
" Han bagaimana kalau kamu mengelola cabang perusahaan yang ada di Singapura..?"
" Hem.. Saya masih harus banyak belajar lagi Om.."
" Ya gak apa-apa belajarnya sambil jalan, Om lihat kinerja mu bagus.."
Han hanya terdiam bingung apa yang harus ia katakan pada Papa Reno.
" Kamu pikir-pikir dulu, atau kamu mau menikah dalam waktu dekat ini..?"
Han menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
" Calon aja belum punya Om.."
" Kamu sih terlalu sibuk bekerja. Liburan sana, pikirkan berapa usiamu sekarang. Ntar keduluan Rima gimana..?"
Han kembali menatap layar komputer didepanya dan menyelesaikan pekerjaannya, agar bisa segera pulang.
Hari Sabtu biasanya Han akan keluar dari kantor tepat pukul 12:00 setelah makan siang, setiap hari aktivitas nya masih sama hanya kekantor dan balik lagi kerumah.
***
Malam Minggu Ayra akan berkunjung ke rumah mertuanya, tepat pukul 19:00 mobil Ayra keluar dari halaman mansion.
Tak jauh dari mobilnya ada sebuah mobil yang sejak tadi mengikutinya
Tak salah lagi itu mobil Vano, setiap hari Vano selalu menyempatkan untuk melihat tempat tinggal istrinya.
Biasanya ia memarkirkan mobilnya tak jauh dari gerbang, dan menunggu dimobil sekitar 20 menit.
Seperti saat ini, jika beruntung akan melihat mobil istrinya keluar dan mengikutinya dari belakang.
Setelah berjalan sekitar 60 menit, mobil yang membawa Ayra memasuki halaman rumah Papa Reno.
Mama Mely dan Papa Reno sudah menunggunya dikursi teras rumahnya, senyuman terus mengembang dikedua pipi Mama Mely.
" Selamat malam Pa.. Ma.."
" Malam sayang.."
Ayra segera meraih tangan mertuanya dan mencium punggung tangannya, begitu juga ia lakukan pada Papa Reno.
" Ayo kita masuk, langsung makan aja ya..?" ucap mama Mely.
" Sayang gimana keadaan cucu papa..?"
" Alhamdulillah sehat Pa, Ayra gak ada keluhan apa-apa.."
" Pinternya cucu Opa, gak menyusahkan Mama nya.."
" Sayang ini mbok sudah masak makanan kesukaanmu, makan yang banyak yaa..? Biar cucu mama sehat.."
" Iya Ma.., Mama kok repot-repot nyiapin ini semua..?" Ayra yang melihat begitu banyak makanan diatas meja.
__ADS_1
" Tidak ada yang repot untuk putri Mama, makan yang banyak sayang.."
Ketiganya makan dengan diselingi obrolan-obrolan kecil. Acara makan sudah selesai, ketiganya memilih untuk duduk disofa tengah atau ruang tamu.
" Ayra ngobrol sama Mama dulu yaa, papa mau ke ruang kerja ada kerjaan sedikit yang harus papa selesaikan."
" Iya Pa.., gak apa-apa Papa kerja dulu aja. Ada Mama disini.."
" Atau mau tidur disini, gak usah pulang ya ini kan juga rumah kamu ."
" Lain kali aja Pa, besok Ayra ada janji sama Rima.."
Papa Reno segera naik ke lantai 2 dimana ruang kerjanya berada, Papa Reno tidak benar-benar ingin bekerja. Ia hanya memberikan waktu pada istri dan menantunya untuk mengobrol.
Takutnya Ayra akan merasa canggung bila dirinya disana.
" Ma...." Ada sedikit sedikit keraguan dihati ayra untuk mengatakan kepada vano Mama Mely.
" Iya sayang.."
Keduanya duduk berdampingan dengan kedua tangan saling menggenggam.
" Rencananya Ayra akan tinggal diluar negeri untuk beberapa waktu Ma.." Ayra berkata pelan.
" It's oke sayang, kalau itu bikin Ayra seneng lakukan. Mama selalu kasih support dan do'a."
" Mama gak apa-apa..?"
" Ya gak apa-apa donk Nak, emang seharusnya kamu butuh liburan. Supaya gak terbebani dengan keadaan sulit sekarang."
" Kabarin mama kalau mau pergi ya..."
" Iya Ma, pasti.."
