Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 67


__ADS_3

Han sedang fokus membaca lembaran-lembaran dokumen yang ada di hadapannya, dirinya selalu sepenuh hati dalam bekerja untuk itu Han memiliki tanggung jawab penuh dalam bekerja.


Terdengar pintu ruanganya terbuka tetapi pandanganya masih pada lembaran kertas putih bertulisan hitam, tak sebentar pun dirinya menoleh pada sumber suara.


" Ehem... Ehemmm.... Sepertinya kedatanganku tidak diharapkan.."


Mendengar suara orang yang Han tunggu-tunggu, ia pun segera menoleh dan mengulas senyuman manisnya.


" Siapa yang bilang..?"


" Gak dilirik sama sekali..!" Nessa memasang muka masam dan segera duduk dihadapan Han.


" Memang gak dilirik tapi ditatap langsung, sampai-sampai saat menatap wajah ini aku gak mau menatap wanita lain lagi.." Han membelai lembut wajah Nessa.


" Ih... Gombal banget.."


" Terus bagaimana agar kamu percaya, udah 100% malah dianggap gombal.."


Nessa tersenyum, ada kehangatan yang menjalar di tubuhnya. Hatinya berbunga-bunga, pria yang dirinya anggap serius dalam segala hal bisa seromantis ini.


" Sayang bagaimana lusa jadi kan kerumah..?"


" Jadi donk sayang, tapi aku belum ngomong sama Om Reno. Nanti malam aja tak kerumah Om Reno.."


Han memegang kedua tangan Nessa dan menggenggamnya erat.


" Bantu aku meluluhkan hati kedua orang tuamu ya..?"


" Pasti.. Kita hadapi semua sama-sama, aku yakin kalau kita punya niat baik pasti akan ada jalannya.."


" Uluh uluh.... Ayo makan siang pasti laper kan...?"


Keduanya meninggalkan kantor dengan menaiki mobil Han, keduanya menuju restoran tempat yang biasanya mereka datangi.


****


" Sayang besok mas udah mulai masuk kantor ya...?"


" Iya mas, ada mbak. Nanti mas Vano ajarin Ayra ngelola perusahaan Papa ya..?"


" Iya sayang pelan-pelan, kan ada Papa Anton juga.."


" Mas Vano makan dulu Yuk mumpung Shireen lagi bobok.."


" Ayok.."


Keduanya keluar dari kamar dan masuk ke ka kamar Shireen untuk memindahkannya tidur di dalam box bayi.


" Mbak Shireen ya, saya mau ke bawah.."


" Iya buk, biar Nona sama saya saja.."


Keduanya berjalan memasuki lift dan turun ke bawah.


" Yuk Darmi ayo makan siang..?"


" Silahkan Non, saya nanti di belakang.."


" Sekarang aja yuk, sama pak Yoseph juga.."


Pak Yoseph dan Yuk Darmi adalah pengawai yang paling tua di antara yang lainya, walaupun belum terlalu tua juga. Vano dan Ayra selalu meminta keduanya untuk makan bersama, Ayra menganggapnya sebagai orang tua sendiri.


Sore hari sepulang dari kantor Han melajukan mobilnya menuju kediaman papa Reno, tak lupa Han mampir ke toko kue yang cukup terkenal. Ia membeli salad buah dan sayur kesukaan Mama Mely, ada juga puding buah untuk Papa Reno.


Setelah dirasa cukup Han kembali melajukan mobilnya, pukul 07:00 mobil Han memasuki halaman rumah orang tua Vano.

__ADS_1


Han melihat mobil Papa Reno sudah terparkir di garasi rumahnya.


Setelah memencet bell seorang asisten membukakan pintu untuknya.


" Den Han, silahkan masuk Den.."


" Bapak sama ibuk ada mbok..?"


" Ada den silahkan..."


Han diminta menunggu di ruang tamu, dan asisten rumah tangga Papa Reno memanggil majikanya di dalam kamar.


Satu kali pintu di ketuk sudah terdengar jawaban dari dalam kamar.


" Iya mbok..." Mama Mely membukakan pintu untuknya.


" Ada Den Han di bawah Nyonya.."


" Sama siapa mbok..?"


" Sendirian nyonya.."


" Oia suruh nunggu sebentar, bapak masih di kamar mandi.."


Tak berapa lama Papa Reno dan Mama Mely keluar dari kamar, keduanya menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


" Malam Om Tante..?"


" Malam Han, tumben main kesini ada apa nie.."


" Mau main aja Om.."


" Kok sendirian aja..?"


" Masih sendiri Tante, nanti kalau udah gak sendiri pasti kesini berdua.."


" Terimakasih Tante.."


" Kalau mau main ya main aja gak perlu bawa apa-apa Han, ini juga rumahmu gak usah repot-repot.."


" Gak repot kok Tante, justru Han seneng bisa bawain sesuatu untuk orang tua Han.."


" Om Tante, sebelumnya Han datang kesini mau silaturahmi sama Om dan Tante. Keduanya Han mau ngrepotin Om dan Tante, rencana besok malam Han mau ke rumah orang tua Nessa."


