Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 62


__ADS_3

Han kembali ke kantor bersama Nessa, keduanya terlihat bahagia dengan mengulas senyum sepanjang perjalanan dari lobby ke ruangan kerja Han.


Han duduk di kursi kebesaranya dan Nessa berada diseberang meja Han.


Tiba-tiba Han memegang tangan Nessa.


" Ness maafkan aku, aku begitu mengagumi mu. Tapi aku takut.." Han menghentikan perkataannya.


Nessa mengerutkan dahinya.


" Takut kenapa Han..?"


" Kita jauh berbeda Ness, keluargamu orang terpandang di negara ini. Sedangkan aku bukanlah siapa-siapa, aku mencoba menghilangkan perasaan untukmu nyatanya aku gak bisa.."


" Han... Jangan melihat seseorang dari apa yang mereka miliki, tapi lihatlah bagaimana mereka memperlakukanmu.."


" Aku menyukaimu Ness, sejak awal kita baikan." Han menggenggam erat kedua tangan Nessa.


Nessa tersenyum melihat kegugupan Han, rasanya ingin tertawa lepas tapi dirinya takut akan membuat Han semakin menakutinya.


" Kenapa malah senyum..?"


" Enggak apa-apa.."


" Ya sudah mungkin menurutmu ini sebuah lelucon."


" Han.. Aku juga menyukaimu.."


Seketika berbinar, tidak menyangka perasaanya terbalaskan.


" Sungguh...?"


" Iya.." Nessa mengangguk-qnggukkan kepalanya.


" Akhirnya semua sesuai dengan apa yang aku inginkan.."


" Waktu itu aku cemburu melihat kamu berduaan sama wanita lain, hatiku sakit tapi aku sadar aku bukanlah siapa-siapa nya kamu.."


" Gimana selanjutnya hubungan kita..?"


" Aku gak mau dipermainkan Han, usia kita bukan lagi waktunya bermain-main.."


" Aku akan segera memintamu sama kedua orang tuamu Ness, tapi tunggu aku siap ya. Secepatnya pasti.."


" Aku tunggu Han.."


***


Dert...Dert....Dert....


Ponsel milik Rima bergetar diatas meja kerjangnya, sekilas ia melirik ke arah layar tertera nama kakanya disana.


Segera ia menggeser gambar telepon berwarna hijau dan menempelkan benda pipih itu pada telinganya.


" Iya kak.."


" Kamu nanti pulang jam berapa.."


" Bentar lagi kak jam 03:00.."


"Kakak mau ketemu, ada yang mau kakak bicarakan. Kita ketemuan di tempat biasa ya, sekalian makan-makan.


Setelah panggilan berakhir Han kembali menatap wanita yang ada didepannya.


" Gimana...?"


" Iya Rima setuju. Aku selesaikan dulu pekerjaan ku terus kita berangkat."

__ADS_1


Nessa duduk disofa menunggu Han menyelesaikan pekerjaannya, Nessa hanya memainkan ponsel miliknya. Bosen bermain ponsel Nessa tiduran di sofa, semua tidak luput dari perhatian Han.


" Ayo sayang kita berangkat..!" Ucap Han menghampiri Nessa di sofa.


" Kamu manggil aku apa...?"


" Sayang... Emang gak boleh..?"


" Boleh tapi jangan hanya ngomong doank, dibuktikan.."


" Pasti lah.."


Keduanya berjalan keluar kantor dengan mengendari mobil Nessa menuju tempat yang telah disepakati bersama Rima.


Rima yang telah sampai duluan duduk ditempat yang biasanya dirinya tempati bersama kakaknya. Tak berapa lama Vano sudah berada disebelah Rima.


" Udah lama dek..?"


" Udah kakak sih lama.." Rima pura-pura memasang wajah kesal.


" Kenalin ini calon kakak iparmu.."


Rima memutar tempat duduknya dan segera berdiri, ia mendapati seorang wanita cantik tersenyum ke arahnya.


" Eh maaf kak, aku kira kak Han sendiri."


" Gak apa-apa. Hallo aku Nessa.." Nessa mengulurkan tanganya ke Rima.


Rima segera menyambut uluran tangan Nessa.


" Aku Rima kak, adiknya kak Han.."


" Iya kakakmu banyak cerita tentangmu.."


" Ayo ayo ngobrol sambil duduk.." Han mengajak keduanya untuk duduk.


Perkenalan hari ini mereka akhiri disini, dan akan melanjutkan lagi lain waktu. Karena Rima pulang bekerja ia terlihat sangat lelah.


" Gimana kalau kita anterin kamu pulang ke apartemen..?" Ucap Nessa.


