Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 63


__ADS_3

Kebahagiaan keluarga kecil Ayra bertambah karena kedatangan Papa Anton dan Mama Ana, mansion ini menjadi ramai dengan keriwehan keluarga dan para pekerja.


Persiapan acara besok sudah hampir rampung, para pelayan laki-laki dan pengawal serta Scurity ikut berpartisipasi dalam persiapan acara.


Suara canda dan tawa bergema diruang tamu, kehadiran baby Shireen membawa kebahagiaan untuk semua penghuni mansion.


" Mas Vano, jadi nya siapa nama lengkap anak kita..?"


" Shireen Nuryn Rizqiana Liva, bagaimana..?"


" Nama yang bagus, iya mas aku setuju.."


" Terimakasih sayang.."


Vano memeluk erat tubuh istrinya, dan menciumi leher jenjangnya.


" Terimakasih untuk apa sih mas..?"


" Untuk semuanya sayang, untuk warna dalam hidup mas.."


" Ehem...Ehemm....."


Mendengar suara orang lain dikamar, sontak keduanya menoleh ke sumber suara.


" Mama...."


" Baru aja lahiran, masa udah peluk-peluk kamu Van. Dasar nakalll...." Mama Mely menarik telinga Vano.


" Ini gak seperti yang Mama lihat Ma..?"


" Dasarrrr..."


Ayra hanya diam melihat suaminya dipukulin Mama mertuanya.


" Eh ada apa Jeng, kok KDRT gitu...?" Mama Ana ikut bergabung.


" Ini Lo Jeng anak nakal, masa udah mau bikin adek buat Shireen.."


" Apa...?"


" Enggak Ma, Mama hanya salah faham.." ucap Vano pada mertuanya.


" Eh Jeng, gak apa-apa kalau Shireen punya adek lagi biar rame. Nanti Shireen ikut pulang denganku, adiknya dengan mu Jeng.."


" Iya juga ya Jeng, tambah muda aja nie punya hiburan cucu.."


" Terus Vano dan Ayra bagaimana..?"


" Biar bikin lagi mereka Jeng.."


Suara gelak tawa memenuhi ruangan ini, kecuali Vano yang hanya terdiam dengan telinga yang masih merah.


" Dikira kucing apa, hamil lahiran hamil lahiran..."

__ADS_1


Vano memutuskan untuk turun ke bawah dan duduk disofa bersama Papa Anton yang sejak tadi disana.


" Kenapa kamu Van..?"


" Wanita itu menyebalkan ya Pa..?"


" Emangnya kenapa..?"


" Gak tau lah, Vano lagi kesel aja Pa.."


" Papa mu dimana Van..?"


" Ke kantor Pa, mana bisa Papa gak kerja..!"


" Laki-laki harus seperti itu Van, kalau Papa mu gak kerja mana bisa nyekolahin kamu sampai tinggi sukses lagi. Terus lagi kalau Papa mu gak punya duit, gimana Mama mu mau shopping.."


" Iya iya Pa..." Papa nya dan Papa mertuanya emang gila kerja, panteslah kalau sepemikiran.


***


Di sebuah restoran yang terlihat tutup dari luar justru semua pekerja dengan sangat sibuk, selama 2 hari restoran ini sudah di pesan seorang pengusaha.


Semua tidak ada yang nganggur, mulai dari memetik sayuran, mengupas sayur, mencuci daging, membuat bumbu bahkan ada yang sudah memasak.


Besok sunbuh semua makanan harus sudah tiba di tempat acara, mulai jam 7 pagi keluarga pengusaha itu sudah akan menerima tamu hingga malam hari.


Manager restoran tidak ingin ada kesalahan kecil sekalipun, restoran nya sangat beruntung karena mendapat keberuntungan di pesan oleh seorang pengusaha yang sering dirinya lihat di televisi.


" Semuanya... Besok seragam restoran kita di pakai saat ke tempat acara, berikan pelayanan terbaik kita dan mohon kerjasama nya." Manager memberi himbauan pada pegawainya.


Hampir 50 orang menjawab serentak, semua juga sangat bahagia. Selain upah kerjanya dari bos restoran mereka juga mendapat upah harian dari sang pemesan, karena ini momen bahagia mereka akan memberikan bonus tambahan untuk para pegawai.


***


Subuh Ayra sudah terbangun, Ayra keluar kamar dan masuk ke kamar Shireen yang bersebelahan dengan kamarnya.


Ia melihat Shireen sedang bermain dengan pengasuhnya.


" Udah bangun mbak..?"


" Udah Nyonya, sejak tadi ngajakin bermain.."


