Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 26


__ADS_3

Pagi hari Amel dan Sarah terlihat begitu heboh, Amel yang mondar-mandir dengan mencoba menghubungi seseorang dari ponselnya.


Berulang kali ia melakukan panggilan, berulang kali juga tak ada jawaban dari seberang sana.


Hanya suara operator yang memintanya menghubungi lagi beberapa saat.


"Dimana sih Lo Dion...?"


Amel mulai terlihat kesal, Sarah yang melihat kekesalan Amel juga merasa kesal.


"Mel kenapa kita beli rumah harus lewat Dion, beli sendiri donk daripada nungguin gak jelas gini." Sarah terlihat sewot.


"Ya gak bisa donk Ma, Dion kan manager Amel. Semua keuangan dia yang pegang."


"Bagaimana kalau Dion bohongin Lo,?"


"Maksud Mama apa..? Dion tu sayang banget Ma sama Amel.."


"Itukan menurut kamu.."


"Ya udah lah Ma, yuk keluar cari makan. Laper nie.."


Amel segera menyambar tasnya yang tergeletak diatas sofa, dengan Sarah yang mengikuti langkah anaknya keluar kamar.


Dengan berjalan kaki sekitar 300 meter, kini keduanya memasuki sebuah restoran yang berada diseberang hotel tempatnya menginap.


Tak menunggu lama beberapa menu terhidang dimeja keduanya, aroma makanan yang masih mengepul membuat perutnya semakin memberontak


Keduanya segera mengosongkan isi piringnya, kini semua makanan yang ada dimeja telah berpindah ke dalam perut keduanya.

__ADS_1


"Ma rasanya berat mau jalan kembali ke kamar, kita naik becak aja gimana?"


"Dengan jalan kaki kan kita membakar lemak tubuh, bikin sehat tau. Lagian tinggal nyebrang aja."


"Amel kekasir dulu ya Ma, Mama tunggu disini."


"Mama tunggu diluar aja, sekalian menghirup udara pagi."


Amel bergegas meninggalkan ibunya, saat Amel sedang membayar makannya terdengar suara dua orang sedang mengobrol tak jauh dari tempatnya berdiri.


Suara salah satunya tak asing ditelinga Amel, untuk membuktikan kebenaranya Amel berlahan membalikkan badannya menghadap kebelakang.


Setelah tubuhnya mberbalik sempurna, alangkah terkejutnya Amel melihat Dion sedang berpegangan tangan dengan seorang gadis.


Keduanya yang duduk berhadapan dan tangan Dion memegang kedua tangan gadis itu, Amel takut jika matanya salah melihat.


Amel melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri keduanya.


"Brakkk...". Amel memukul kepala Dion dengan tasnya.


"Apa-apaan ini, siapa wanita ****** ini."


Dion dengan kepala yang sakit berusaha mengembalikan kesadaranya, dia harus bersikap sesantai mungkin. Seolah-olah gak terjadi apa-apa, agar tak menghilangkan wibawanya.


"Siapa sih Lo, berani-beraninya memukul kepalaku."


"Jadi pukulanku tadi membuatmu amnesia, sehingga Lo gak kenal siapa gue."


"Eh Lo cewek ******, berani-beraninya Lo jalan sama pacar gue.." Tepat telunjuk Amel menunjuk kearah muka gadis dihadapannya.

__ADS_1


"Lo kali yang ******, ngaku-ngaku, Dion aja gak kenal sama elo.."


Emosi Amel sudah tak terbendung lagi, dadanya yang sesak dengan nafas sedikit ngos-ngosan. Amel langsung menarik rambut si cewek, dan terjadilah perkelahian antara keduanya.


Saling Jambak, saling pukul sudah tak terhentikan lagi.


"Dasar ****** murahan..."


"Loe yang murahan..."


"Hentikan.... Hentikan.... Dion mencoba melerai keduanya.."


"Bukkkkk.... Aduhhhhh...."Dion tergeletak dilantai setelah tombaknya terkena tendangan kaki Amel. Wajahnya meringis kesakitan dengan kedua tangan memegang pusakanya.


Tak berapa lama datang seorang pegawai restoran dan keamanan.


"Hentikan atau kalian kupukul.." ancam keamanan dengan mengayunkan tongkat satpamnya.


Keduanya berdiri dengan rambut yang acak-acakan, dan makeup yang berantakan.


"Loe yang mulai.." Amel menunjuk si cewek.


"Kan Loe yang mulai duluan.."


"Hentikan... Kalian bertiga ikut ke kantor."


Seorang keamanan tampak memegang tangan kedua gadis ini, dan seorang laki memapah Dion.


Dion mendadak tak bisa berjalan setelah tongkatnya terkena tendangan Amel.

__ADS_1


__ADS_2