
Hari ini Vano dan Han sedang perjalanan bisnis ke luar kota, Rima memutuskan untuk main ke mansion.
Hari Sabtu Rima pulang lebih awal, ia mampir ke penjual rujak buah langganannya dan Ayra waktu kuliah dulu.
Setelah membeli rujak Rima menaiki taksi menuju ke mansion.
" Pak Ayra ada..?"
" Ada Non dikamar, silahkan.."
" Terimakasih pak."
Rima sudah beberapa kali datang ke mansion membuat para pekerja di sana mengenal Rima, begitu juga dengan Pak Yoseph.
Ceklek..
" Ra gue masuk ya .?"
" Masuk aja.."
keduanya mengobrol sambil melihat acara televisi.
" Maaf Non ini rujak buahnya.."
" Iya Yuk masuk aja.."
yuk Darmi mengantarkan rujak buah yang tadi diterimanya dari Rima untuk dipindahkan ke piring.
" Terimakasih ya Yuk.."
" Sama-sama Non, Non Rima mau minum apa..?"
" Jus boleh yuk.."
" Ditunggu Non.."
" Ngapain repot-repot bawa rujak sih Lo, langsung datang aja gak usah bawa apa-apa.."
" Gue gak bawain rujak Lo kok, gue bawain calon keponakan gue. Pasti dia ngiler banget nie.."
yuk Darmi kembali ke dapur membuat jus jambu dan meminta pelayan untuk mengantarnya ke kamar majikan.
" Gimana hubungan lo sama Roby..?"
" Gimana apanya..?"
" Perkembangannya lah, memang apanya..!"
" Gue bingung Ra, kadang gue ngerasa Roby punya perasaan sama kayak gue. Tapi kadang juga biasa aja, gimana dong.."
" Kalau lu bilang duluan gimana..?"
" Itu gak akan mungkin terjadilah, gengsi gue."
" Repot juga kalau gitu, dijalanin dulu deh semoga segera ada kejelasan."
" Kalau Rafa lo gak suka, dia juga baik banget."
" Iya sih baik, tampan, kaya. Tapi sayang hati gue belum klop sama dia, mungkin dia juga gak ada rasa apa-apa sama gue.."
" Ra Kak Vano pulang jam berapa..?"
" Palingan tengah malam, nginep di sini aja ya..?"
__ADS_1
" Gue nggak bawa baju ganti, lain kali aja.."
" Pakai baju gue kan bisa.."
Rima keluar dari mension sekitar jam 04.00 sore, sebenarnya berat untuk berpisah dari sahabatnya tapi bagaimanapun kita sudah punya hidup masing-masing.
Ayra dengan keluarganya dan Rima masih dengan kesendirian.
Pukul 23.00 Han baru tiba di rumahnya untung besok hari Minggu masih bisa tidur panjang melepas lelah.
Untuk melepas suntuk Han bermain dengan ponsel miliknya, iya sering bertukar pesan dengan Nessa makin hari hubungan mereka semakin dekat.
Ting...
" Udah tidur..?"
Ting...
" Belum kenapa..?"
" Gak apa-apa.."
" Oohhh..."
" Gitu doank..?"
" Emangnya gimana..?"
Keduanya bertukar pesan hingga pukul 01.00, Nessa yang sudah menahan kantuk sejak tadi tertidur lebih dulu. Han yang menunggu balasan pesan dari Nessa pun akhirnya tertidur juga.
Pagi ini Rima datang mengunjungi kakaknya, hingga pukul 10.00 Han tidak menjawab panggilan teleponnya. Rima memutuskan langsung ke rumah saja, Rima selalu membawa kunci cadangan agar tidak merepotkan kakaknya kalau pulang.
Begitu masuk rumah masih sepi pasti kakaknya belum bangun, mengingat baru pulang tugas kantor.
2 jam sudah Rima menunggu kakaknya belum juga keluar kamar, Rima memberanikan diri untuk masuk.
Dibukanya pintu kamar terlihat seseorang sedang tertidur di bawah selimut, perlahan Rima menghampiri tempat tidur kakaknya.
" Kak..."
" Kak Han.."
Rima menarik selimut yang membungkus tubuh kakaknya.
" Kak Han..."
