Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode21


__ADS_3

Papa Reno sudah meminta supirnya menjemput Vano dan Ayra dari setengah jam yang lalu.


Mungkin sebentar lagi keduanya akan tiba dikediaman grandma Vano, Ayra yang begitu antusias memandangi jalanan kota new York dari kaca jendela mobil.


Senyuman terus mengembang dibibirnya, Vano yang tak melepaskan genggaman tangan Ayra sedikitpun.


Vano menyandarkan kepalanya pada head restraint dengan memejamkan matanya, perjalanan kali ini terasa sangat melelahkan.


"Den Vano kita sudah sampai Den.." Ucap supir papa Reno.


Vano segera membuka matanya, setelah pintu mobil dibuka Vano dan Ayra turun dengan tangan Vano masih menggandeng tangan Ayra.


"assalamualaikum Pa Ma.. " Ucap Vano


"walaukumsalam..." Papa Reno dan mama Mely menjawab bersamaan.


Setelah keduanya cipika-cipiki dengan orang tua dan mertuanya, mama meminta ART dirumah untuk membawakan minuman hangat.


"Ma.. Gema dimana?"


"Kalian berdua ke kamar gema, pasti gema sudah nungguin.."


"Ayo sayang.." Vano menggenggam tangan istrinya.


"Pa Ma kita duluan.."


"Iya sayang, ikutlah suamimu.."


Mama Mely tersenyum melihat keharmonisan anak dan menantunya


"Mama kok senyum-senyum sendiri, pasti ingat kita pengantin baru dulu.."


"Apaan sih pa.."


Ceklek....


"Gema.. Vano masuk..?"


"Pelan-pelan Gema, Ayra bantu gema bangun ya.." Ayra pun segera membantu gema untuk bangun, dan meletakkan bantal dibelakang punggungnya untuk bersandar.


Wanita berusia 70 tahun itu terlihat lebih muda dari usianya, hanya saja 3 bulan yang lalu terjatuh dikamar mandi mengakibatkan pergeseran pada tulang belakang.

__ADS_1


Dokter menyarankan istirahat total 3 bulan, gak boleh banyak gerak agar cepet sembuh.


Papa Reno dan mama Mely memutuskan untuk tinggal di new York sampai gema bener-bener sembuh, perusahannya diserahkan pada orang kepercayaan papa Reno dari sini juga papa masih memantau perusahannya.


"Cucu gema udah datang, lama sekali gak main kesini." gema memegang tangan Vano.


"Gema... ini khayra istri Vano.."


"Cantik sekali cucuku.." Gema beralih memegang Ayra.


"Terimakasih Gema, cepet sembuh ya nanti Ayra sama mas Vano sering-sering main kesini."


"Main bertiga sama cicit Gema juga.." Ketiganya tertawa.


Lama sekali keduanya dikamar sang nenek, mengobrol banyak hal. Gema meminta keduanya untuk istirahat dikamar Vano, kamar Vano ada dilantai atas.


"Sayang... Emangnya gak apa-apa kita bulan madu disini..?


"Gak apa-apa Bee, aku malah seneng banget. Gak enak kan kita jalan-jalan sementara gema sedang sakit."


"Terimakasih sayang,.." Vano menciumi pucuk kepala istrinya.


Khayra yang bangun lebih dulu memilih untuk turun kedapur, ia ingin membuatkan minuman untuk semua keluarga.


"Pagi non Ayra.." sapa beberapa pelayan yang ada didapur.


"pagi Mbok.. Mbok aku mau bikin teh hangat untuk anggota keluarga lainnya."


"Iya Non silahkan, untuk nyonya besar susu yang ada disini Non." Salah seorang menunjukkan bubuk susu didalam toples.


Vano yang terbangun dengan meraba-raba tempat tidur disebelahnya kosong segera bangkit, dilihatnya Ayra sudah tidak ditempat.


Vano segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Vano segera menyusul istrinya ke bawah.


"Pagi sayang.. lagi ngapain..?"


"Ini bee ada teh anget." Ayra meletakkan secangkir teh didepan Vano.


"Pagi sayang.."


"Pagi pa, pagi Ma.. "

__ADS_1


"Kamu gak usah repot-repot bikin minuman segala sayang, tinggal minta aja..!"


"Gak apa-apa Ma, lagian Ayra juga bingung mau ngapain."


"Pagi Gema..?"


"Pagi cucu Oma,.." Vano segera mengambil alih dorongan kursi roda dari pelayannya.


"Gema silahkan, susu buat Gema..!"


"Terimakasih cucuku yang cantik.." Oma menerima segelas susu dari tangan Ayra.


"Van ajak istrimu keliling-keliling biar gak bosen dirumah terus.." gema menunggu jawaban dari Vano dengan tatapanya.


"Nanti emang kita rencana mau keluar Gema.."


Setelah acara breakfast selesai papa Reno dan mama Mely berangkat ke sebuah acara sahabat papa, mungkin malam keduanya akan kembali kerumah.


Vano yang akan mengajak istrinya melihat musim semi di macon. Macon juga masuk dalam daftar destinasi wisata musim semi di Amerika yang cukup populer di kalangan wisatawan. Macon terkenal sebagai ibukota Bunga Sakura di dunia.


Jika berkunjung pada minggu kedua atau ketiga pada bulan Maret, bisa melihat International Cherry Blossom Festival. Saat festival ini berlangsung, kota Macon akan dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran dengan indahnya.


Keduanya menggunakan jet pribadi milik papa Reno dengan jarak tempuh kurang lebih 6 jam, Ayra hanya mengikut kemana suaminya akan membawanya.



Rasa lelah keduanya terbayar tatkala melihat bunga-bunga yang bermekaran dengan sangat indahnya.


Khayra tak berhenti menatapnya dengan tatapan penuh kagum, bibirnya selalu mengulas senyum. Sungguh pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya.


"Sayang kamu menyukainya..?"


"Sangat Bee, amazing.."


"Kita akan ke tempat ini kapanpun kamu inginkan.."


"Benarkah...?" Khayra menatap Vano penuh tanya.


"Yaa..." Vano mengecup punggung tangan istrinya.


"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia.." Ayra memeluk tubuh kekar suaminya dan menyandarkan kepalanya didada bidangnya.

__ADS_1


__ADS_2