
Dua minggu setelah kejadian sore itu Vano dan Ayra tidak lagi berkomunikasi, mereka berdua sama-sama instrospeksi diri. 10 hari sudah Ayra berada dikota Balikpapan, ada klien yang membutuhkan bantuan hukumnya.
Sebenarnya bos tidak memaksa Ayra untuk pergi masih ada tim lain yang bisa berangkat ke sana, karena Khayra ingin menenangkan diri maka ia mengambil pekerjaan ini.
Rima merasa kesepian ditinggal Ayra keluar kota, setiap hari Rima pulang ke rumahnya paling nggak ada kak Han tempatnya berbagi cerita.
Di kantornya Vano setiap hari selalu uring-uringan yang nggak jelas, setiap malam Vano selalu pergi ke klub hanya untuk minum bersama teman-temannya. Selalu pulang larut malam dengan kondisi yang berantakan, asisten Han tidak pernah meninggalkan Vano kemanapun Vano pergi selalu mengikutinya.
Kondisi seperti beberapa tahun yang lalu ketika ditinggal Alexa pergi, bahkan ini lebih parah dari itu.
Vano terlalu gengsi untuk meminta maaf dulu kepada Ayra, sedangkan Ayra takut Vano akan marah seperti waktu itu.
****
Sejak papanya menikah lagi, Ayra tidak merasakan kasih sayang didalam keluarga. Baginya Rima dan Roby adalah keluarganya, dengan mereka Ayra selalu bisa bahagia dan melupakan kesedihannya sejenak.
Tadinya Ayra berfikir akan membuka hatinya untuk Vano, tapi setelah kejadian 2 Minggu lalu Ayra sedikit ragu.
Takut hatinya menjadi tempat singgahan Vano sementara, Ayra tau tentang masa lalu Vano dan Alexa.
Rima sudah menceritakan semuanya kepada Ayra, karena menurutnya sebelum Ayra menyukai Vano dia harus tau baik buruknya Vano.
Vano pernah menjalin hubungan dengan Alexa sejak mereka kuliah di Australia dulu, mereka juga pernah tinggal satu apartemen disana.
Sudah 3 tahun ini Alexa menghilang begitu saja, padahal hubungannya dengan Vano baik-baik gak ada masalah. Saat itu mereka lagi memperjuangkan restu orang tua Vano, setelah kepergian Alexa hidup Vano seperti hilang arah.
Dua tahun lebih Vano merasa terpuruk, hingga akhirnya papa Reno mulai menyadarkan Vano. Saat itu papa Reno mengatakan, jangan sampai Vano kehilangan wanita dan perusahaan. Kalau Vano kehilangan perusahaan sulit untuk mendapatkan wanita yang ia cintai, karena kebanyakan wanita memandang laki-laki dari hartanya.
Saat itu Vano mulai menata hidup dan perusahaanya yang telah lama ditinggalkan, hingga saat ini perusahaan Vano berkembang pesat..
****
Hari ini kepulangan Ayra dari Kalimantan, setelah menginjakkan kakinya di Jakarta Ayra merasa perutnya lapar. Ayra memutuskan untuk makan dulu sebelum pulang, Ayra memasuki sebuah restoran yang ada di bandara.
Ayra menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari meja yang kosong, didalam sana seseorang menatapnya dengan intens. Takut orang yang akan disapanya salah, setelah memastikan bener-bener orang yang dikenalnya ia pun memanggilnya.
"Ra sebelah sini."
Ayra menoleh dan dilihatnya Rafa yang memanggilnya, Rafa adalah salah satu sahabatnya di Eropa.
__ADS_1
Rafa pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikanya disana, Rafa ingin berkarir di negara sendiri.
Setelah satu jam makan dan ngobrol akhirnya Ayra pamit pulang duluan, Rafa menawarkan akan mengantar Ayra tetapi Ayra menolaknya dengan alasan sudah memesan taxi.
****
Kepulangan Ayra disambut dengan hebohnya oleh Rima, Rima sibuk menanyakan banyak hal seperti wartawan kepada Ayra.
"Lama amat sih lo pergi Ra."
"Kan cuman 2 Minggu belum juga 2 tahun.."
"Gue kira Lo udah kecantol sama pangeran disana." ledek Rima
"Maunya sih gt, tapi belum ada yang pasang cantolan makanya gak kecantol."
"Terus kak Vano mau Lo kemanain..?"
Ayra terdiam sejenak mencerna kata-kata Rima., Rima yang melihat Ayra terdiam mengutuki kebodohannya yang asal bicara.