Han perlahan membuka matanya, ia melihat adiknya sedang menatapnya.
" Apaan sih.."
" Kak udah jam berapa sekarang. Bangun..."
Rima kembali menarik tangan Han, mau tidak mau Han duduk dengan mata masih terpejam.
" Ayo sarapan.."
Han melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu. selesai dari kamar mandi Han menyusul adiknya kemeja makan, Rima sudah menyiapkan piring yang sudah diisi dengan sarapan untuk kakaknya.
" Jaga kesehatan Kak, makan kok telat telat terus. Sarapan di jam makan siang, makan siangnya sore begitu seterusnya nggak akan berubah.."
" Tadi itu kakak tidur jam 03.00 pagi, jam segini mana bisa bangun.."
" Ya harusnya kan bisa kakak bangun dulu sarapan lalu tidur lagi.."
__ADS_1
" Ini mata nggak kuat melek.."
" Gitu aja terus, Kak temenin aku beli kado untuk Ayra.."
" Males ah, kakak masih ngantuk.."
" Gimana sih Kak, nggak tiap hari juga Rima minta tolong kakak.."
" Roby ke mana, biasanya kamu sama dia.."
" Nggak tahu, emangnya setiap hari aku harus tahu dia ngapain.."
" Hemmm... Ada yang sedang marahan nie.."
" Biasa aja.."
Sengan berat hati akhirnya Han ikut Rima mencari kado untuk Ayra nanti, mobil Han melaju di jalanan hari Minggu jalanan sedikit lebih lenggang dari biasanya.
" Aduh HP kakak ketinggalan.."
" Putar balik atau gimana Kak, tapi nanggung udah deket tuh mall nya."
Sesampainya di mall Rima menggandeng tangan kakaknya berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Keduanya yang terlihat seperti sepasang kekasih, Rima tidak terlalu mempedulikan pandangan orang lain begitu juga dengan Han.
Setelah mendapat kado untuk Ayra Rima berjalan ke toko pakaian dan membeli beberapa potong untuknya.
" Kak bayarin ya..?"
" Kebiasaan.."
" Kan gak setiap hari.."
Rima hanya nyengir kuda, dari kejauhan Nessa melihat bagaimana Han memperlakukan wanita itu. Seketika hati Nissa terasa sakit, dadanya begitu sesak.
Ia tidak menyangka dulu dengan Vano sekarang harus terulang lagi bersama Han. Memang belum ada hubungan diantara keduanya, tapi jauh di lubuk hati Nessa mengagumi Han.
Beberapa hari Nessa dan Han begitu dekat rupanya tidak membuat Han memiliki perasaan sama dengannya, ternyata Han sudah memiliki kekasih.
Nessa mengambil ponsel di dalam tasnya, mencoba menghubungi Han untuk menanyakan posisinya. Beberapa kali menghubungi tidak satupun dijawab, Nessa mengembalikan ponsel ke dalam tasnya.
Han dan rima berjalan ke foodcourt untuk membeli camilan, Nessa terus mengikuti dari kejauhan. Puas melihat keduanya Nessa memutuskan untuk pulang, padahal dirinya baru tiba di mall dan belum sempat berbelanja apapun.
Nessa membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi, ia ingin segera sampai dirumah.
Sesampainya dirumah Nessa melihat ibunya sedang duduk diruang tamu.
" Ness kok udah balik, ada yang ketinggalan..?"
" Enggak ada Ma, Nessa gak jadi belanja tiba-tiba pusing.."
" Kamu sakit sayang, ayo mama antar ke dokter.."
" Istirahat aja udah sembuh Ma, Nessa naik dulu Ma.."
Nessa meninggalkan mamanya diruang tamu dan segera naik ke kamarnya, ia mengunci pintu dan segera menjatuhkan bobot tubuhnya ke kasur.
" Gue kenapa ya, kenapa hati gue sakit ngelihat Han berduaan sama wanita lain.."
Nessa menutup mukanya dengan bantal.
" Ini salahku, kenapa aku gak pernah nanya Han sudah punya pacar atau belum. Mas Vano kan bisa aja salah.."
__ADS_1
" Bodoh.. Bodoh... Gue bener-bener bodoh.."