Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 53


__ADS_3

Malam nanti tiba saatnya acara launching parfum milik perusahaan Mahkota Group. Vano mengundang rekan-rekan bisnisnya dari beberapa perusahaan besar di negara ini.


Dan beberapa orang dari negara tetangga, semua pegawai disibukkan dengan persiapan event besar nanti malam.


" Han sudah sampai mana persiapannya..?"


" 85% Van, tinggal mendekorasi panggung acara saja.."


" Lanjutkan, nanti malam tamu spesialku bagaimana..?"


" Aku sudah menginformasikan pada Ayra, untuk mendampingimu sebagai pemilik mahkota Group."


" Apa Ayra setuju..?"


" Akan di usahakan.."


Event kali ini akan diadakan di sebuah gedung pertemuan milik keluarga Vano, gedung terbesar ini berkapasitas sekitar 100.000 orang.


Sangat luas dan nyaman untuk para tamu-tamu penting perusahaan dan semua pegawai Vano.


Papa Reno dan Mama Melly kembali ke Indonesia khusus menerima undangan putranya, keduanya tak ingin melewatkan momen penting ini.


Gema yang mendengar kabar pun hanya bisa mengirim doa untuk sang cucu, mengingat kesehatannya tak mungkin untuk melakukan perjalanan jarak jauh sekalipun menggunakan jet pribadinya.


Vano sangat memaklumi atas absennya sang nenek, Vano berjanji akan mendatanginya setelah kesibukannya selesai.


Tanpa sepengetahuan istrinya Vano juga mengundang orang tua angkat istrinya, keduanya pun memutuskan menghadiri acara yang diadakan menantunya.


Siang ini Vano memutuskan untuk pulang ke mansion dan makan siang bersama Ayra.


" Sayang nanti malam temani mas menerima tamu ya.."


" Mas Vano gimana, Ayra kan lagi hamil malah kelihatan gendut banget. Ada Mama dan Papa juga kan nanti malam..?"


" Enggak kok, istriku yang paling cantik.."


Keduanya menyelesaikan makan siangnya dan Vano memutuskan untuk kembali ke kantor lagi.


Ayra masuk ke dalam kamar, lama ia menatap cermin yang ada di hadapannya. Dari atas sampai bawah, samping dan belakang tak luput dari pantauannya.


Tok...Tok...Tok...


" Nona Muda mbak Ari sudah datang.."


Mbk Ari adalah make up yang sewaktu-waktu di panggil ke mansion.


" Suruh masuk aja Yuk.."

__ADS_1


" Selamat siang Nona Muda.."


" Siang mbak.."


Mbak Ari mulai memoleskan bedah pada muka Ayra, Nona Muda nya harus terlihat cantik malam ini karena ini adalah event yang sangat penting.


Tante Desi juga sudah mengirim gaun yang akan Ayra pakai di acara nanti, gaun yang menjadi pilihan Ayra saat datang ke butiknya tempo hari.


Tak lama Yuk Darmi masuk ke kamar Ayra dengan membawa bingkisan yang berisi gaun.


Makeup Ayra sudah selesai, sempurna dengan wajah cantiknya apapun yang dipakai Ayra semakin menambah ayu diwajahnya.


Kini waktunya Ayra untuk berganti pakaian, ia masuk ke dalam walk in closed dengan membawa gaunya.


Saat Ayra keluar dari walk in closed Yuk Darmi dan Mbak Ari menatapnya tak berkedip.


Bener-bener seperti seorang princess, gaun yang pas di badan perpaduan warna dusty dan gold terlihat memukau.


Rambut yang tertata dan Curly dibagian ujung persis seperti Elsa di Frozen.


" Yuk ini seperti di negeri dongeng, kita sedang bertemu dengan seorang putri.."


" Iya mbak, Nona Muda sangat cantik.."


Setelah mbak Ari pulang Ayra segera bersiap untuk berangkat ke tempat acara dilangsungkan. Ayra ditemani Philips, Boby dan 2 orang pengawal, sedangkan Vano menunggu disana.


Ayra tiba ditempat acara disambut asisten Han, melihat Ayra keluar dari mobil membuat Han tak ingin mengedipkan matanya.


" Ada Ra didalam, mari kakak antarkan.."


Han melihat sekeliling tidak menemukan di mana Vano berada.


