Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode6 Tertekan


__ADS_3

Besok adalah hari keberangkatan Ayra ke luar negeri, sesuai keinginannya tidak ada seorang pun yang mengetahui termasuk Vano.


Rima dan Roby membantu ayra mengemasi barang-barang yang akan dibawa, pakaian seperlunya buku-buku, dan masih banyak lagi.


"Rim, Rob, makasih ya kalian emang sahabat saudara gue,.."


"Elo gak usah ngrasa gak enak gt Ra, gue justru bahagia ngelihat Lo bahagia."


"Rob saat nanti gue balik ke Indonesia elo sudah harus jadi dokter yang hebat ya."


"Pasti Ra, ini juga berkat Lo Ama Rima juga."


"Titip jagain saudara gue satu-satunya," Sambil memeluk Rima.


"Rima juga saudara gue, gue jagain dia buat Lo Ra.."


Mereka bertiga berpelukan, rasanya seperti mau berpisah lama bgt. Kalau semua lancar Ayra berada di Eropa selama 2 tahun, ya waktu yang cukup lama bagi mereka bertiga.


****


Sore ini setelah pulang dari kantor Vano akan kerumah orang tuanya, pagi sebelum berangkat papa Reno menghubungi Vano untuk datang.


"Van besok malam kita kerumah papa Nessa, Papa mau ngelamar Nessa buat kamu." Papa mulai menggertak Vano.


"Maksud papa apa? Vano gak bisa pa, Vano gak cinta sama Nessa."


"Bukanya kamu juga gak cinta sama Ayra, Nanti juga kamu akan cinta karena terbiasa."


"Vano gak suka sama Nessa pa ma, tolong ngertiin Vano."


"Papa dan mama sudah cukup ngertiin kamu Vano, kamu lupa gimana kamu memihak Alexa ketimbang papa dan mama." Mama mulai menangis.


"Sampai kapanpun papa dan mama gak akan pernah merestui kamu dengan Alexa." sahut papa Reno.


"Tapi ma Vano sudah ngajakin Ayra nikah, tapi Ayra belum ngambil keputusan. Ini Vano juga lagi nunggu jawaban."


Papa dan mama terkejut mendengar pengakuan Vano, padahal semua ini sandiwara papa dan mama gak nyangka Vano berfikir sejauh itu.


****

__ADS_1


"Jaga diri baik-baik Ra, ngabari kita kalau ada apa-apa."


"Iya Rob, kalian berdua saudara gue."


Setelah mereka berpelukan ayra melangkah meninggalkan mereka, Rima dan Roby menatap punggung ayra yang semakin menjauh.


Mereka terus melambaikan tangan sampai Ayra bener-bener menghilang, Ayra dan Rima tampak menangis berbeda dengan Roby yang kelihatan lebih tegar.


Setelah kepergian ayra mereka memutuskan untuk langsung pulang kerumah masing-masing, Roby langsung meluncur setelah mengantarkan Rima pulang.


Roby memang menyukai ayra sejak SMA, Tapi gak pernah punya keberanian untuk menyatakan. Karena Roby berfikir saat ini belum ada yang bisa dibanggakan dalam dirinya, mungkin nanti setelah mencapai sukses.


****


Pagi ini Han terlihat mondar-mandir didepan ruangan Vano, menunggu dari setengah jam yang lalu. Saat pintu lift terbuka Han menangkap sosok Vano berjalan kearahnya, "Van Lo udah tau belum tentang ayra..?"


"Maksud Lo ayra kenapa?"


"Hem Ayra dapet beasiswa ngelanjutin kuliah diluar negeri, kemaren berangkat."


"Apa lo bilang?"


Apa yang akan disampaikan kepada kedua orang tuanya, mereka sangat berharap Ayra jadi menantunya. Karena sesungguhnya Vano bukan siapa-siapa Ayra, tapi mendengar ayra pergi ada rasa perih dihatinya.


Hari ini Vano dikantor tetapi fikiranya kemana-mana, Vano jadi marah-marah gak jelas. Saat meeting semua yang dipresentasikan selalu salah Dimata Vano, Han hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.


Bagaimana nanti saat papa dan mama tau Ayra pergi? Bagaimana kalau Vano benar-benar harus menikahi Vaness?


Bagaimana bagaimana dan bagaimana, pertanyaan yang terus berputar-putar dikepalanya.


