Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 28


__ADS_3

" Sayang aku yakin kamu pasti datang," Senyuman terus mengembang dibibir Alexa.


"Apa lagi yang mau dibicarakan.." Vano tampak acuh


"Duduk lah dulu, kita makan. Nanti lanjut lagi ngobrolnya."


Alexa mengangkat tangan dan memanggil waiters, Alexa masih hafal makanan kesukaan Vano.


Tak lama menu yang ia pesan sudah tersaji diatas meja, keduanya menikmati makan siang dalam diam.


"Van.. bisakah hubungan kita seperti dulu lagi..??"


"kamu gila, aku sudah menikah.."


"Aku tau, dan aku gak keberatan dengan istrimu.."


"Istriku yang keberatan denganmu, kalaupun aku belum menikah belum tentu aku mau balikan denganmu"


Vano menatap Alexa, tubuhnya sedikit terjingkat saat tiba-tiba Alexa memegang tangannya.


"Maafkan aku Van, sekarang aku sudah menerima konsekuensi dari perbuatanku. Lihat karirku berantakan, andai dulu aku mendengarkan kata-kata mu mungkin kita sudah menikah." Alexa terisak dihadapan Vano.


"Bantu aku mendapatkan pekerjaan Van, aku mohon,"


Masih seperti beberapa tahun yang lalu, hati Vano sakit saat melihat Alexa menangis dihadapan ya.


"Sekarang kamu tinggal dimana.??" Nada bicara Vano mulai melunak.


"Aku numpang tinggal di apartemen milik temanku, hanya sementara sampai aku mendapat pekerjaan lagi "


"Besok temui aku jam 09:00, aku harus kembali ke kantor."


Setelah dirasa selesai Vano bergegas meninggalkan restoran, kini mobil Vano melaju menuju gedung Mahkota Group.


Alexa tersenyum, rasa cinta Vano tidak mungkin hilang dengan mudah. Mengingat hubungan keduanya sudah terjalin lama, Alexa menaiki taksi ke apartemen.

__ADS_1


Saat pintu terbuka terlihat seseorang sedang berbaring diatas ranjang.


"Sayang aku datang."


Seseorang yang sedang berbaring segera duduk, tersenyum melihat siapa yang mendekat ke ranjang.


Keduanya berpelukan hangat, seperti pasangan yang sudah lama tidak bertemu.


"Dari mana saja, aku merindukanmu..?"


"Aku habis bertemu Vano, aku minta untuk dicarikan pekerjaan."


"Lalu..??"


"Besok aku diminta menemuinya lagi."


Kedua pasangan sejoli ini menghabiskan siang diatas ranjang panasnya, hingga tertidur pulas karena kelelahan.


**


Terlalu serius hingga tidak menyadari seseorang sudah berdiri diseberang meja kerjanya.


"Ada yang bisa gue bantu Van."


"Bentar lagi selesai Han, dari kapan Lo berdiri disitu.?"


"Beneran gak denger Lo ya, gue mau cabut duluan."


" Bentar lagi gue nyusul.."


Tepat satu jam setelah kepergian Han, Vano pun telah selesai dengan pekerjaannya. Vano segera membereskan meja dan beranjak dari duduknya.


Lift terbuka dan membawa Vano ke lantai dasar, sepanjang perjalanan dari ruangan ke lobby para karyawan yang berpapasan dengan Vano menyapa bosnya, Vano dengan ramah membalas sapaan mereka dengan senyum.


***

__ADS_1


Vano melangkah gontai memasuki rumah, terlihat Ayra sedang duduk dimeja makan.


"Sore sayang.. Istriku lagi ngapain disini..?"


"Habis makan bakso mas, sambil lihatin mbok Yem sama mbk Saroh masak."


"Sore den Vano," Kedua asisten rumah tangga menyapa Vano.


"Sore juga.."


"Kelihatanya enak tu bakso, Sampek bersih gitu mangkoknya."


"Enak banget mas, mau tak kasih tapi mas Vano telat datengnya."


"Pesen dimana tadi baksonya.?"


"Depan gang rumah kita mas, disebelah apotek. Tadi niatnya jalan-jalan sama mbk Dina ke apotek, lihat bakso jadi pengen."


"Mas Vano capek..?" Ayra mengambil tas dan Jas Vano.


"Tadinya capek, lihat istriku bahagia jadi ilang deh capeknya."


Kedua pasangan halal ini berjalan menaiki anak tangga menuju kamar.


"Mbok.. Den Vano Ama non Ayra serasi banget ya..?"


"Kamu itu ngomongin apa Roh, namanya juga jodoh. Kata pepatah jodoh kan cerminn diri kita."


"Tapi ini beda mbok, auranya terpancar. Saroh jadi pengen punya suami kaya den Vano."


"Eh... ngaca Sarohhhhh..."


"Maksud saroh yang sebaik dan setulus den Vano mbok..."


"Nanti aja menghayalnya, lanjutin tu goreng ayamnya. keburu den Vano makan malah belum mateng."

__ADS_1


__ADS_2