
Kembalinya ke kantor setelah bertemu Alexa, terlihat Han sudah menunggu diruanganya.
"Van... Lo dari mana.. 5 menit lagi meeting akan segera dimulai.."
"Sudah Lo siapkan bahan presentasinya..?"
"Udah nie, Lo pelajari dulu gi.." Han menyodorkan tumpukan kertas pada Vano.
"Kita ke ruang meeting sekarang.."
Vano berjalan keluar ruanganya, diikuti asisten Han dibelakangnya.
***
Tanpa berfikir panjang Ayra mengambil koper besar miliknya, ia memasukkan banyak barang miliknya ke dalam koper.
Lama Ayra terduduk di pinggir tempat tidur, ia memandangi cincin yang melingkar di jari manisnya.
"Maafkan aku mas, aku bukan wanita yang sempurna." Sesekali ia mengusap air yang mengalir di pipinya.
Ayra melepaskan cincin pernikahan dan meletakkannya di atas nakas. Sebelum ia meninggalkan kamar tak lupa ia mengirimkan bukti perselingkuhan Vano ke handphone suaminya, tanpa menuliskan kata-kata hanya emoticon bergambar hati yang retak.
Dengan yakin ia melangkah keluar kamar dan dengan susah payah membawa koper miliknya untuk menuruni tangga.
Mendengar langkah kaki menuruni tangga, mbok Yem yang sedang memasak spontan menoleh ke arah tangga.
"Ya ampun Non Ayra mau kemana.." Mbok Yem berlari menghampiri istri majikannya.
Dina dan Saroh berlari menyusul mbok Yem dan mengambil alih koper milik Ayra dan membantu menurunkan koper.
"Non Ayra, maaf kan mbok Yem. Mungkin mbok punya salah sama Non.."
"Enggak Mbok, mbok gak salah. Ayra terimakasih banyak sudah diperlakukan dengan sangat baik sama mbok Yem, mbk Dina dan Mbak Saroh dirumah ini.."
"Itu sudah tugas kami sebagai pembantu di rumah ini Non.." Saroh menimpali.
"Biar dianterin sama Mang Dadang Non, Non Ayra mau kemana.."
__ADS_1
"Enggak usah mbok, Ayra naik taksi aja.."
Mbok Yem, Dina, Saroh dan ayra menangis sambil berpelukan. Tak ada jarak antara pembantu dan majikan, karena sejak awal masuk rumah Vano Ayra menganggap mereka saudara.
Para asisten rumah tangga mengantarkan majikanya hingga ke halaman depan, sesampainya didepan pintu terlihat Mang Dadang sedang mencuci mobil.
"Pak anterin Non Ayra mau pergi.." Ucap mbok Yem pada suaminya.
Mang Dadang yang mendengar teriakan istrinya sontak menoleh, terlihat ada nyonya majikan dengan koper besar disampingnya.
Mang Dadang sedikit berlari untuk menghampirinya.
"Mari Non saya anter.." Ucap mang Dadang sopan.
"Tidak usah Mang, Ayra naik taksi aja."
Beberapa kali ditawarkan semua ditolak, Ayra meminta mang Dadang membawakan koper miliknya ke pinggir jalan untuk mencari taksi yang lewat.
Setelah kepergian Ayra, Mbok Yem berulang kali mencoba menghubungi ponsel majikanya. Akhirnya ia memberanikan diri menghubungi nomor telepon kantor Vano.
"Hallo dengan mahkota grup ada yang bisa dibantu..."
Pada deringan pertama langsung dijawab seorang wanita diseberang sana.
"Maaf mbk saya asisten rumah tangga bapak Vano, apa pak Vano ada dikantor.."
"Pak Vano sedang meeting buk, mungkin ada yang mau disampaikan.."
"Nanti aja mbk nunggu den Vano selesai meeting.."
***
Sesaat resepsionis melihat Vano berjalan bersama asisten Han keluar dari ruang meeting.
"Maaf pak Vano, tadi asisten rumah tangga anda telpon. Ada sesuatu yang penting.."
"Oia terimakasih, nanti saya hubungi lagi.."
__ADS_1
Vano meraba-raba saku jas yang dikenakannya.
"Nyari apaan Van..."
"Lo lihat ponsel gue gak, kok gak ada.."
"Perasaan tadi meeting Lo gak ngeluarin ponsel, mungkin diruangan kali.."
Keduanya berjalan tergesa-gesa menuju ruangan Vano, dan benar ponsel Vano tergeletak di meja ruanganya.
Vano memegang gagang telepon dan menempelkan ditelinganya, tangan satunya memencet tombol angka yang ada dimeja.
Tutttt....
"Hallo... Rumah bapak Devano Nugraha ada yang bisa dibantu.."
"Hallo Mbok ini Vano. "
"Den.. Non Ayra pergi dari rumah sambil nangis-nangis bawa barang banyak banget.."
"Apaaa... " Vano langsung berdiri.
"Iya Den, Mbok gak tau kenapa. Non Ayra juga gak bilang mau kemana.."
"Ya udah Mbok, Vano nyariin Ayra dulu..
"Apa yang terjadi sama Ayra Van..."
"Gak tau, Ayra pergi dari rumah.."
Vano membuka ponsel dan mencari nomor telepon istrinya, saat membukanya ia dikejutkan dengan foto-foto dan video dirinya bersama Alexa.
Vano mengacak rambutnya gusar, ia terduduk lemas dilantai.
"Pantas Ayra pergi Van, jadi beberapa hari Lo keluar kantor untuk bertemu wanita itu. Dasar laki-laki..."
Vano tak menghiraukan ucapan Han, ia segera berdiri dan keluar kantor untuk mencari keberadaan istrinya.
__ADS_1