Khayra Gadis Pilihan

Khayra Gadis Pilihan
Episode 64


__ADS_3

Acara di rumah Ayra sudah dua hari berlalu, sejak malam itu Sarah jadi sering melamun. Pikirannya menerawang ke mana-mana, tidak menyangka kini dirinya sudah menjadi seorang nenek dari anak yang dulu tidak pernah ia anggap keberadaannya.


Bahkan keberadaan Ayra kecil waktu itu cukup mengganggu posisinya dan putrinya, sehingga dirinya hampir setiap hari menyia-nyiakan keberadaan putri dari suaminya itu.


Saat bekerja Sarah jadi sering bengong sendiri, ia menyadari di usianya yang sudah tidak sekuat dulu harusnya ia duduk di rumah. Menikmati hari tua bersama anak dan cucu-cucunya, tetapi dirinya sadar keadaan yang sekarang dirinya jalani adalah buah dari perbuatannya di masa lalu.


Beruntung saat acara di kediaman Ayra kemarin dirinya tidak sedikitpun membuka masker yang menutupi wajahnya, ia juga menggunakan penutup kepala seperti para pegawai lainnya. Sehingga Ayra tidak menyadari keberadaannya di sana.


***


Pagi ini Han mendatangi kantor papa Reno, mungkin ada hal yang ingin Papa Reno bicarakan sehingga memintanya untuk datang.


"Maaf mbak Om Reno ada di dalam..?" Tanya Han pada sekretaris Om Reno.


" Ada pak, silahkan pak Reno sedang menunggu anda.."


Han segera berjalan ke arah ruangan Papa Reno dan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu, dengan sedikit grogi Han memberanikan diri mengetuk pintu ruangan.


Tok...tok...tok...


" Masuk...!" Terdengar suara tegas ditelinga Han.


" Pagi Om..." Sapa Han mencairkan suasana.


Karena menurutnya tidak mungkin Om Reno memintanya untuk datang ke kantor jika tidak ada hal yang benar-benar penting untuk dibahas dengan ya.


" Silahkan duduk.."


Han melangkah mendekati sofa dan menjatuhkan tubuhnya disana, Han sibuk mengatur nafasnya. Sedangkan Om Reno masih betah di depan laptop miliknya.


15 menit berlalu Han menunggu dalam diam, akhirnya papa Reno bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah sofa menghampiri Han yang ada disana.


Papa Reno duduk persis di seberang kursi yang Han duduki.


" Han apa kamu tahu kenapa saya memintamu ke sini..?"


" Tidak sama sekali Om, justru saya ingin bertanya kenapa Om Reno memanggil saya datang ke sini..?"


" Apa kamu sedang mendekati Nessa...?"


" Kami saling mengenal Om..."


" Han... Om rasa kamu juga sudah cukup dewasa begitu juga dengan Nessa, Om ingin sebelum kembali ke new York Om sudah mendatangi rumah orang tua Nessa untuk melamar..."


" Maksud Om, Han masih belum siap bertemu orang tua Nessa Om.."


" Kalau kamu serius Om antarkan kamu menemui orang tua Nessa Han, apa kamu masih ragu...?"


" Om... Han belum memiliki apapun yang bisa Han banggakan di depan orang tua Nessa Om, Han sadar siapa Nessa dan siapa Han.."

__ADS_1


" Han berhenti berfikir seperti itu, kamu anakku sama seperti Vano. Jangan pernah berkata seperti itu, apa kamu sudah tidak menganggap Om ada.."


Dari dulu hingga saat ini dan mungkin sampai nanti orang tua Vano selalu menganggapnya seperti Vano, tapi semakin Han dewasa ia menyadari bahwa dirinya dan Vano itu berbeda.


Satu yang Han tau bahwa Papa Reno dan Mama Mely tulus membantu nya dan Rima, tetapi Han merasa belum bisa membalas kebaikan keduanya.


Langkah kaki Han berlahan tapi pasti meninggalkan ruangan papa Reno, lama Han berdiam diri di dalam mobilnya merenungkan perkataan papa Reno. Setelah puas ia melajukan mobilnya kembali ke kantor Vano, sesampainya Han di kantor Nessa sudah menunggunya disana.


" Han dari mana..?"


