Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 25


__ADS_3

"Ma.. kenapa nasib kita sial begini?"


"Sayang jangan ngomong gitu, besok kita akan pindah kerumah yang lebih bagus dari rumah anak sialan itu."


"Dion pasti secepatnya bawa kita pindah Ma.."


"Tidur gih, mama capek. Besok kita harus pindahan lagi , nyiapin tenaga."


Kedua wanita beda usia itu mulai memasuki alam bawah sadar, keduanya menaruh harapan besar pada Dion. Sosok yang sangat baik Dimata Sarah dan Amel.


***


Disebuah tempat yang gelap dengan lampu remang-remang terdengar suara musik yang cukup kenceng, seorang lelaki berulangkali meneguk dari beberapa botol minuman yang ada didepannya.


Disampingnya duduk seorang gadis dengan pakaian sangat seksi.


Dion yang menikmati dunianya, sebagian kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan dibatalkan sepihak. Dengan alasan mereka sudah mendapatkan model yang lebih bertalenta ketimbng Amel, yang mungkin denganya bisa mendongkrak popularitas perusahaanya.


Belum lagi tuntutan Amel yang minta dicarikan rumah mewah.


Pikirannya melayang jauh, jika popularitas Amel anjlok siapa yang akan menjadi mesin ATM nya. Selama ini kehidupannya bergantung dari hasil keringat kekasihnya.

__ADS_1


Meskipun Amel bukan satu-satunya wanita yang dekat denganya, Dion sosok laki-laki yang suka pergaulan bebas, menyukai keramaian ditempat gelap dan laki-laki yang gemar merayu gadis yang bergelimang harta.


Dengan ketampananya bisa dipastikan tidak ada wanita yang sanggup menolak gombalanya.


Melihat Dion yang terus meneguk minuman dari botol Dina gadis disampingnya tersenyum kecut, "aku akan mendapatkanmu malam ini.." batinya.


Tak berapa lama Dion meletakkan kepalanya di atas meja, dengan mata yang tertutup.


Setelah lenganya digoyang-goyangkan tak ada sahutan dari Dion, wanita itu segera memapah Dion menaiki anak tangga.


Setelah melewati lorong sampailah keduanya didepan sebuah pintu, gadis itu segera merogoh isi tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana.


Sebuah kunci untuk membuka pintu, dan pintupun terbuka masuklah keduanya disebuah ruangan.


Tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka dan muncullah sosok Dina dari sana, dengan pakaian yang tembus pandang seperti saringan.


Dina mulai merangkak diatas kasur, ia merebahkan kepalanya diatas dada bidang Dion.


"Aku akan membuat sekenario seolah-olah kamu meniduriku.."


Berlahan Dina mulai melepaskan pakaian yang menempel pada tubuh Dion dan membuangnya kesembarang tempat, hingga tak sehelai benangpun tersisa disana.

__ADS_1


ia menutup tubuh polos Dion dengan selimut, keduanya terlelap dengan saling berpelukan.


Silau cahaya matahari memasuki kamar melalui jendela Dion mulai mengerjapkan matanya, kepalanya sangat berat berusaha dibangunkanya.


Setelah berhasil duduk Dion sadar ini bukan dikamarnya, saat matanya memandang sekeliling. Alangkah kagetnya ada seorang gadis disebelahnya, saat Dion akan bangun dengan tak kalah kaget ia melihat tubuh polosnya.


"Apa yang gue lakukan semalam, kenapa gue gak mengingatnya sama sekali."


Merasa tempat tidurnya bergerak Dina pun membuka matanya.


"Sayang kamu sudah bangun..?"


"Apa yang kita lakukan semalam, apa kamu menjebakku..?"


"Memangnya kalau laki-laki dan wanita dewasa tidur satu ranjang melakukan apa..?


Kamu mabok berat, kamu juga yang ngajakin aku.."


"Hah... " Dion memukul kepalanya dengan tangannya.


"Hal kayak gini bukanya menjadi pekerjaan kamu, jadi bukan hal pertama. Kamu kan wanita penghibur.."

__ADS_1


"Aku rasa ini juga bukan hal pertama bagimu.."


Dion segera bangkit dan memunguti pakainya, setelah selesai ia pun pergi meninggalkan kamar Dina tanpa sepatah katapun.


__ADS_2