Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode20


__ADS_3

Besok pagi adalah hari keberangkatan nya bulan madu, Khayra memilih ke new York.


Alasannya sekalian menjenguk nenek Vano yang kurang sehat, ini juga yang menjadi penyebab mama Mely dan papa Reno belum kembali ke Indonesia.


Ayra sudah sangat merindukan papa Reno dan mama Mely, sudah hampir 3 bulan lamanya belum ketemu. Walaupun hampir setiap hari mereka berkabar tapi bagi Ayra belum mengobati rindu pada keduanya.


Ayra sedang berkemas pakainya dan Vano yang ia masukkan kedalam satu koper milik Vano.


"sayang gak usah terlalu banyak bawa pakaian, Nanti kita beli disana.."


Ayra menurut saja dengan yang Vano ucapkan, Ayra hanya membawa beberapa baju begitupun dengan suaminya.


Vano menyandarkan punggungnya dikepala kasur, dengan ayra didepanya yang menyandar ditubuhnya.


Tangan Vano memeluk dari belakang.


"Sayang tamunya udah selesai.." Tangan yang satunya membelai rambut istrinya.


"Mungkin besok bee.."


"Kenapa lama sekali..?"


"Udah jatahnya satu Minggu.."


Keduanya tidur dengan berpelukan, Ayra yang membenamkan kepalanya didada suaminya dan Vano memeluk tubuh istrinya.


****


Setelah keduanya selesai sarapan mang Dadang sudah menunggu disamping mobilnya, semua barang sudah dimasukkan dalam bagasi.


"Sudah siap sayang..?"


"siap boss..." Keduanya terkekeh


"Sudah masuk semua mang..?"


"Sudah den, gak ada yang ketinggalan."


Mang Dadang membukakan pintu mobil untuk majikanya, kemudian melajukan mobil meninggalkan kediaman Vano.

__ADS_1


Kini Ayra dan Vano sudah berada didalam pesawat pribadi milik papa Reno, keduanya akan segera bertolak ke new York.


Ayra begitu kagum melihat keindahan didalam pesawat ini, desain dalamnya terlihat sangat mewah. Tempat duduknya bisa digunakan untuk berselonjor dan sangat nyaman sekali, setelah pramugara melaporkan pada Vano bahwa pesawat akan segera lepas landas. Vano mengangguk tanda setuju.


Dua orang pramugari datang membawakan minuman dan camilan, dan meletakkan didepan meja tempat kedua majikanya duduk.


"Silahkan tuan, Nyonya." ucap salah seorang pramugari


"Terimakasih.." Ayra tersenyum ramah.


Vano tak bergeming sedikitpun, masih fokus menatap laptop didepanya. Melihat beberapa email yang masuk dari asisten Han.


"sayang ayo ku antar ke kamar, istirahat aja perjalanan masih jauh..!"


Ayra pun berdiri meraih tangan Vano, keduanya berjalan memasuki sebuah ruangan yang tak kalah mewah.


Tempat tidur yang ukuranya king size, kamar mandi mewah dan terdapat satu stel sofa kulit disana.


"Sayang istirahatlah dulu, 5 menit lagi aku menyusul. Ada sedikit pekerjaan dari Han.."


"Heem bee.."


Tak berapa lama khayra pun terlelap, Vano masih menatap layar laptop nya. Segera ia menyelesaikannya kemudian menyusul istrinya ke kamar.


Vano menatap lekat muka istrinya yang sedang tertidur, ada rasa damai disana. Vano meraih tangan istrinya dan menciumnya, "Sayang walaupun badai datang dirumah tangga kita, aku akan selalu mencintaimu tanpa syarat."


Kata-kata yang hanya bisa didengarnya sendiri, karena istrinya masih terlelap. Vano memeluknya dari belakang menyusul istrinya bermimpi indah.


Ayra tersentak kaget, ia mulai mengerjapkan matanya melihat sekeliling. Bukan dikamarnya, mencoba mengingat-ingat lagi. Oia dirinya dan Vano sedang berada di pesawat akan berbulan madu, posisinya dan Vano saling berhadapan. Dipandanginya wajah tampan suaminya, hidung Manjung, garis tegas tergambar disana.


Tanganya mengelus-elus kepala Vano, membuat yang empunya kepala bertambah nyenyak.


Ayra beranjak keluar kamar, perutnya terasa lapar gak terasa ia tertidur selama 2 jam. Kembali ke sofa memakan roti yang ada dimeja dengan segelas susu, sangat cukup untuk mengganjal perutnya.


Pandanganya keluar jendela menatap awan putih suasana begitu cerah, tiba-tiba tangan kekar memeluknya dari belakang. Dagunnya ia gesek-gesekan dipundak istrinya.


Ia sangat mengenal aroma tubuh suaminya, "Sayang mas kok gak dibangunin..?"


Ayra berbalik dan kini keduanya berhadapan.

__ADS_1


"Tidur lagi kalau masih ngantuk Bee..?"


"Gulingku gak ada ditempat makanya aku bangun.."


"Sayang ayo makan siang dulu.."


Vano menggandeng tangan istrinya menuju ruang makan yang ada didalam pesawat, disebuah ruangan terdapat meja makan yang cukup besar dengan 9 kursi. Diatas meja sudah tertata rapi beberapa menu favorit bosnya, masih mengepulkan asap bertanda baru diangkat dari atas kompor.


Papa Reno memperkerjakan seorang chef terbaik didalam pesawat nya, berbagai menu yang disajikan adalah menu andalan chef Ardi.


"sayang kamu menyukainya.."


Ayra hanya menjawab dengan anggukan, pipi kanan dan kirinya sedikit menyempul dengan mulut penuh makanan.


Vano yang melihatnya semakin gemas, tanganya terulur penghapus sisa makanan yang tertinggal disamping bibir istrinya dengan ibu jarinya.


"Pelan-pelan makanya, aku tungguin.." ucap Vano dengan senyum mengembang di bibirnya


Makan siang selesai keduanya berjalan masuk ke dalam kamar, Ayra langsung ke kamar mandi sedang Vano masih bersantai diatas kasur.


Ayra keluar kamar mandi masih menggunakan bathrobe Vano yang melihat menelan salivanya susah payah. Vano segera berdiri fmdan memeluk istrinya dari belakang.


"Sayang kamu godain aku yaa..?"


"Siapa yang godain sih bee.."


"Dedek ku berdiri tank, tanggung jawab.."


Vano menuntun istrinya ke tempat tidur, ia segera mencium bibir Cherry istrinya. Keduanya menikmati ciuman panas yang semakin lama semakin menuntut lebih.


Vano segera membuka pakaianya, terpampang tubuk Vano yang berotot didepan Ayra. Setelah tubuhnya polos tanpa selembar benang pun, kini Vano mulai melucuti Bathrobe istrinya.


Vano tak melewatkan tubuh istrinya sedikitpun, begitu juga dengan Ayra.


Tak lama mereka sudah melakukan penyatuan, dengan bermandikan keringat keduanya memberi kepuasan satu sama lain.


Hingga akhirnya Vano menanam benih ungguh ditubuh istrinya.


Dengan nafas yang tersengal-sengal Vano merebahkan tubuhnya disamping istrinya, "Sayang terimakasih.." Vano mencium sayang kening istrinya.

__ADS_1


Ayra hanya tersenyum dengan mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan.


__ADS_2