Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 65


__ADS_3

Sarah sedang mencuci piring bekas makan pelanggang, ponsel dalam tasnya terus berdering.


Salah seorang temen memberi tahunya, tetapi karena belum waktunya istirahat Sarah tidak berani membuka ponselnya.


" Angkat aja kali aja ada yang penting.."


" Tapi Ma..."


" Udah gak apa-apa, nanti ngomong apa adanya kalau ketahuan bos.."


Akhirnya Sarah membuka tas nya dan melihat layar ponsel miliknya, nomor yang tidak ia kenal sudah puluhan kali menghubunginya. Bahkan hingga saat ini nomor itu masih melakukan panggilan, dengan bertanya-tanya Sarah pun memberanikan diri menggeser gambar telepon berwarna hijau dan menempelkan benda pipih itu pada telinganya.


" Hallo..." Suara Sarah bergetar


" Saya dari kepolisian, apakah anda orang tua dari seseorang yang bernama Amel...?"


" Iya bener pak, saya ibunya.."


" Kalau benar sekarang putri ibu mengalami kecelakaan, silahkan datang ke rumah sakit x untuk melihat kondisinya.."


Tubuh Sarah langsung merosot kelantai, dirinya menangis sejadi-jadinya. Hingga para sahabatnya berkumpul untuk menenangkan, termasuk bos tempatnya bekerja.


Sekitar 30 menit berlalu Sarah sudah menginjakkan kakinya di lantai rumah sakit, dirinya melihat beberapa polisi yang yang masih berdiri di depan ruang UGD.


" Pak saya ibu dari Amel yang tadi kecelakaan.." Sarah sambil menangis.


" Ibuk tenang lah dulu, dokter sedang menangani anak ibuk di dalam.."


Sarah duduk di di lantai sebelah pintu ruang IGD, sejak dari restoran hingga saat ini Sarah tidak berhenti menangis.


Tidak lama pintu oke deh terbuka dan keluarlah seseorang laki-laki berkacamata dengan menggunakan jas kebesaran seorang dokter.


Sarah yang melihat dokter keluar segera berdiri dan menghampiri dokter tersebut.


" Dokter bagaimana keadaan anak saya...?"


Kedua polisi yang juga berada di sana ikut menghampiri dokter tersebut.


" Bagaimana keadaannya dokter..?" Tanya salah seorang di antaranya.


" Maaf harus saya sampaikan, benturan yang terjadi pada korban cukup keras sehingga membuat luka yang ada juga cukup parah.."


" Ibu silakan masuk untuk melihat keadaan anak ibu..."


Sarah mengikuti langkah seorang perawat yang membawanya masuk ke ruang UGD, sedangkan dokter masih melanjutkan pembicaraannya dengan kedua polisi tersebut.


Tangisan Sarah kembali pecah melihat kondisi Amel yang sangat memprihatinkan, beberapa luka memar di wajah, leher menggunakan penyangga, tangan dan kaki yang dibungkus dengan perban.

__ADS_1


" Bangun Nak, Mama disini...?" Sarah memanggil-manggil Amel yang terus memejamkan matanya.


Para tenaga kesehatan yang ada di ruangan itu turut iba mendengar tangisan Sarah.


" Buk yang sabar, di bantu do'a anaknya..."


15 menit berada di ruangan Sarah diminta keluar karena waktu untuk melihat sudah selesai, dokter meminta Sarah untuk datang ke ruangannya.


" Silahkan masuk..." Dokter minta Sarah untuk masuk ke ruangannya, sejak tadi dokter terus melihat ke arah Sarah yang menghampiri pintu ruanganya.


" Dokter bagaimana kondisi anak saya...?"


" Anak ibuk perlu dilakukan operasi secepat mungkin, tulang pahanya patah. Begitu juga dengan tanganya, kapanpun ibu siap kami akan lakukan operasinya.."


" Kira-kira butuh biaya berapa ya dokter..?"


" Apa ibu memiliki asuransi kesehatan..?"


" Tidak sama sekali dokter..."


" Hem... Kurang lebih 300 juta buk, bisa lebih bisa juga kurang."


" Iya dok, saya permisi keluar dulu.."


" Silahkan..."