Keduanya mengobrol cukup lama, Ayra yang sedang berbaring disofa dengan kepalanya berada dipangkuan Mama Mely. Mama Mely sesekali membelai kepala dan rambut menantunya, terlihat betapa Mama Mely begitu sangat menyayangi menantunya.
" Ma... Apa Mama kenal sama Alexa..?"
" Kenal lah, dulu Vano pulang dengan membawa Alexa. Dengan maksud ingin mengenalkan Alexa pada Papa dan Mama, kesan pertama kami baik.
Dia ramah dan mudah akrab tapi begitu Papa dan Mama kembali ke new York, Alexa sering datang kerumah Vano. Kadang Vano lagi diluar Alexa nungguin dirumah, tapi Alexa suka bentak-bentak asisten rumah tangga Vano, suka nyuruh- nyusul seenaknya. Udah kaya nyonya dirumah itu."
" Terus mas Vano tau Alexa kayak gitu Ma.."
" Namanya Vano juga cinta Ra, Dimatanya semua baik gak lihat buruknya Alexa. Sekali waktu mama pergi bertemu sahabat-sahabat mama disebuah restoran, lah Mama lihat Alexa sama laki-laki mesra banget.."
" Menurut orang kepercayaan Papa yang diminta untuk ngikutin Alexa, ternyata Alexa ini tinggal bareng pria disalah satu apartemen. Mama stop gak mau Vano deket-deket sama Alexa lagi."
Ayra dengan tenang mendengarkan mama Mely bercerita, padahal Mama Mely bercerita dengan menggebu-gebu.
***
Papa Reno yang sedang memantau cctv dari layar komputernya tersenyum tipis, Terlihat mobil Vano yang terparkir dipinggir jalan.
__ADS_1
Sejak pertama mobil Vano mengikuti mobil Ayra, dan saat mobil Ayra memasuki gerbang rumahnya Vano hanya menunggu dipinggir jalan.
Kini Papa Reno menuruni anak tangga ingin bergabung dengan istri dan menantunya.
Jarum jam menunjukkan pukul 22:00, Ayra pamit pulang pada mertuanya.
" Ayra pulang dulu ya Pa... Ma..."
" Hati-hati ya sayang, sering-sering main kesini mama kangen terus."
" Iya Ma..." Keduanya berpelukan.
" Pa.. Ayra pulang dulu.." Dengan mencium punggung tangan Papa mertuanya.
" Iya sayang, istirahat yang cukup jaga cucu Papa baik-baik. Kalau butuh apa-apa segera kabarin papa."
" Iya Pa.. Terimakasih.."
Mobil Ayra meninggalkan halaman rumah Papa Reno, tak lama mobil Vano juga ikut meninggalkan rumah orang tuanya.
Terlalu mengantuk dan capek membuat Ayra tertidur didalam mobil, Philips dan Boby mengobrol dengan sangat pelan takut akan mengganggu tidur sang majikanya
Mobil sudah memasuki halaman mansion, dan sudah terparkir disana. Roby dan Philips gak berani untuk membangunkan Ayra, keduanya hanya mematung.
Pak Yoseph yang melihat mobil sudah terparkir dan tidak ada yang keluar dari sana segera menghampiri.
Philips membuka sedikit kaca jendela mobil.
" Pak Yos, Non Ayra tertidur bagaimana cara membangunkannya." Philips berkata dengan sangat pelan.
Pak Yoseph pun sedikit melihat kebelakang dimana majikanya tertidur, terlihat begitu pulang mungkin Nona mudanya terlalu lelah.
Ia juga gak sampai hati untuk membangunkannya, tetapi kasihan majikanya kalau terus tertidur didalam mobil.
Pak Yoseph pun membuka pintu belakang, dan benar juga Ayra pun tak terusik dengan suara pintu terbuka.
" Nona muda..." masih belum ada reaksi.
" Nona.." Masih sama
" Non Ayra, bangun Non.." Ayra pun terbangun kaget.
" Dimana ini Bob, kenapa mobilnya berhenti.."
" Maaf Nona saya membangunkan, Nona sudah sampai dihalaman mansion."
Ayra melihat sekeliling dan benar ini sudah dihalaman.
" Ya ampun pak Yos aku ketiduran."
" Mungkin Nona terlalu capek, mari non saya bantu."
Pak Yoseph membantu Ayra turun dari mobil, Ayra pun melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion dan menaiki lift naik ke atas dimana kamarnya berada.
__ADS_1
Setelah memastikan majikanya masuk kamar, Philips, Boby dan pak Yoseph pun turun kembali.