
Usia kehamilan Ayra hari ini menginjak 4 bulan, Ayra sangat menikmati masa-masa ini.
Dibandingkan dengan calon ibu lain yang hamil anak pertama, Ayra sangat mandiri mungkin karena keadaan dimana tidak ada suami disisinya.
Kehamilannya juga tidak ada masalah, ia tidak pernah merasa mual, pusing, nyeri perut seperti dalam artikel yang sering ia baca.
Kemanapun Ayra pergi Boby dan Philips selalu mengikutinya. Kadang Ayra juga mengajak Yuk Darmi untuk menemaninya jalan-jalan.
Hari ini adalah hari Minggu dimana Ayra akan bertemu Rima disebuah pusat perbelanjaan.
Rima yang ingin berbelanja dan Ayra butuh refreshing, karena semua kebutuhan Ayra sudah disiapkan oleh para asistennya, dirinya tidak perlu repot-repot berbelanja.
Mobil sudah siap dengan Phillips dan Roby, kini Ayra melangkahkan kakinya keluar dari pintu lift.
" Pak Yos... sampaikan pada yuk Darmi Ayra mau keluar dulu.."
" Baik Nona muda, hati-hati di jalan."
Ayra segera memasuki mobil dan mobil pun berjalan meninggalkan mansion.
" Kita ke apartemen x dulu untuk menjemput Rima.."
" Baik Nona.."
Sesampainya di lobby apartemen Aira tidak mendapati Rima di sana.
Tuttt...Tutt....
" Hallo iya Ra, udah nyampe mana..?"
" Aku udah di bawah Rim."
" Oke, aku turun sekarang.."
Tak lama Rima sudah ada di dalam mobil, keduanya terus mengobrol selama di perjalanan. 35 menit berlalu kini mobil pun memasuki area parkir sebuah mall, keduanya pun turun dari mobil diikuti Boby dan Phillips di belakangnya.
Rima berbelanja banyak untuk kebutuhan bulanannya, Aira hanya membeli 2 botol parfum kesukaannya. Keduanya sudah sampai di foodcourt untuk makan siang.
" Eh gue ke toilet bentar.."
" Perlu gue temenin..?".
" Gak perlu, bentaran doank.."
Melihat majikannya pergi Philips dan Boby mengikutinya, keduanya menunggu di depan area toilet.
Ayra melihat dari 6 kamar toilet, hanya satu yang tertutup berarti ada orang di dalam sana. Aira segera masuk di salah satu toilet yang terbuka dan menguncinya dari dalam.
Mendengar pintu sebelah dikunci maka keluarlah seseorang yang ada di kamar sebelah tadi.
Alexa tersenyum tipis depan kamar mandi tempat Ayra tadi masuk, rasa cintanya pada Vano membuatnya menjadi seseorang yang bisa menghalalkan segala cara.
Alexa mengeluarkan botol kecil dari dalam tasnya, yang sudah ia bawa dari rumah.
__ADS_1
Alexa menumpahkan semua isi botol ke lantai di depan kamar toilet yang Aira gunakan, cairan berwarna kuning kehijauan dan sedikit berbusa pun memenuhi lantai.
minyak goreng yang ia campurkan dengan sabun pencuci piring cair, nggak kebayang pasti sangat licin. Setelah itu ia segera menutup kepalanya menggunakan topi dan keluar dengan senyum kemenangan.
begitu aktivitasnya di dalam toilet selesai akhirnya segera merapikan pakaiannya dan melangkahkan kakinya keluar toilet.
Gubbraakkk... kira-kira seperti ini suara orang yang sedang terjatuh.
" Aduh toloonggg... Boby Phillips..." Ayra meneriaki dua pengawalnya.
Karena ia tahu bahwa keduanya pasti tidak jauh dari posisi dirinya saat ini.
Setelah mendengar benda jatuh dan teriakan minta tolong dari majikannya, Boby dan Philips berlari masuk ke area toilet.
Alangkah terkejutnya melihat majikannya tergeletak di atas lantai.
" Nona muda.." Teriak keduanya bersamaan.
" Phillips kamu segera gendong nona muda.."
Philips segera membopongi Aira berlari masuk ke dalam lift terdekat dan turun ke area parkir. Semua mata yang melihat Philips berlari menggendong Ayra sedikit merasa heran, Bobi berlari mengikuti Philips.