" Uang dari mana sebanyak itu, kerja juga hanya cukup untuk makan, listrik dan air. Ya Tuhan kemana aku harus cari uang sebanyak itu.."


Puas disana Sarah memutuskan untuk masuk dan duduk di samping putrinya, Sarah terus menatap wajah Amel yang masih memejamkan matanya.


Dua hari sudah Amel belum juga bangun, pagi ini dokter melakukan visit ke setiap pasien dan tiba giliran dokter mendatangi ranjang Amel.


" Dokter kenapa putri saya belum juga bangun..?"


" Mungkin karena benturan di kepalanya terlalu keras buk, mohon segera dilakukan tindakan agar keadaanya lekas membaik.."


" Iya dokter.."


Tak lama setelah dokter pergi meninggalkan ruangan Amel mulai membuka matanya, pertama ia melihat wajah ibunya.


" Ma... Kepalaku pusing sekali, aku ada dimana..." Amel memegang kepalanya dengan terus berteriak.


" Sayang jangan seperti itu, sabar ya kamu dirumah sakit sekarang.."


" Kaki ku sakit sekali..." Amel memegang kakinya sambil menangis.


Sarah juga ikut menangis, dirinya tidak bisa melakukan apa-apa selain menenangkan Amel. Amel yang merasakan sakit yang amat sangat di sekujur tubuhnya terus berteriak histeris.

__ADS_1


Kurang lebih 2 jam Sarah menenangkan Amel, kini Amel sudah diberikan obat penenang oleh dokter. Setelah Amel tertidur Sarah kembali melangkahkan kaki keluar dari ruangan, tangisan seorang ibu pecah di sana Sarah sudah tidak peduli pandangan orang terhadapnya.


Hampir semua orang yang ada di sana maupun yang melewati tempat itu melihat ke arah Sarah, yang salah lakukan terus menangis melepaskan beban yang ada di dadanya.


" Apa aku minta bantuan sama Ayra ya, tapi aku malu untuk bertemu dengannya. Sungguh aku sangat malu, setelah apa yang aku lakukan padanya. Tapi siapa lagi yang bisa aku minta bantuan selain pada Ayra dan keluarganya.."


Masa bodoh dengan perasaan malunya Sarah melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sakit, di depan rumah sakit Sarah menghentikan pengendara motor dan meminta di antarkkan ke suatu tempat.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam Sarah tiba di mansion Ayra, Sarah turun dari motor dan memberikan ongkos pada pengendara itu.


sebelum Sarah memencet bel seorang security terlebih dahulu menghampirinya.


" Maaf ada perlu apa dan mau ketemu dengan siapa ya..?"


" Boleh saya bertemu dengan Ayra.."


" Nona muda...? Apa sudah membuat janji sebelumnya..?"


" Belum, tapi saya ibunya..!"


Security itu tampak sedikit terkejut mendengar ucapan Sarah, karena selama ini yang ia tahu Pak Anton dan Nyonya Ana adalah orang tua majikannya.


Bagaimana seseorang yang berpenampilan lusuh lebih mirip gembel ini mengaku sebagai ibu dari majikannya, apa mungkin orang gila yang sedang mengaku-ngaku.


" Nama ibu siapa ya..?"


" Sarah pak.."


" Tunggu sebentar ya, saya laporan pada majikan saya terlebih dahulu. Karena ibu belum memiliki janji sebelumnya.."


Sarah mengangguk dan Scurity itu pergi masuk ke dalam mansion, kebetulan sekali di ruang tamu ada Den Vano dan Han asistennya sedang membahas masalah pekerjaan.


" Den Vano maaf ada ibu-ibu di luar mengaku ibu dari Nona muda mau bertemu.."


" Ibu...?" Han menimpali.


" Iya Den bilangnya seperti itu."


" Namanya siapa..?"


" Kalau gak salah Sarah Den.."


" Kenapa lagi wanita ular itu sampai datang kesini, Biar gue aja yang atasi Van.."


" Sebentar Han, kok dia tau Ayra tinggal disini..? Jangan-jangan ada maksud tertentu lagi.."


" Iya makanya biar gue aja yang urus itu perempuan, dia gak akan berani macam-macam disini.."

__ADS_1


" Pak suruh masuk aja.." Ucap Vano memerintahkan Scurity itu.


" Baik Den.."


__ADS_2