" Ra gimana kalau duduk dulu.."


" Iya Kak.."


" Itu tempat duduk di barisan paling depan bersebelahan dengan sepasang tamu yang ada di sana.."


Ayra melihat di barisan paling depan sudah ada sepasang tamu di sana, semakin dekat ayra tidak asing dengan tamu Vano.


" Papa... Mama...."


" Sayang...."


Ketiganya pun berpelukan, tak lama datang Vano dari arah samping menghampiri ketiganya.


" Kok gak ngabarin Ayra Papa Mama pulang.."

__ADS_1


" Kan kejutan sayang..."


Vano tersenyum bahagia, dirinya mengagumi kecantikan istrinya Vano tak berhenti menatapnya. Ayra yang terus ditatap Vano merasa malu.


" Kenapa mas Ayra jelek ya, pulang aja yuk.."


Vano segera memegang pergelangan tangan istrinya dan mencium punggung tanganya.


" Enggak sayang.. Justru kamu terlihat sangat cantik.."


Datang Mama Melly dan papa Reno segera bergabung dengan anak dan menantunya.


" Pak Anton, nggak nyangka ya kita besanan.." Papa Reno berjabat tangan dengan Papa Anton dan mama Ana. Diikuti dengan Mama Mely melakukan hal yang sama.


" Iya pak Reno, benar-benar gak nyangka.."


" Papa kenal pak Anton..?"


" Kenal donk, Pak Anton ini salah satu saingan Papa. Pebisnis hebatt.."


" Bisa aja pak Reno.."


Semua kembali ke tempat duduknya masing-masing karena acara telah dimulai.


Pembawa acara mempersilahkan Papa Reno untuk naik ke atas panggung, sebagai orang tua dari pemilik mahkota Group.


Papa Reno disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.


" Saya ucapkan berterima kasih kepada rekan-rekan sekalian yang berkenan hadir. Selamat saya ucapkan kepada putra saya atas pencapaiannya, belajar lagi dan selalu rendah hati itu pesan Papa.."


Ada juga sambutan dari perwakilan rekan bisnis Vano dan tak lupa Pak Andik selaku pemilik perusahaan parfum yang Vano kembangkan di negara ini.


Acara puncaknya ketika pemilik mahkota group naik ke atas panggung bersama istrinya. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan, karena sebagian ada yang belum mengenal nyonya pemilik mahkota Group.


Vano berjalan terus menggandeng tangan istrinya. Terlihat sangat serasi Vano tampan dan Ayra cantik.


" Perkenalkan ini adalah istri saya, wanita hebat yang men-support saya hingga di posisi saat ini. Saya memiliki nya, dan mohon doanya pada teman-teman sekalian untuk istri saya yang sedang mengandung buah cinta kami. Semoga sehat ibu dan calon anak kami hingga persalinan nanti.."


Sambutan Vano berisi ucapan terima kasih pada rekan dan pegawainya, dan terakhir Vano berjongkok di hadapan istrinya memberikan mawar merah untuk Ayra.


" Sayang bersediakah kamu menemani hidupku hingga maut memisahkan cinta Kita..?"


Air mata ayra jatuh tak terbendung di kedua pipinya, begitu juga dengan Mama Melly dan mama Ana. Keduanya ikut menangis haru menyaksikan anak dan menantunya, dan kisah pahit yang telah keduanya lewati.


Dengan tangisan Ayra mengangguk dan menerima bunga dari tangan suaminya. Semua orang berbahagia seperti pasangan yang ada di hadapan mereka.


Rima dan Roby yang duduk di barisan belakang ikut menangis haru menyaksikan sahabatnya berbahagia, karena datang terlambat keduanya memilih langsung duduk dikursi kosong dibelakang.

__ADS_1


Rafa hadir dibarisan para rekan bisnis Vano, karena lajang Rafa datang sendiri. Dari awal bertemu Ayra ternyata Rafa menyimpan perasaan suka, melihat Ayra berbahagia Rafa ikut bahagia. Dirinya harus memendam rasa sukanya pada Ayra yang sudah menjadi istri orang.


Acara dilanjutkan pesta hingga tengah malam, mulai hari ini Vano dan Ayra tinggal bersama. Ayra yang berat meninggalkan mansion membuat Vano yang pindah ke sana.


__ADS_2