Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(64) Aku Nyaman Sama Kamu


__ADS_3

(64) Aku Nyaman Sama Kamu.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


...Happy Reading~...


.


.


.


Fauzal yang ada di dalam mimpi adiknya tersebut, ia tidak mendengarkan ucapan Tisana untuk tidak pergi meninggalkan adiknya tersebut.


...


Tisana sangat menggenggam erat tangan abangnya itu dan saat ia menggenggam tangan Fauzal, ia merasa tubuh abangnya itu sama sekali tidak bisa disentuh oleh dirinya tersebut.


"Kenapa tangan bang Fauzal tidak bisa aku genggam? itu tidak mungkin!! bang Fauzal pasti bisa aku genggam dan tidak mungkin tangan bang Fauzal tembus pandang!! pasti bisa, hiks! sial, kenapa tidak bisa aku genggam tangan bang Fauzal?!! hiks!." ucap Tisana yang sedih karena ia tidak bisa menggenggam tangan Fauzal karena yang ada di mimpinya itu cuma bohongan alias dirinya sangat merindukan sosok abang yang sangat ia cintai sampai terbawa mimpi.


.


.


.

__ADS_1


Tio yang melihat kekasihnya yang sedang menangis dalam mimpinya, ia berusaha membangunkan Tisana dari tidurnya tersebut.


"Tisana, bangun! Sayang, bangun! eh, bentar kenapa gua panggil Tisana dengan kata sayang?! ish, diri sendiri, jangan mulai mengada-mengada untuk berpikiran jorok apalagi bertingkah yang tidak sewajarnya terhadap pacar lu, diri sendiri!! sumpah, rasanya susah untuk menahan hawa naf*u, apalagi Tisana sangat menggoda, tapi Tio, lu tidak boleh membuat anak orang menjadi kotor hanya karena hawa naf*u yang tidak bisa ditahan, gua harus berusaha untuk menahan hawa naf*u!!."


Tisana bangun dari mimpi yang ia alami dan selepas dirinya bangun, ia baru menyadari kalau itu hanya sebuah mimpi yang sangat menyedihkan yang dirinya alami.


Dirinya langsung menyeka air mata yang ia jatuhkan disaat dirinya mimpi tadi, dan dirinya masih merasa bahwa mimpi yang ia alami barusan adalah mimpi yang paling menyedihkan.


Tio yang melihat Tisana, ia merasa ingin menenangkan suasana hati sang kekasihnya itu tetapi dari tadi ia memikirkan hal yang tidak senonoh, itu yang membuat diri Tio ragu untuk bisa menenangkan suasana hati kekasihnya itu.


"Rasanya ingin gua hibur Tisana tetapi dari tadi pikiran gua tidak bisa diajak kerja sama untuk tidak memikirkan yang tidak seharusnya gua pikirkan, sudahlah gua bakal tetap hibur Tisana yang sedang menangis karena mimpi yang ia alami."


.


.


.


"Manis banget kamu, Tisana." Puji Tio yang harusnya dia berucap dalam hatinya tetapi ia tidak sadar kalau dirinya benar-benar mengucapkan kalau Tisana manis.


Tisana yang mendengarnya, ia tersipu malu disebabkan ucapan Tio yang bilang kalau dirinya manis.


"Kamu bisa aja, Tio dan kamu juga manis kalau sedang tersenyum, pangeran aku!." ucap Tisana yang sedang tersipu sekaligus menggombali kekasihnya itu.


Tio yang tertawa akan ucapan Tisana yang tiba-tiba bilang dirinya manis.

__ADS_1


"Hahaha! kamu lucu banget, Tisana." Tertawa Tio yang merasa lucu terhadap ucapan Tisana yang bilang dirinya manis.


"Kenapa tertawa? kamu beneran manis, Tio!."


"Hahaha! tidak apa, kamu itu lucu banget, Tisana, pengen aku peluk kamu lama-kelamaan."


"Belum mahram, tidak boleh meluk aku!."


"Baik, Sana sayang."


Tisana semakin tersipu oleh ucapan kekasihnya itu dan dirinya merasa nyaman di saat bersama Tio.


"Aku nyaman banget sama Tio, terima kasih ya Allah sudah mempertemukan saya dengan Tio." ucap syukur Tisana yang dipertemukan oleh Tio.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.


__ADS_2