Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(52) Menusuk Dirinya Sendiri


__ADS_3

(52) Menusuk Dirinya Sendiri.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


...Happy Reading~...


.


.


.


Setelah mereka berhasil, mereka tertawa dan Fauzal merasa sangat kesel akan perbuatan mereka bertiga yang membalas perilaku dirinya lewat fobia nya. Dan untungnya ia hanya memiliki fobia badut yang tidak terlalu tinggi alias ia masih memiliki sedikit keberanian terhadap badut di depannya.


"Maksud kalian apa dengan adanya menakuti gua dengan fobia yang gua miliki? atau lu mau membalas perilaku gua terhadap lu, Tisana dan makanya lu menakuti gua dengan badut??!!!."


Tisana membalas ucapan Fauzal yang tidak terima kalau dirinya ditakuti oleh fobia yang ia miliki.


"Hahaha!!, bang Fauzal!, kamu kira aku tidak bisa membalas perilakumu yang selalu ada niat untuk membalas dendam yang kamu miliki terhadap aku dan padahal aku tidak membuat temanmu bunuh diri hanya karena diriku tetapi kamu mengira itu salah aku, bang Fauzal!!, hahaha! sangat lucu diri kamu, bang!." ucap Tisana yang blak-blakan tetapi benar adanya.


Fauzal yang tidak terima oleh ucapan adiknya, Tisana yang terlalu blak-blakan terhadap dirinya yang mengira Tisana yang membuat temannya bunuh diri.


"Apa-apaan itu? emang benar adanya lu yang menjadi penyebab teman gua bunuh diri dan itu semua penyebab dan salah lu!!!!."

__ADS_1


"Bang Fauzal, sekarang aku tanya ke abang, apa abang bakal mendengarkan semua penjelasan ku tentang temanmu yang bunuh diri itu dan akhirnya malah abang mengganggap aku sebagai penyebab ia bunuh diri?!!."


"Untuk apa gua harus mendengarkan penjelasan lu? dan tanpa harus lu jelasin ke gua semuanya, tetap aja teman gua udah mati dan lu menjadi penyebab kematian teman gua itu."


"Aku mohon sama abang untuk mendengarkan semua penjelasan dari aku dan kalau abang tidak mau mendengarkan penjelasan ku, aku akan membunuh abang dengan pisau yang abang taruh di atas kepalaku ini!!!!."


"Heh! lu berani membunuh gua, jangan gede suara doang alias banyak bac*t tapi takut lu lakuin dan jangan cuma omdo doang, kalau lu berani bunuh gua, bunuh gua, SEKARANG!!." ucap Fauzal dengan emosi dan ia juga menantang Tisana untuk membunuh dirinya, sekarang juga.


"Aku bukan cuma omongan doang yang besar, aku juga bakal membunuh abang kalau abang tidak mendengarkan penjelasan aku terlebih dahulu!!." sambung Tisana dengan mata yang berkaca-kaca alias mata yang sebentar lagi ingin meneteskan air mata.


"Hahaha!!." Fauzal tertawa dengan sangat keras.


"Kenapa ketawa? gak ada yang lucu, tahu!!."


Jleb.


Fauzal banyak mengeluarkan darah dari ia menusuk dirinya dengan pisau dan Tisana yang panik akan abangnya yang banyak berlumuran darah, ia berusaha untuk membangunkan dirinya dari hospital bed walaupun dirinya kesulitan untuk bangun dari hospital bed tersebut.


Tio yang berinisiatif ia menyuruh Tisana untuk tetap diam di hospital bed nya itu, dan dirinya mencari dokter yang masih ada jadwal praktek di dini hari itu.


Tiana yang bingung, ia hanya diam dan tentunya ia merasa panik dan khawatir sama keadaan abangnya tersebut.


"Bang Fauzal!, hiks! hiks!, aku tidak mau kalau bang Fauzal beneran meninggal, aku tidak mau, hiks!, bagaimana ini kak Tisana?."

__ADS_1


"Kakak tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa menyelematkan nyawa bang Fauzal?!! k-kakak bingung, Tiana!."


...


Tio yang sudah membawa dokter yang masih ada jadwal praktek di jam 2 dini hari, dokter tersebut langsung membawa Fauzal ke ruangan operasi dikarenakan ia menusuk dirinya dengan menggunakan pisau yang sangat dalam sampai perutnya tersebut terbuka yang mengharuskan dirinya melakukan operasi perut dan pastinya dokter tersebut didampingi oleh 4 perawat untuk ikut membantu dirinya melakukan operasi terhadap Fauzal.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.


Maaf hari selasa kemarin author tidak up karena author disibukkan oleh tugas yang dikasih oleh guru, jadi maaf ya reader's.


Bagaimana kondisi Fauzal yang menusuk dirinya dengan pisau? dan apakah di dalam diri Fauzal ada rasa penyesalan yang sudah dendam terhadap Tisana? dan bagaimana kelanjutan alur cerita ini berjalan?, jika penasaran terhadap alur cerita novel ini, maka ikuti terus alur cerita novel ini sampai tamat. Dan tentunya author bakal membuat novel ini happy ending.


Terima kasih yang sudah mampir dan mendukung Author.

__ADS_1


__ADS_2