Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(100) Pembullyan (Part End) [S2]


__ADS_3

(100) Pembullyan (Part End) [S2]


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


"Hahaha! rasain lu Cantika!!" ucap Devian yang membully Cantika.


Cantika pun memohon kembali kepada Devian untuk menghentikan perilakunya yang membully-Nya.


"Hiks! aku mohon hentikan ini, Devian." Mohon nya kepada Devian untuk berhenti melakukan bullying terhadapnya.


Devian yang tidak ingin berhenti melakukan bullying terhadap Cantika, ia terus melanjutkan perbuatannya tersebut. "Hahaha! gua tidak akan menghentikan ini, Cantika karena membully diri lu itu sangat menyenangkan!!"


Dan secara tiba-tiba ada seseorang yang diam-diam melihat perbuatan Devian yang sedang membully Cantika, dirinya pun berpikir cara untuk Devian tidak membully Cantika kembali.


"Gua harus menghentikan Devian untuk tidak membully cewe tersebut tapi yang jadi masalahnya, gua ingin menghentikannya itu dengan cara apa? lapor ke guru? atau... ahah! gua punya ide. Gua akan memanfaatkan fobia nya Devian untuk menghentikan perbuatannya tersebut!!" ucap lelaki tersebut.


Lelaki tersebut pun memulai untuk menghentikan Devian melalui fobia nya yaitu berupa Ailurofobia atau biasa disebut dengan fobia terhadap kucing.


Devian nya pun langsung ketakutan ketika dirinya di jejelin dengan seekor kucing. "Ahhh." Teriak Devian yang ketakutan.


Cantika yang melihat Devian teriak ketika di jejelin sama kucing, dirinya pun menahan ketawa.


"Pufft! sumpah, sepertinya gua tidak akan berhasil menahan untuk tidak tertawa!!," batinnya.


Devian yang melihat Cantika yang seperti sedang ingin menertawakan dirinya tersebut, ia pun langsung bilang sesuatu terhadapnya.


"Lu kalau mau ketawa, ketawa aja!! gak usah lu tahan seperti itu!!," ucapnya.

__ADS_1


"Hahaha! oke kalau gitu, Devian."


"Terus aja ketawain gua, Cantika brengs*k." Marahnya kepada Cantika yang menertawakan dirinya.


"Lah bukannya tadi kamu menyuruh ku untuk tidak usah menahan diriku untuk menertawakan dirimu, Devian," lanjutnya.


"Iya tetapi... ah sudahlah terserah lu!!. Dan juga lu kenapa menjejelin gua dengan seekor kucing ini?" tanya Devian yang dengan emosi marah.


"Tidak apa-apa dan lagipula lu kurang kerjaan membully seorang wanita yang cantik seperti dia ini!!" jawab seorang lelaki tersebut kepada Devian.


"Cantik? lu bilang Cantika itu wanita yang cantik? yang benar saja lu bahwasanya diri lu bilang Cantika itu cantik?. Dan terserah gua ingin membully dirinya atau tidak, itu bukan urusan lu sama sekali!!. Jadi lu tidak usah ikut campur urusan gua ini!!." Ucap Devian dengan tegas.


"Apa kata lu?... gua tidak usah ikut campur urusan lu tersebut?. Hey gua ini saudara kembar lu, jadi gua mempunyai suatu hak untuk ikut campur urusan lu itu dan terlebih lagi gua tidak ingin lu terkena suatu masalah hanya karena perilaku lu yang suka membully seseorang. Iya, wanita yang lu bilang dengan nama Cantika itu adalah seorang wanita yang cantik dan menurut gua semua wanita itu cantik, tidak ada yang jelek!" sambung seorang lelaki tersebut yang ternyata kembarannya Devian.


"Yasudahlah terserah lu dan lagipula gua jadi malas untuk membully wanita jal*ng itu lagi!" ucap Devian yang sembari pergi untuk menuju ke kelasnya.


"Woy jaga ucapan lu tersebut, Devian!." Tegur Deviano kepada kembarannya.


"F*ck you!" ucapnya yang memutarbalikkan tubuhnya sembari mengasih jari tengahnya ke kembarannya, Deviano.



"Devian, awas saja lu dan beraninya lu mengasih jari tengah ke gua. Perset*n juga dengan lu, Devian!!." Ucapnya.


Cantika yang merasa tertolong dengan kehadiran kembarannya Devian yaitu Deviano, ia pun berterima kasih kepadanya. "T-terima kasih Kak."


"Iya sama-sama dan juga lu tidak perlu memanggil gua dengan sebutan kakak karena yang gua lihat-lihat, sepertinya kita seumuran."


"B-baik Kak... eh maksudku Deviano."


"Hahaha! kamu lucu juga, Cantika."


"T-terima kasih."


"Iya sama-sama dan juga gua minta maaf karena perbuatan yang diperbuat oleh Devian yaitu membully diri lu, Cantika. Sekali lagi gua minta maaf ya atas perilaku yang diperbuat oleh kembaran gua tersebut!." Deviano meminta maaf atas perilaku yang diperbuat oleh kembarannya.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa dan sudah aku maafkan perilaku yang dirinya perbuat kepada diriku ini, Deviano." Ucap Cantika yang sudah memaafkan perilaku kembarannya Deviano.


"Terima kasih sudah memaafkan perilaku Devian, Cantika dan omong-omong lu kelas berapa?" tanya Deviano yang mengganti topik pembicaraan.


"Aku kelas XI MIPA 2 dan kamu kelas berapa, Deviano?" jawab Cantika dan dirinya menanyai kembali ke Deviano.


"Oh kelas XI MIPA 2 dan kalau gua kelas XI IPS 3" jawabnya.


"Oh begitu ya dan kalau begitu aku pergi ke kelas dulu, Deviano. Bye."


"Bye juga, Cantika."


...


Keadaan Tisana yang tiba-tiba salah satu penyakit gangguan mental dahulunya kambuh kembali seperti dahulu saat ia masih duduk di sekolah menengah atas. Dan salah satu penyakit mental itu dikenal dengan sebutan Anxiety Disorder atau biasa disebut dengan gangguan pada kecemasan.


"Sialan! kenapa gangguan mental gua harus kambuh sekarang? dan juga kenapa Panic Attack gua pakai kambuh secara barengan dengan penyakit Anxiety Disorder yang gua miliki?. Tisana! kamu harus tenang supaya gangguan mental ini tidak kambuh kembali!." Tisana pun berusaha menenangkan dirinya tersebut supaya penyakit gangguan terhadap mentalnya tersebut hilang.


Setelah beberapa menit kemudian pun, gangguan kecemasan pada dirinya Tisana pun mereda dan hilang untuk sesaat karena gangguan pada kecemasan tersebut butuh banyak waktu untuk menyembuhkannya. "Akhirnya gangguan pada kecemasan gua tersebut hilang dan sekarang gua harus fokus untuk memperhatikan yang sedang diajarkan oleh Dosen itu." Ucap Tisana.


Sedangkan Tio yang memperhatikan Tisana dari tempat duduknya tersebut, ia khawatir terhadap Tisana yang tiba-tiba bertingkah aneh karena gangguan kecemasan yang ia idap.


Dirinya pun menanyai secara langsung kondisinya. "Kamu kenapa Tisana? apakah kamu sakit? aku khawatir terhadap kondisi kamu, Tisana."


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


Salam hangat Author.


__ADS_2