"Tau ah." Ayra berlalu dari hadapan Rima kemuju kamarnya.
Setelah Ayra selesai membersihkan diri, terlihat Rima duduk diatas tempat tidur menunggunya.
"Ra maafin kata-kata gue tadi ya, Lo masih marah Ama gue."
Ayra hanya terdiam dihadapan Rima, melihat muka Rima yang cemberut bikin Ayra gak bisa nahan tawanya.
"Apaan sih lo, mana bisa gue marah Ama Lo."
Ayra mendekati Rima dan mencubit hidungnya, "Sakit tau Ra..!" dengan tangan memegangi hidungnya yang dicubit Ayra.
"Lagian Lo sensitif amat, lagi dapet Lo ya."
Mereka berdua berpelukan dan tertawa bersama.
Mereka berdua tertidur setelah lelah bercerita tentang hari-hari yang dilaluinya masing-masing.
****
__ADS_1
Pagi ini seperti biasanya Ayra memasak sarapan untuk mereka berdua, setelah sarapan mereka berangkat menuju kantor masing-masing.
Vano tidak ke kantor hari ini dikarenakan pagi jam 3 baru pulang kerumah, dengan kondisi yang tidak jauh beda dari biasanya.
Asisten Han yang menghandel semua urusan dikantor, sepulang dari kantor asisten Han menuju rumah Vano.
Vano terlihat sedang melamun di balkon kamarnya, kedatangan Han membuyarkan lamunan Vano.
"Van mau sampai kapan loe kayak gini terus.."
Vano hanya diam tak bergeming sama sekali.
"Cemburumu sudah kelewatan, sampai Lo gak mau dengerin penjelasan Ayra."
"Gue gak cemburu, gue cuman gak suka ngelihat dia sama laki-laki lain."
"Van Lo jangan egois, Lo mau nikahin Ayra sambil nunggu Alexa balik. Setelah Alexa balik Lo mau ninggalin Ayra gt aja. Lo gak mikirin perasaanya, Lo hanya mikirin perasaan Lo doank tau gk."
"Gue gak cinta sama Ayra, dia juga sama gak cinta sama gue. Perasaan siapa yang harus gue pikirin."
"Gila Lo ya, seandainya Alexa serius sama Lo dia gak akan pergi ninggalin Lo. Karena dia pergi berarti dia gak serius sama lo, Kalau Lo gak jaga perasaan Ayra setidaknya Lo jaga perasaan bokap dan nyokap Lo." Asisten Han berlalu bergi dari kamar Vano. Berbicara dengan Vano membuat darahnya naik, asisten Han masuk ke dapur mengambil sebotol air dingin dikulkas dan meminumnya hingga tandas.
"Mas Han mau mbok bikinkan kopi??" ucap mbok Yem pada Han
"Gak usah mbok, terimakasih saya mau pulang dulu."
Mobil Han melaju ke apartemen Ayra, hanya disana Han bisa meredam emosinya. Setelah Han memencet bell Rima berjalan membukakan pintu untuknya, "Kak Han apa kabar?" Ayra menyapa Han dari dapur.
"Seperti yang terlihat, gue baik Ra." Ayra tersenyum mendengar jawaban Han dan melanjutkan aktivitas memasaknya.
Setelah semua masakan selesai Rima dan ayra mulai menata makananya dimeja, sebelum makan malam Aira dan rima terlebih dahulu membersihkan diri.
Mereka makan bertiga dengan sesekali mengobrol ringan, Han meminta untuk menginap disana. Karena besok adalah hari minggu, Han bisa menghabiskan waktunya seharian diapartemen Ayra.
Ayra tidak merasa keberatan, karena kak Han sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri.
Malam ini mereka habiskan dengan menonton film action kesukaan kak Han dan drama kesukaan Ayra dan Rima, hingga mata mereka sudah tidak sanggup untuk melihatnya lagi jam menunjukkan pukul 2 dini hari.
Ayra dan Rima berjalan setengah sadar menuju kamarnya, sedangkan asisten Han tidur disofa ruang tamu.
__ADS_1
Setelah sholat subuh Ayra dan Rima memutuskan untuk tidur lagi hingga pukul 9 pagi, Ayra terbngun karena lapar.
Ayra memutuskan untuk memesan sarapan mengunakan aplikasi online, 15 menit bell apartment Ayra berbunyi. Ayra bergegas membukakan pintunya dengan membawa sejumlah uang untuk membayarnya. Setelah pintu terbuka alangkah terkejutnya ayra melihat sosok Vano berdiri dihadapannya, seketika matanya langsung terbuka lebar.