" Ayo sama mommy Nak, minum dulu ya.." Ayra mengambil Shireen dari dalam box nya.


Stengah jam berlalu dirasa Shireen sudah kenyang Ayra pun menyudahi menyusui Shireen. Ayra mengembalikan pada pengasuhnya dan kembali ke dalam kamar.


Ia membersihkan diri di kamar mandi dan bergegas turun ke bawah, disana orang tua dan mertuanya sedang berbincang.


Pukul 07:00 semua orang sudah berada ditempat acara dengan Ayra yang menggendong baby Shireen menggunakan dress berwarna putih senada dengan dress yang di pakai sang anak.


Seorang pegawai wanita terus menatap ke arah Ayra dan bayinya, tidak salah lagi dia adalah Sarah ibu tiri Ayra.


" Cucuku sudah lahir, dia sangat cantik sekali.."

__ADS_1


Sejak Ayra keluar dari pintu lift hingga ke lokasi acara Sarah tidak mengalihkan pandangannya, ternyata pengusaha yang membooking restoran tempatnya bekerja adalah suami dari Ayra.


Ayra terlihat sangat cantik dengan make up yang natural, dan gaun yang sangat serasi di tubuhnya.


Ingin sekali Sarah melihat cucunya dari dekat, tapi iya takut jika Ayra menolak keberadaannya. Bukan hanya malu yang ia dapat bisa jadi dirinya juga akan kehilangan pekerjaan.


Ayra dan Vano begitu terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan para sahabat dan rekan-rekan bisnis keduanya, banyak juga rekan bisnis kedua orang tuanya.


Acara telah dimulai semua tamu undangan mendengarkan dengan khidmat pengisi acara seorang mubaligh yang sangat terkenal.


Saat mau balik itu menyebutkan bahwa bayi yang sedang di aqiqohi diberi nama kedua orang tuanya dengan nama Shireen Nuryn rizkiana liva Nugraha, semua yang hadir bertepuk tangan dengan pemberian nama yang sangat indah.


Acara demi acara sudah terlewati, tiba saatnya acara penjamuan semua tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati makanan yang dihidangkan.


Papa Reno duduk di meja yang sama dengan sahabat bisnisnya yaitu orang tua dari Nessa.


" Pram boleh gak putrimu menjadi menantuku..?" Mama Mely dan mama Nessa hanya diam mendengarkan.


" Kalau aku tergantung anaknya Ren, kalau mereka suka ya aku setuju aja.."


" Kok gak kaget, sudah tau ya..?"


" Hemsss..."


" Wah, aku terlambat selangkah..!"


" Waktu kemarin malam anak gadisku pulang bersama seorang pria, dan saat pria itu turun dari mobil membukakan pintu sebelah kiri untuk putriku. Aku merasa tidak asing dengan laki-laki ini, beberapa malam aku memikirkan di mana dan siapa laki-laki yang bersama putriku. Akhirnya aku menemukan jawaban dari rasa penasaranku, dia adalah sahabat Vano dari kecil yang sudah kau anggap menjadi putramu..."


Papa Reno dan mama Mely pun tercengang mendengar penuturan dari ayah Nessa.


" Sebenarnya aku juga baru tahu dua hari yang lalu dari Vano, untuk itu aku ingin menemuimu secara langsung dan mengobrolkan masalah ini Pram.."


" Aku mengerti Ren, kita tunggu saja kabar baiknya dari mereka berdua.."


Acara hampir selesai Han dan Nessa datang sedikit terlambat, mendadak ban mobil milik Nessa kempes ditengah jalan. Setelah mengucapkan selamat pada Ayra dan Vano, keduanya mendatangi meja Papa Reno dan orang tua Nessa.


Keduanya bersalaman dan mencium punggung tangannya masing-masing, ini pertama kali orang tua Nessa melihat wajah jelas calon menantunya.


" Dari mana saja kalian berdua..?" Ucap papa Reno mencairkan suasana.


" Mendadak ban mobil Nessa kempes Om, Han membantunya lebih dulu.."


" Pasti kalian sudah lapar, makanlah dulu Nak.."


" Iya Om, Tante kita permisi dulu.."


Kedua pasang orang tua itu mengangguk-angguk kan kepalanya, Han dan Nessa pergi meninggalkan meja orang tua Nessa dan Vano berada.


" Gimana Pram, nyonya...?"


" Kalau kapi setuju anak Ren, Han juga kelihatanya anak baik-baik.."


Kedua sahabat ini melanjutkan obrolan ya hingga acara selesai dan pak Pram dan istrinya pamit undur diri.

__ADS_1


Keduanya berjanji akan kembali bertemu untuk membahas masalah putra dan putri mereka.


__ADS_2