" Alhamdulillah.. Gitu donk Han.."


" Terus rencaramu besok itu seperti apa..?"


" Ya mau silaturahmi dulu aja Om, ini juga tanpa sepengetahuan orang tua Nessa. Kita kasih surprise.."


" Om sih setuju Han, yang penting kamu dan Nessa sudah sama-sama yakin.."


" Iya Om.."


Sesudah mengutarakan keinginannya pada Papa Reno dan Mama Mely Han keluar dari rumah itu dengan perasaan lega, memang orang tua Vano sangatlah bersahabat paling enak untuk menyampaikan keluh kesah pasti dikasih solusi.


Sesampainya dirumah Han segera membersihkan diri dan naik di atas ranjang, ia memegang ponsel dan mencari nomor adiknya.


Han memberikan kabar bahwa besok dirinya mengajak Rima untuk ikut ke rumah orang tua Nessa, Rima pun menyanggupi dan akan pulang lebih awal untuk membantu kakaknya bersiap.


Tidak lupa Han juga mengajak Vano untuk ikut serta, Han merasa Vano juga orang penting dalam hidupnya. Keduanya sudah tumbuh bersama sejak kecil, Han ingin Vano ikut menjadi saksi dalam perjalanan hidupnya.


Vano bahagia mendengar berita ini langsung dari Han, dan berjanji akan menyempatkan diri untuk acara Han. Tadinya Han juga meminta Ayra untuk ikut, karena Shireen masih terlalu kecil Ayra memilih tidak pergi Han juga memaklumi keadaan Ayra.


Pagi ini Han masih bekerja separuh hari, Mama Mely yang akan mempersiapkan semua keperluan yang akan Han bawa ke rumah Nessa. Mama Mely begitu bersemangat menyiapkan semuanya, mulai dari oleh-oleh pernak pernik lamaran kecil-kecilan tidak terlewat sedikitpun.

__ADS_1


Tadinya Rima yang akan membantu Mama Mely, tetapi Mama Mely melarangnya dan meminta Rima menemani Han saja dan membantunya berdandan.


Walau semuanya mama Mely memesan dari toko oleh-oleh ternama, tetapi ia harus memastikan semua perfect.


Mama Mely juga selalu meminta pendapat menantu kesayangan nya, keduanya terus saja melakukan panggilan video call hingga semua barang yang akan di bawa sudah komplit.


Tak terasa jarum jam menunjukkan pukul 18:00.


" Ma bentar lagi Papa pulang kantor Lo, Mama bersiap dulu..."


" Bentar lagi sayang, parcel buahnya belum datang. Mama harus lihat dulu.."


Tak lama salah seorang asisten rumah tangganya membawa parcel buah yang baru diterimanya dari kurir.


" Ini sayang parcelnya, gimana menurutmu..?"


" Cakep banget Ma, siapa dulu ya milih.. Mama... pasti yang terbaik..!"


" Terimakasih sayang.."


" Udah Mama buruan bersiap, nanti ditinggal gimana..?"


Setelah mengakhiri panggilan video nya, mama Mely buru-buru masuk ke dalam kamar.


***


" Kak Han, ini pakaian yang mau kakak pakai ya..?"


" Iya gimana menurutmu..?"


" Bagus kak, pakai celana ini aja.." Rima menunjuk celana panjang berwarna abu-abu.


" Beneran..?"


" Coba deh.." Rima menempelkan celana beserta kemeja dan dasi dengan warna senada dengan celana yang akan Han kenakan.


" Tuh kan bagus..."


" Iya udah yang ini aja.."


Rima mengembalikan baju dan celana ke tempat semua dan memeluk kakaknya dengan erat. Han yang tiba-tiba mendapat pelukan adiknya pun sedikit terkejut.


" Ada apa..?"


Rima tidak menjawabnya dan hanya diam, setelah Han perhatikan ternyata adiknya itu menangis dalam pelukanya.


" Dek.. Kenapa sih, kamu gak suka ya sama kak Nessa, kalau gak suka kakak bisa pertimbangkan lagi nunggu kamu siap.."


Rima menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Terus kenapa...?"


" Rima bahagia kak, akhirnya kak Han menemukan kebahagiaan.." Rima berkata sambil terisak.


" Bahagia kok nangis..?"


" Sejak orang tua kita meninggal kakak berubah menjadi pendiam, jarang sekali aku melihat kak Han tersenyum. Sekarang aku melihat kakakku yang sebenarnya, selamat ya kak. Terimakasih sudah menjadi kakak sekaligus orang tua yang sangat bertanggung jawab buat Rima.."


Han membelai harus kepala adiknya dan menciumi pucuk kepalanya.


" Iya dek, itu sudah tanggung jawab kakak. Kita harus bahagia ya, kita sudah melewati sedih terlalu lama.."


" Ayo kakak bersiap Rima bantu.."


" Hapus air matanya dulu, cantiknya hilang kan dibuat menangis.."

__ADS_1


Rima dan Han bersiap, sesekali tertawa cekikikan. Kedua saudara ini selalu bisa menghapus kesedihan dengan kebahagiaan.


__ADS_2