****


Orang-orang suruhan papa Reno terus mengawasi ayra di luar negeri, Tanpa Vano mengatakannya papa Reno sudah mengetahui bahkan dari sebelum ayra berangkat.


Papa dan mama sepakat untuk pura-pura gak tahu apa-apa didepan Vano, mungkin dengan kepergian Ayra ada rasa kehilangan tapi untuk sementara waktu baik untuk mereka berdua.


Dikantor Vano siang ini akan diadakan pemotretan produk baru yang akan segera diluncurkan, produk sabun kecantikan.


Model sabun kecantikan perusahaan Vano adalah Amel, Vano dan Han memang tidak mengenali Amel tapi Amel mengenal Vano.

__ADS_1


Vano adalah laki-laki yang bersama Ayra malam itu, saat acara ulang tahun papa Reno. Malam itu Amel datang bersama Dion, ternyata perusahaan yang mengajak kerja sama denganya perusahaan milik Vano.


Salah satu perusahaan terbesar dinegara ini, dan perusahaan ayahnya salah satu perusahaan terbesar se-Asia.


Kalau si anak sial itu bisa bersama Vano kenapa aku enggak batin Amel, aku lebih segalanya dibanting anak sialan itu.


****


Khayra bersyukur dimana pun ia berada selalu dikelilingi orang-orang yang baik, diperantauan gini sahabat rasa saudara. Untuk menghemat uang jajan Ayra selalu bawa bekal dari rumah, Ayra selalu bangun subuh setelah menyelesaikan kewajibannya langsung masak untuk sarapan dan makan siang.


Hampir gak pernah makan diluar, paling dikantin hanya beli cemilan.


Setiap harinya hanya belajar dan belajar, menurutnya kesempatan bisa menuntut ilmu diluar negeri harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ayra merupakan seseorang yang jika melakukan sesuatu harus semaksimal mungkin, apa yang ia inginkan belum kesampaian maka harus dikejar terus, saat ada pelajaran yang belum dimengerti maka diulangi terus sampai bener- bener bisa.


Hal ini yang menjadi namanya selalu diperingkat paling atas, Ayra juga tidak mudah cukup dalam belajar selalu merasa kurang.


****


Saat Han melanjutkan kerjanya diruang tamu tanpa sengaja Amel melihat foto dilayar laptop kakaknya, setelah Rima mendekati foto itu ya gak salah lagi dia Amel kakak tiri Ayra.


Rima pun menceritakan semua tentang Amel ini kepada kakaknya, tadinya Han juga mengira Rima salah orang tetapi setelah Rima memperlihatkan foto-foto Amel yang lain Han pun percaya.


Rima juga meminta kak Han dan Vano berhati-hati dengan wanita ular satu ini, selain dari cerita Ayra pernah beberapa kali Rima melihat langsung bagaimana Amel dan ibunya menyiksa Ayra.


Keesokan paginya dikantor Han menceritakan semua tentang Amel ke Vano, Vano pun tersenyum licik "kita lihat aja apa yang bisa dia lakukan, Han kamu pantau terus wanita ini."


Sesuai perintah Vano, Han menyuruh salah satu orang Vano buat ngikutin Amel. Menyuruhnya segera melapor jika merasa ada yang tidak beres.


Pintu ruangan Vano diketuk dari luar, setelah Vano menyuruhnya masuk terlihat Amel mulai mendekat ke meja Vano


Amel menyerahkan surat kontrak yang sudah ditanda tanganinya kepada Vano, dan mereka berjabat tangan tanda mulai hari ini mereka adalah partner kerja.


Setelah 30 menit mengobrol akhirnya Amel pamit, dengan pakaian terlalu ketat dan gaja berjalan yang dibuat-buat Amel mulai berjalan menjauh dari Vano.


Baru beberapa langkah Amel menjatuhkan dirinya kelantai, refleks Vano langsung membantunya berdiri. Karena Amel bilang kakinya terkilir, Vano memutuskan untuk memapahnya.


Disaat itu tanpa Vano sadari, ada kamera yang mengambil adekan Vano menggendong Amel.


Setelah dirasa orang suruhannya sudah mendapatkan apa yang diminta, Amel pamit dengan kaki yang dibuatnya sedikit pincang berjalan keluar ruangan Vano.

__ADS_1


Sore setelah Vano tiba dirumahnya poselnya berdering tertulis asisten Han dilayar ponselnya, digeser gambar ponsel warna hijau dan ditaruhnya disamping telinga.


__ADS_2