Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode11 Mencoba memahami


__ADS_3

"Van ada apa sepagi ini kemari.."


Vano hanya terdiam dan berjalan memasuki apartemen Ayra dan duduk diruang tamu, disana kak Han masih tidur disofa panjang yang ada disana.


"Ikut denganku.."


"Tapi aku mau sarapan dulu, ini pesananku udah mau nyampek."


"Kita sarapan diluar.." ucap Vano dingin.


Setelah itu Ayra masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya, bell apartemen berbunyi dan pak kurir datang membawakan sekantong kresek pesanan Ayra. Setelah meletakkan makananya diatas meja makan Ayra bersama Vano meninggalkan apartemen, yah Vano membawanya sarapan disebuah resto tak jauh dari apartemen nya.


Mereka berdua hanya terdiam, tak ada yang membuka percakapan lebih dulu.


"Ra maafin aku waktu itu..!"


"Maaf untuk apa..?" Ayra berlagak lupa.


"Maafin aku yang udah membuatmu takut, maaf yang udah salah paham, maaf yang udah marah gak jelas." ucap Vano.


" Sudah lah, Aku sudah lupakan masalah itu."


Vano kira sulit meminta maaf pada ayra ternyata Ayra cukup dewasa dalam menyikapi masalah, walaupun mereka sudah baikan masih terlihat canggung diantara keduanya.


Vano ingin mengajak Ayra ke sebuah danau buatan yang tak jauh dari sana, saat Ayra akan meninggalkan restoran tanpa sengaja Ayra menabrak seseorang.


"Maaf mas saya gak sengaja." Ayra berjongkok dan memungut tasnya yang terjatuh.


"Ayra kita ketemu disini." terdengar suara yang gak asing bagi Ayra, saat Ayra mendongakkan kepalanya keatas dilihatnya Rafa tersenyum padanya.


"Eh Fa kamu disini juga." Tanya Ayra dengan sedikit bingung ada Vano yang terus menatapnya.


"Kamu kesini sama siapa Ra."


"Aku....."


"Kenalkan aku Vano kakaknya Ayra," ucap Vano menimpali.


"Beberapa kali kita bertemu secara kebetulan ya Ra, kali aja kita jodoh.." Ucap Rafa dengan pedenya.


Vano yang mendengar itu sontak meraih tangan Ayra dan membawanya pergi.


"Fa aku pergi dulu...." Teriak Ayra sambil melambaikan tangan.


Didalam mobil Vano hanya diam terlihat dari raut mukanya menahan emosi, Ayra pura-pura tidak melihat


"Siapa dia laki-laki yang begitu tampan dan terlihat masih muda." Batin Vano.


Sesampainya di sebuah danau Vano memarkirkan mobilnya dipinggir danau, kaca mobilnya ia turunkan agar udara segar masuk.


"Siapa dia.?" Tanya Vano dengan menatap kearah Ayra.

__ADS_1


"Dia sahabatku waktu di Eropa."


"Yakinnn..."


"Yakinlah emang kenapa.?


Vano hanya tersenyum karena tak ingin emosinya membuat Ayra takut, Vano harus bisa mengendalikan egonya meskipun sangat sulit bagi Vano.


Vano merupakan anak tunggal dari salah seorang pengusaha terbesar di Asia, dari kecil apa yang diinginkan Vano selalu tercapai.


Vano tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah dan yang akan menjadi miliknya, walaupun banyak hal yang berjalan tidak sesuai dengan keinginannya.


Vano dan Ayra duduk dibawah pohon dengan kursi panjang yang langsung menghadap ke danau, udaranya sangat bersih disini.Ini kali pertama khayra datang ke tempat ini merasa sangat bahagia, Di beberapa tempat dipinggir danau banyak pedagang dengan gerobak. Mulai dari lontong sayur, siomay, batagor, gado-gado dan masih banyak lagi.


Semakin siang pengunjung danau semakin banyak, mungkin karena hari libur.


"Sayang kamu menyukainya??"


"He em,," jawab Ayra singkat


"Kayaknya aku pengen makan sesuatu.."


"Bukanya kita baru aja makan.!"


"Emangnya gak boleh kalau makan lagi??"


"Boleh donk, mau makan apa aku pesankan.." Vano segera berdiri


Vano pun segera berlalu menghampiri penjual gado-gado diseberang tempat mereka duduk, tak lama Vano kembali dengan membawa sebuah kotak yang berisikan gado-gado.