" Dari kantor Om Reno sebentar.."


" Ada apa Han, kenapa kamu tidak seceria seperti biasa.."


Han pun menceritakan tentang obrolan dirinya dan Om Reno tadi di kantor, tanpa terlewat sedikitpun.


" Bagus donk Han, apa kamu masih belum yakin dengan hubungan kita.."


" Bukan kita masalahnya Ness, tapi aku dan keadaanku..."


" Berhenti berfikir seperti itu Han, Om Reno itu benar. Fikirkan kembali, jauh di hatimu pasti membenarkan Om Reno.."


Kedatangan Nessa ke kantor sedikit membuat gelisahnya terobati, karena dari awal Han tidak pernah menutupi siapa dirinya dan Nessa pun menerima apa adanya.


***


Papa Anton dan mama Ana sudah kembali ke luar negeri, karena memang banyak pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan terlalu lama.


" Hallo cucu Opa..." Papa Reno menghampiri Shireen yang ada di pangkuan istrinya.


" Hallo Opa, baru pulang ya...?" Mama Mely menirukan suara anak kecil.


" Vano dimana Ma..?"


" Lagi mandi tadi pamitnya.."


" Kalau Ayra...?"


" Biasa sedang mompa ASI pa.."


Oma dan Opa baru ini sedang bermain bersama sang cucu, tanpa menyadari kedatangan Vano.


" Papa baru pulang...?"


" Eh kamu Van, udah dari tadi kok.."


" Gimana Han Pa..?"


" Masih belum pasti sih Van, tapi papa yakin Han juga menginginkan segera menikah.."

__ADS_1


" Ayo Pa bantuin apa gitu.."


" Sabar dulu Pa, biarkan mereka memikirkan masa depan keduanya. Kita tunggu kemajuanya lah.."


" Iya nie Mama.."


" Kelamaan sih..." Mama Mely berdiri dan membawa Shireen pergi meninggalkan kedua laki-laki itu.


Papa Reno menceritakan pembicaraannya bersamaan kepada Vano, Hanum mengerti bagaimana perasaan ayahnya kepada Han dan Rima.


" Nanti Vano bantu bicara sama Han Pa.."


" Iya Van, kasihan Han sekarang usianya sudah berapa. Papa pengen melihat anak-anak Papa bahagia bersama pasangannya masing-masing.."


" Ya bertahap Pa, tidak semuanya langsung seperti yang Papa inginkan. Apa lagi menyangkut dengan perasaan.."


" Papa ngerti Van, maksud Papa setelah Han menikah. Papa juga harus gantian memikirkan Rima, dia juga adik kamu..."


Mama Mely menemui Ayra yang sedang memompa ASI di kamar Shireen.


" Shireen lagi tidur Ma..?"


" Enggak sayang, nie anteng banget malahan. Mama ajakin naik aja karena Mama lagi kesel sama Papa dan Vano.."


" Kesel kenapa sih Mama..?"


" Ya itu Papa dan Vano lagi bahas masalah Han dan Nessa, tapi mama malah di cuekin.."


" Tapi menurut mama bagaimana..? Ayra setuju banget kalau kak Han sama Nessa Ma.."


" Mama jare ga sayang, tapi Han masih belum siap. Takut orang tua Nessa gak setuju, karena Han hanya asisten Vano. Padahal Han gak tau kalau Pram dan istrinya itu orang baik banget..."


" Jadi Papa...?"


" Ya bener sekali, Papa mau melihat keseriusan Han dulu.."


" Kasihan kak Han lah Ma, kan jadi ketakutan sendiri mau ketemu orang tua Nessa.."


" Kalau bener-bener serius cinta akan mencari jalanya sendiri.."


" Iya juga ya Ma, terserah lah Ayra ikut aja.."


Setelah makan malam bersama di mansion, papa Reno dan Mama Mely memutuskan untuk pulang.


Malam semakin larut keduanya tiba dirumah pukul 22:00.


Han semakin dilanda kegalauan, antara perasaan dan hatinya masih belum sejalan. Hatinya yakin Nessa adalah wanita yang selama ini dirinya tunggu, selanjutnya ia akan mengambil hati calon mertuanya.


Yuk semangat Han, jangan terlalu betah sendiri ya...

__ADS_1


__ADS_2