Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(111) Takut Mama Marah [S2]


__ADS_3

...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Setelah bos mafia itu menyetujui, Arya pun mengharapkan kerja sama nya berhasil untuk mencelakakan Tio.


"Oke, gua harap kita bisa bekerja sama dengan baik untuk mencelakakan dia," ucap Arya.


"Hahaha!! tenang aja sama gua mah kerja sama akan berhasil!!," lanjut bos mafia tersebut.


"....."


Arya pun mendiamkan ucapan bos mafia tersebut dan langsung pergi menuju ke rumahnya. Kondisi Arya yang sedang menyetir di mobilnya sembari menyetel lagu yang berjudul Usik by Feby Putri dan dirinya pun ikut bernyanyi.


...Tiada yang meminta seperti ini...


...Tapi menurutku Tuhan itu baik...


...Merangkai ceritaku sehebat ini...


...Tetap menunggu dengan hati yang lapang...


...Bertahan dalam macamnya alur hidup...


...Sampai bisa tiba bertemu cahaya...


...Tapi menurutku Tuhan itu baik...


...Tapi menurutku Tuhan itu baik...


...Hari-hari kujalani, harap ada yang bermakna...


...Kembalikanlah senyumku...


...Secepat s'perti dilahirkan lagi...


Arya yang menyanyi lagu tersebut pun, ia perlahan-lahan menangis karena ke ingat sama masalah keluarganya yang membuat dirinya mempunyai rasa trauma.


"Ayah macam apa lu yang meninggalkan anak dan istri sendiri?!! dan pas ibu sudah banyak harta lagi, lu baru balik?!! lucu banget, ayah brengs*k, benci gua punya ayah seperti lu!!," ucap Arya yang sedang menangis sembari kesal dengan perilaku ayahnya.


Arya selama menyetir, ia dalam kondisi menangis karena lagu-lagu yang ia setel kebanyakan lagu sedih hingga sampai ke rumahnya, dirinya menyeka air matanya.


"Gua harus menyeka air mata ini supaya ibu tidak khawatir," Arya pun menyeka air matanya.

__ADS_1


Ia pun masuk ke dalam rumahnya.


"Shalom," salam Arya.


"Shalom anak ibu, gimana kuliahnya?."


"Alhamdulillah bu, ehh.... maksud aku baik-baik aja bu kuliahnya." Arya keceplosan mengucap kata 'Alhamdulillah' padahal dirinya Kristen.


"Kocak banget kamu, Nak, oh baguslah kalau kuliah kamu baik-baik aja."


"Hehe iya bu," Arya tercengir, "Kalau begitu Arya ke kamar ya bu" ucap Arya.


"Baiklah kalau begitu anak ku, istirahatlah pasti badan kamu juga sudah lelah" pungkas Ibunya Arya.


"Iya bu."


...----------------...


Keadaan Tisana dan Tio yang sedang makan bersama, kedekatan mereka berdua seolah-olah hubungan mereka sudah balikan.


Tio terus menatap ke arah Tisana hingga makanannya pun belum di makan. Sedangkan Tisana yang merasa risih akan kelakuan Tio yang menatapnya terus.


"Tio, kenapa kamu malah natap aku doang?, mendingan kamu makan aja, jadi risih aku di tatap seperti itu sama kamu," ucap Tisana.


"Ketahuan ya aku menatap kamu, kalau gitu aku minta maaf yaa Tisana udah buat kamu risih," ucap Tio.


"Iya sudah aku maafkan tetapi jangan seperti itu lagi," ucap Tisana.


"Dih, ngapain kamu manggil aku Sana?" tanya Tisana.


"Tidak apa-apa, aku cuman rindu sama hubungan kita yang dahulu" jawab Tio.


Tisana menarik napas dalam-dalam lalu dihembuskan olehnya, "aku juga rindu sama hubungan kita yang dahulu tapi sayang kita putus."


"Iya sayang banget, balikan yuk Sana" ucap Tio lagi-lagi mengajak Tisana untuk balikan.


Tisana lagi-lagi mengalihkan pembicaraan Tio tetapi kali ini Tio tidak membiarkan Tisana untuk mengalihkan pembicaraannya lagi.


"Kamu pernah lihat....," ucap Tisana yang terpotong.


"Tisana, kamu bisa tidak jangan mengalihkan pembicaraan aku tentang ngajak kamu balikan!! apa setidak mau itu kamu balikan sama aku?."


"Aku tidak bermaksud seperti itu, Tio tetapi...,"


"Tetapi apa? kalau kamu tidak mau balikan sama aku, tidak apa-apa."


"Bukannya aku tidak mau balikan sama kamu, aku cuma tidak ingin mengingkari janji ku dengan mamaku untuk balikan sama kamu."


"Terus kenapa kamu membuat janji dengan mama mu, Tisana?."

__ADS_1


"Supaya mama ku bisa mempercayai diriku lagi, Tio makanya aku membuat janji dengan mama ku."


"Lah kenapa mama mu tidak mempercayai dirimu, Tisana?, jangan bilang kamu berbohong denganku."


"Aku tidak berbohong, Tio."


Tisana pun menceritakan hal tersebut ke Tio supaya Tio mempercayai nya bahwa ia tidak berbohong akan ucapannya sendiri.


Flashback


Setelah Tisana ketahuan chatingan oleh Tio, Tisana pun diminta oleh Mama nya untuk putuskan anak dari Alberic itu.


Dan Tisana pun memutuskan Tio lewat chat tersebut, setelahnya mama nya pun mengajak ngobrol Tisana untuk menjauh dari Tio.


"Tisana, mama ingin kamu menjauhi anak dari Alberic sialan itu, mama tidak ingin kamu mengalami kejadian seperti mama yang diputuskan oleh si Alberic brengs*k itu!!," ucap Lia kepada Tisana untuk menjauhi Tio.


"Tapi mah...,"


"Tapi apa? mama minta ke kamu untuk tidak usah dekat-dekat dengan anak si Alberic sialan itu dan kamu harus janji ke mama untuk menjauhi Tio itu apabila kalian tidak sengaja bertemu," ucap Lia sembari memberi jari kelingking untuk membuat perjanjian dengan anaknya.


Tisana pun yang hanya bisa pasrah, ia menyetujui perjanjian tersebut dengan mengasih jari kelingkingnya ke Ibunya dan disitulah perjanjian ia dengan Ibunya dibuat.


"Baiklah aku menyetujui perjanjian bodoh yang mama buat ini!!," ucap Tisana yang pasrah.


"Tapi kamu jangan lupa untuk menepati janji ini kalau tidak, maka nanti kamu dapat dosa dari Allah Tisana dan terlebih lagi kamu dapat dosa juga karena tidak mendengarkan ucapan mama," ucap Lia.


"Iya mah, tenang aja Tisana bakal tepati janji tersebut."


"Awas aja kalau kamu tidak tepati janji ini, Tisana."


"Haha, tenang aja mah. Tisana aja takut mama lagi marah kalau berurusan dengan hal seperti ini!!" ucap Tisana.


"Oke, jangan lupa tepati janji kamu ya, anak mama cantik."


"Iya mah."


Flashback Off


"Seperti itu lah, aku dan mama ku membuat perjanjian untuk aku menjauhi dirimu, Tio" ucap Tisana.


"Dih, parah banget mama kamu itu, masa gara-gara putus dengan ayah ku dia malah menyuruh kamu menjauhi aku!!," ucap Tio yang tidak menerima.


"Mana aku tahu."


.


.


.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2