
" Sayang nanti mas pulangnya agak malam ya, banyak kerjaan di kantor.."
" Iya mas, mas Vano lembur sampai jam berapa..?"
" Enggak lembur sih, ada beberapa meeting hari ini. Setelah meeting ada evaluasi mungkin sampai jam 07.00 malam."
" Jaga kesehatan mas Vano, jangan telat makan ya..?"
" Iya sayang.."
Setelah sarapan Ayra mengantar Vano hingga ke halaman, seolah berat untuk berpisah. Pasangan ini sedang dimabuk asmara sudah seperti pengantin baru.
" Mas berangkat dulu ya.."
Ayra mencium punggung tangan suaminya dan Vano mencium pucuk kepala istrinya. Vano memegang perut Ayra
" Sayang jangan nakal ya, Papa mau kerja dulu cari uang.."
Mobil Vano sudah keluar gerbang mansion melaju di jalan raya. Ayra kembali masuk dan duduk di sofa ruang tamu, ia selalu membaca novel di ruang itu.
" Non Ayra susunya diminum non, nanti keburu dingin.."
"Iya Yuk, terimakasih.."
" Non lusa yuk mau pulang kampung.."
" Kenapa Yuk, apa ada masalah di kampung.."
" Kangen aja Non, kan Yuk udah 8 bulan gak pulang.."
" Iya yuk, nanti Ayra ngomong sama mas Vano dulu ya..?"
***
Begitu tiba di kantor Vano sudah ditunggu asisten Han di ruangannya.
Ceklek...
" Van semua dewan direksi sudah berkumpul di ruang meeting."
" Yuk langsung kesana.."
Keduanya berjalan bersama, saat Vano masuk ruang meeting semua melihat ke arah pintu.
" Selamat pagi semua.."
" Selamat pagi pak Vano.."
Kurang lebih 40 menit rapat sudah selesai Vano dan Han kembali ke ruangan Vano.
" Van penjualan produk baru kita bulan ini melampaui target. respon masyarakat juga sangat luar biasa."
" Terima kasih ya Han, ini hasil kerja keras kita berdua. Oia Han bulan depan gue udah jarang ngantor ya, urusan di kantor gue serahin sama lo sepenuhnya.."
" Jangan lama-lama Van, kerjaan gue jadi double dong.."
" Jam berapa lagi ada meeting..?"
" Tenang masih 30 menit lagi, lo pelajari dulu berkasnya.."
Jam makan siang tiba Vano sudah berada di kantin, kali ini Han tidak makan di kantin. Banyak kerjaan yang harus ia selesaikan.
Tok..Tok..Tok...
" Masuk.."
Ceklek...
" Aku masuk..."
" Nessa ada apa lagi..?"
__ADS_1
" Han ayo makan diluar..?"
" Pesan online aja gimana kita makan disini. Lihat nie kerjaanku numpuk.."
" Ya udah gak papa.."
Keduanya memesan makanan dari restoran sebelah dengan menggunakan jasa online. Nessa dan Han makan di meja kerja dengan saling berhadapan, terlalu asik mengobrol hingga tak menyadari seseorang melihat dari kaca luar ruangan.
" Han sama siapa..? Apa pacarnya, tapi siapa..?"
Vano tidak bisa melihat mukanya karena si wanita membelakangi arahnya.
Ceklekk...
Saat pintu dibuka Han dan Nessa sontak langsung menoleh.
" Oo.. Ada yang sedang berbunga-bunga nih pantesan dari luar tercium baunya wangi banget.."
" Apaan sih lo van.."
" Iya nie mas Vano apaan sih.."
" lagian lu Ness harusnya cerita dong biar aku nggak kaget. Tak lihat-lihat dari luar siapa, awalnya ku kira karyawan ruangan sebelah tapi kayaknya bukan. Eh malah kamu.."
" Memang nggak boleh mas.."
" Boleh-boleh aja nggak ada yang ngelarang.."
" Mas Vano ke ruangan dulu deh habis ini nesa ke sana.."
" Ya udah kayaknya kehadiranku di sini tidak diharapkan.."
Vano berjalan keluar dari ruangan Han dan kembali ke ruangannya sendiri.
Han merasa tidak enak sama Vano, karena harus melihatnya berduaan sama Nessa di dalam kantor. Tempat yang seharusnya untuk bekerja, benar-benar memalukan batinnya.
" Han kenapa ngelamun, lanjutin dong makannya.."
