah nak"
sementara sang ibu kembali menumpanggi angkot dan pulang ke kampung sementara mereka bertiga pulang menggunakan mobil pribadinya
setellah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya mereka bertiga sampai Wijaya pun menghentikan mobilnya
"Alhamdulilah udah sampai"
Mereka bertiga kemudian turun
"ngapain pah dia bisa jalan sendiri kok"
"eh ngelwan ya kamu"
"iya deh pah"
(batin)"sebenarnya yang anak papah ituh aku atau dia papah perhatian bangget padahal gue juga habis kecelakaan tapi gak khwatir amat sama gue"
"eh kok malah dieum"
"eh iya pah"
Arlon pun terpaksa memapah Laila sampai di dalam rumah
"loe ngerepotin"(bisik Arlon)
lalu Arlon pun melepaskan tangganya dari pundak Laila membuat Laila terhentak ke kursi cukup keras
"awww pelan-pelan"
__ADS_1
Lagi-lagi wijaya memarahi Arlon
"Arlon bisa pelan-pelan kan nanti kalo bayinya kamu kenapa-kenapa gimana coba"
"iya ituh juga pelan-pelan"
"masa pelan-pelan Laila kaya kesakitan gitu"
"iya sayang janggan gitu kan istri kamu lagi hamil"
Arlon pun tidak menanggapi mereka berdua di tampak kesal lalu berjalan menaiki tangga lalu menggunci pintunya
"tuh kan mah anak itu gak ada sopan-santunya sama orang tua di nasehati malah pergi beggitu saja"
"udah lah pah"
"udah gimana ngambek pasti dia kaya anak kecil aja"
mereka bertiga masih duduk di sofa di ruang keluarga sedangkan Arlon sedang menggomel sendiri di kamar
"kesel bangget gue kenapa gue selalu di salahin"
Sambil menggusap kasar rambutnya
Laila pun meminta ijin untuk menyusul Arlon
"mah pah Laila susul Arlon dulu ya"
"sebaiknya gak usah sekarang takut kamu kenapa-kenapa apalagi dia lagi marah"
"Laila bisa jaga diri kok"
"ya udah hati-hati"
Laila pun langsung berjalan menaiki tangga sampai akhirnya dia sampai di pintu masuk Laila pun ragu-ragu untuk menggetuk pintu namun dia memberanikan diri menggetuk pintu
"Took tokk tokk..."buka pintunya"
"eungga loe pergi gue mau sendiri"
"ayolah buka pintunya"
Laila berusaha membujuk Arlon yang sedang marah
"Pergi...pergi"
"maafin aku buka pintunya"
__ADS_1
"loe dengger gue gak sih gue eungga mau diganggu pergi sana"
Bersambung....!