Setelah Ayra ditidurkan di mobil Philips membawa mobil ke rumah sakit terdekat.
Tutt...Tut...
" Hallo Pak Yos, segera kirimkan beberapa pengawal ke rumah sakit terdekat dari mall x."
" Ada apa Bob..."
Pak Yosep dan beberapa pengawal segera bertolak ke rumah sakit yang dimaksud Boby.
Bobby segera naik kembali dan memasuki toilet di mana Ayra terjatuh.
" Eh.. Ngapain Anda masuk ke toilet wanita.." seseorang yang berseragam petugas kebersihan dengan memegang alat pel di tangannya.
" Diam..." Bobby membentak wanita itu.
" Ttoloooong..."
" Diam atau kurobek mulutmu.." Boby mengatakan penuh penekanan.
Seketika wanita itu langsung ketakutan dan hanya berdiam di pojokan, dengan seluruh tubuh bergetar.
Bobby berjongkok dan memegang cairan yang ada di lantai, kemudian ia mendekatkan dihidungnya cairan yang ada di tangannya.
" Ada yang sengaja menumpahkan ini di sini.." Batinya.
" Seberapa sering area toilet ini dibersihkan.." Boby bertanya pada wanita itu.
" Setiap 15 menit pak.."
Bobby mengambil beberapa gambar di TKP dengan ponselnya.
__ADS_1
" Ruang CCTV di mana...?"
" Mari saya antarkan.."
Wanita itu berlalu meninggalkan toilet dan Boby mengikutinya.
" Saya mau melihat rekaman CCTV di depan toilet wanita dari setengah jam yang lalu.."
" Maaf anda siapa.? Selain petugas Anda dilarang masuk.."
Bobby segera meremas kerah kemeja petugas itu dengan kasar.
" Perlihatkan atau ku hancurkan semua yang ada di sini.."
" Baik..."
Ada seorang wanita yang menumpahkan cairan itu di sana, Boby meremas tangannya kuat hingga telapak tangan yang memutih.
Setelah memindahkan bukti rekaman ke dalam ponselnya Boby segera meninggalkan mol dan pergi ke rumah sakit.
" Aduhh.. Sakit dokter .." Ayra a berteriak kesakitan.
" Tenang Bu kami sedang berusaha.." ucap seorang dokter.
Ayra tidak mengeluhkan kandungannya, tetapi tangan yang ia gunakan untuk menopang tubuhnya terasa sakit sekali.
setelah dikasih obat pereda nyeri dan obat penenang Ayra sudah sedikit tenang dan tertidur.
Pak Yosep yang bertanggung jawab atas semua tindakan medis di rumah sakit, setelah semua pemeriksaan termasuk foto rontgen ditemukan ada keretakan di atas pergelangan tangan ayra.
Pelan-pelan Ayra sudah membuka kelopak matanya, hal yang pertama ia lihat adalah Mbok Darmi dan Pak Yosep yang duduk di samping tempat tidurnya.
" Non Ayra sudah sadar..?"
Ayra tersenyum tipis kepada Mbok Darmi.
Ara meraba raba tangannya yang terbungkus kasa tebal, ya tangannya kini dipasang gif.
" Nona maafkan kami semua, kami lengah menjaga Nona.." Ucap pak Yoseph yang merasa bersalah melihat keadaan majikannya.
" ini musibah Pak Yos, siapapun bisa mengalami. Dan sekarang Ayra yang mengalami ini."
Dalam keadaan seperti ini Nona mudanya masih berbesar hati, dan selalu positif thinking.
Pak Yosep keluar dari ruangan majikannya, di sana semua pengawal berdiri.
" Kita akan selidiki masalah ini hingga tuntas, sudah ada bukti rekaman CCTV untuk memudahkan kita mencari pelakunya.."
" Kita selidiki dulu jangan sampai Nona muda mengetahui masalah ini, untuk pengawal nona kita tambah berapa personil lagi."
" Saya nggak mau kejadian ini terulang lagi, jangan memberi kesempatan pada orang jahat di luar sana."
" Mengerti Pak, kita akan laksanakan.."
__ADS_1
" jaga ruangan Nona secara bergantian, kalian atur saja shiftnya. Setiap jaga 5 orang, tidak ada yang boleh jaga 24 jam Nona muda tidak menyukai pegawainya terlalu dipaksakan.."