" Tiba-tiba aku kenyang Ness.."
" Emangnya mau ngomong apa kamu sama Vano..?"
" Ya semua nggak seperti yang mas Vano lihat, biar nggak salah paham.."
Setelah menyelesaikan makan siangnya Nessa beranjak dari ruangan Han dan mencari Vano ke ruangannya.
Tok...Tok...Tok...
Ceklek...
" Mas Vano, Nessa masuk ya..?"
"Hemmm..."
Nisa melangkahkan kakinya dan duduk di seberang meja kerja Vano.
" Ada apa..?"
" Mas Vano kok sewot gitu..?"
" Ada apa Nessa..?" Vano memaksakan tersenyum lebar.
Nessa tertawa melihat tingkah konyol Vano.
" Kok malah ketawa.."
" Pasti mas Vano cemburu kan, siapa suruh dulu Nessa diabaikan. Padahal dulu naik Nessa suka banget sama mas Vano, cinta matilah pokoknya.."
" Eh bocah.. Enak aja kalau ngomong. Masih kecil kok ngomongin cinta.."
" Nisa udah dewasa mas Vano, 25 tahun.."
__ADS_1
" Oke oke gimana..?"
" Mas.. Apa Han udah punya pacar..?"
" Hemmm.... roman-romannya ada yang pengen tahu banget nih.."
" Ih mas Vano.."
" Belum.. Puas kamu.."
" Pulang dulu, Da mas Vano.."
Nessa berlari keluar ruangan Vano dengan melambaikan tangan.
" Dasar bocah aneh.." Vano menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Nessa.
Hingga pukul 17.00 Vano masih betah berada di depan layar komputernya, pandangannya fokus melihat komputer jari-jarinya menari-nari di atas keyboard.
Ceklek...
" Van... Ruang meeting sudah siap, jadi evaluasi sekarang kan..?"
" Jadi 10 menit lagi.."
Han kembali ke ruangannya mengambil beberapa berkas yang akan dibawanya ke ruang meeting. Vano keluar dari ruang meeting tepat pukul 19.00, wajah lelahnya terlihat jelas tapi semangatnya bekerja tidak pudar.
" Han pulang sekarang.."
" Oke..."
Han menyetir mobil Vano, mengantar Vano ke mansion lebih dulu baru pulang ke rumahnya.
Kebetulan ruma Han searah dengan mansion milik Ayra.
" Besok gue jemput jam berapa Van.."
" Lo langsung ke kantor aja, biar aku diantar sopir.."
Setelah mengantar Vano Han melajukan mobil langsung ke rumahnya. Jadwal kantor yang begitu padat membuatnya lelah dan mengantuk, ingin segera sampai rumah dan istirahat.
" Malam sayang.."
" Mas Vano udah pulang.."
Ayra menyambut suaminya, mengambil tas dari tangan Vano dan meletakkan di tempatnya.
" Mas mandi dulu ya, Ayra siapkan airnya.."
" Iya sayang.."
Vano masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Sayang sudah makan malam..?"
" Sudah mas, mas Vano belum..?"
" Sudah tadi di kantor sama Han. Ayo tidur..?"
Vano merangkak naik ke atas ranjang dan diikuti Ayra, keduanya mengobrol hingga Vano tertidur dengan memeluk istrinya.
Ayra yang tidak terbiasa tidur sore pun hanya memandangi wajah suaminya, ia kemudian beranjak ke dapur untuk mencari cemilan yang bisa dimakan.
Semenjak kehamilanya semakin besar, Ayra jadi sering merasa lapar waktu malam hari. Diam-diam dirinya sering menyelinap ke dapur untuk mencari makanan.
Jam segini di dapur masih rame, hampir semua pelayan ada disana. Ada yang makan siang, ngopi bahkan hanya mengobrol saja.
Ayra langsung bergabung sama mereka, awalnya para pelayan sungkan majikanya didapur. Tapi Ayra melarang mereka untuk beranjak, dan mengajak mengobrol bersama.
***
Niat hati setelah bersih mau langsung tidur Han hanya bergulang guling di atas kasur,
__ADS_1
wajah Nessa terus menghantui pikirannya. Berulang kali Han mengalihkan dengan memikirkan hal lain tapi ujung-ujungnya wajah Nessa selalu muncul.
Bagaimana kisah keduanya nantikan episode-episode selanjutnya terima kasih.."