" Gak usah kak, aku naik taksi aja. Kakak pulang lah duduluan.."


Mereka berpisah lobby dengan Han yang akan mengantar Nessa pulang lebih dulu.


***


Di mansion semua orang sudah mulai disibukkan dengan berbagai pekerjaan, 2 hari lagi akan di adakan acara aqiqah untuk baby Shireen.


Ayra sedang menidurkan Shireen di kamarnya sedangkan Vano berada disofa bawah ruang tamu, Vano sedang menerima tamu pihak WO yang akan mendekorasi tempat acara lusa.


Masuk seorang wanita dengan buru-buru dan sedikit berlari. Vano yang mendengar langkah kaki menghentak lantai menoleh ke sumber suara.


" Mama... Jangan lari-larian nanti jatuh gimana..?"


" Eh kamu Van, dimana cucu mama..?"


" Ada di atas ma, Ayra sedang menidurkan Shireen."


" Papa baru nyampek Pa.."


" Iya nie dari bandara langsung kesini.."


" Eh...Eh... Ngobrolnya nanti aja, ketemu cucu dulu."


Vano dan papa Reno mendadak langsung terdiam, Vano membawa kedua orang tuanya naik ke atas menggunakan lift.


Sesampainya didepan kamar Vano meminta orang tuanya untuk diam lebih dulu, ia akan memberi kejutan pada istrinya.

__ADS_1


Ceklekk....


" Sayang coba tebak siapa yang datang..?"


" Siapa mas, Rima ya..."


Vano menggeleng-gelengkan kepalanya dan membuka pintu lebar-lebar, masuklah kedua orang tua Vano.


Taraaaaa....


" Papa Mama..., Katanya lusa kok udah nyampek aja.."


" Mau kasih kejutan untuk menantu Mama.."


Kedua orang tua Vano langsung menghampiri bok bayi dimana tempat Shireen tertidur.


" Sayang Oma datang, bangun donk. Cantik sekali cucu Oma.."


Oma Mely langsung mengambil Shireen dari bok nya, ia menimang-nimang gadis kecil itu dalam gendongannya.


" Mama.. Kok Shireen gak bangun-bangun.."


" Iya Pa, pules banget. Padahal Oma dan Opa nya kangen banget."


" Iya Pa tadi Shireen baru aja tidur soalnya."


Mama Mely membawa Shireen keluar kamar dan di ikuti papa Reno, Vano dan Ayra. Semuanya duduk disofa dan mengobrol disana, dengan Shireen yang masih pules di pangkuan Oma nya.


"Van di depan kok ada mobil Han, dimana anak itu..?"


" Paling nganterin Nessa pulang Pa.."


" Nessa... Nessa siapa..?"


" Nessa anak temenya Papa lah..?"


" Serius kamu Van..?"


" Serius Ma, tanya aja sama Ayra. Iya kan sayang..?"


" Iya Pa Ma, tadi Nessa kesini jengukin Ayra. Terus kak Han datang dibawah urusan kantor sama mas Vano, Nessa pamit pulang kak Han ikutan ngilang.."


" Ma.. Shireen biar sama mbak aja. Mama capek baru datang, makan dulu Pa Ma.."


" Mbak Shireen tidurin di bok aja.."


" Baik Nyonya.."


" Apa Han dan Nessa pacaran..?"


" Han itu suka sama Nessa, tapi takut karena Om Pram kan rekan bisnis Papa. Nessa juga anak tunggal, minder sendiri Han."


" Kalau mereka saling suka kan gak apa-apa Van, Pram juga baik orangnya.."


" Kalau Nessa kayaknya juga sama Pa, tapi masih belum ada pembicaraan kesana.."


" Oia lusa undang Nessa dan orang tuanya kesini ya, Papa udah lama gak ketemu Pram juga.."


" Iya Pa..."


Setelah makan malam selesai Mama Mely dan Papa Reno masuk ke kamar nya. Papa Reno berbaring di ranjang disusul Mama disebelahnya.


" Pa bilang sama Pram masalah anaknya. Han juga kaki-kaki baik, kalau masalah yang lain Pram bisa ngatasi lah.."


" Iya Ma, Papa ingat waktu kita pertama kali kenal Han dan Rima. Waktu itu mereka baru kehilangan kedua orang tuanya, Papa berjanji akan memberikan pendidikan yang terbaik untuk mereka berdua.


" Iya Pa, kita antarkan Han dan Rima hingga mendapatkan jodohnya masing-masing. Mama juga menganggap Han dan Rima sama seperti Vano."

__ADS_1


__ADS_2