Ayra menerima gado-gado dari tangan Vano, segera melahapnya. "Enak gado-gado disini gak kalah sama yang ada dirumah makan," ucapnya


"Van mau, aku suapin.."


"Enggak, melihatmu makan aja aku udah kenyang ."


"Ayolah. Aaaa....." Ayra menyodorkan satu sendok penuh gado-gado ke mulut Vano. Vano pun terpaksa menerima suapan Ayra, gak ingin membuat Ayra kecewa.


.****


Pukul 10 Rima bangun dan mencari Ayra ke semua ruangan tidak mendapati Ayra disana, Rima ke meja makan disana sudah ada kresek berisikan sarapan.


Rima mengeluarkan isi kresek dan menatanya dipiring, melihat ke arah sofa kak Han masih tidur.


Rima sarapan lebih dulu sudah merasa sangat lapar, Rima melihat ponsel Ayra yang tergeletak dimeja dapur.


"Kemana anak ini, enggak lagi diculik kan."Batinya


Vano berusaha membuka hatinya setelah tiga tahun menjadi beku, diusianya yang tidak lagi muda seharusnya sudah memiliki pasangan hidup. Apalagi dengan ekonomi yang terbilang sangat mapan, memang banyak wanita yang datang silih berganti untuk mengambil hatinya.


Seorang Devano Setya Nugraha yang sangat tampan dan mapan, tetapi belum ada yang mampu meluluhkan hati Vano.

__ADS_1


Dengan Ayra gadis yang masih sangat muda usianya baru 24 tahun, memiliki pemikiran cerdas dan dewasa. Gadis yang sangat sederhana dan gak neko-neko, pribadi yang santun, tinggi 155 kulit putih bersih, tubuh ramping membuat Vano tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.


Vano harus bisa menempatkan diri mengingat usia Ayra yang jauh lebih muda darinya, dengan wajah yang cantik membuat banyak laki-laki mencoba mendekatinya.


****


Pribadi seperti ini yang sangat disukai kedua orang tuanya, bukan wanita yang glamor dan suka keluar masuk club malam.


Memang Vano mampu mencukupi kebutuhan semua wanita, tetapi menurutnya wanita yang baik dia yang mampu mengatur ekonomi keluarga dengan baik.


Jika untuk dirinya sendiri saja tidak bisa mengatur apalagi untuk anak-anaknya kelak, Ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak.


Dulu papa Reno pernah bercerita saat awal pernikahannya dengan Mama Mely, papa minta Mama untuk berhenti bekerja demi mengurus keluarga.


Mama sempat menolaknya dengan alasan bagaimana pendidikanya percuma dong sekolah apalagi mama lulusan fakultas kedokteran , memang dulu papa belum sesukses sekarang. Tetapi papa tetap kekeh meminta mama di rumah mengurus keluarga, apalagi saat itu Mama tengah hamil Vano.


****


Seorang wanita diuji saat laki-laki tidak memiliki apa-apa, dan seorang laki-laki diuji saat memiliki segalanya.


Meskipun awalnya permintaan papa bertolak belakang dengan keinginan mama Mely, mama harus tetap menghargai keputusan papa Reno.


Buktinya mereka masih terlihat harmonis di usia pernikahannya yang sudah puluhan tahun.


****


Pukul 12 siang Ayra dan Vano sudah tiba diapartemen, Han dan Rima lagi asik menonton film melanjutkan acara tadi malam belum selesai.


Vano bergabung dengan keduanya , Ayra ke kamar untuk membersihkan diri. Setelah selsesai Ayra kedapur untuk memasak, Rima yang melihat Ayra segera menyusul nya kedapur


"Cie yang udah baikan." goda Rima


"Apaan sih.."


Ayra memasak sup kacang merah ada rendang tinggal menghangatkan, Rima membantu ayra. karena Rima memang belum bisa memasak, tinggal bersama Ayra membuat Rima banyak belajar.


"Lo dari mana Van.."


"Gak kemana-mana dari danau."


"Lo udah jadian yaa.."


" Jadi apaan sih, jadi setan 😈!"


"Kalau Lo mau gpp jadi setan, biar Ayra sama gue.."


"Sialan Lo, calon istri gue mau Lo embat juga."


"Kalau lu gak mau, gue siap gantiin Lo. Dari pada jatuh ke tangan orang yang salah."


"Kayak Lo udah bener aja.."

__ADS_1


Han tertawa puas melihat kemarahan Vano.


__ADS_2