Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(91) Khawatir [S2]


__ADS_3

(91) Khawatir [S2]


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Driana yang terbaring di rumah sakit, dirinya ada di rumah sakit itu akibat perbuatan sekelompok preman yang disuruh oleh Akasuki, pelakor dalam hubungan rumah tangganya. Di tempat tersebut, Driana ditemani oleh sang anak tunggalnya yaitu Fadri.


"Bunda kenapa bisa seperti ini? dan siapa yang berani banget mencelakakan Bunda?" tanya Fadri yang khawatir sama Bunda-nya.


"Bunda tadi tidak sengaja bertemu dengan sekelompok preman dan preman itu melakukan kekerasan terhadap Bunda" jawab Driana.


"Apa? kenapa bisa sekelompok preman itu melakukan kekerasan terhadap Bunda? apa Bunda pernah berurusan sama sekelompok preman itu?" tanya Fadri yang terkejut akan jawaban Bunda-nya.


"Bunda tidak tahu. S-sekelompok preman itu secara tiba-tiba melakukan kekerasan sama Bunda dan Bunda tidak pernah berurusan sama mereka sekalipun!" jawab Driana dengan perasaan yang masih gemetaran.


Fadri yang mendengar ucapan Driana tersebut, dirinya sebagai anak tunggal dari Driana itu pun mengenggam kedua tangan Bunda-nya itu yang masih gemetaran oleh kejadian yang dialaminya.

__ADS_1



Contoh genggaman yang dimaksudkan.


"Bunda gemetaran banget tangannya" batin Fadri yang sembari mengenggam kedua tangan Bunda-nya. "Bunda tidak usah se gemetaran ini, aku akan selalu ada buat Bunda dan juga Bunda tenang saja, aku akan cari sekelompok preman itu yang sudah berani mencelakakan Bunda. Yaudah kalau begitu, Bunda istirahat saja dan tenangkan diri Bunda terlebih dahulu" ucap Fadri.


"Oke" sambungnya.


......................


Fadri yang sedang berjalan keluar dari rumah sakit, dirinya pergi keluar dari tempat situ untuk mencari keberadaan sekelompok preman yang sudah berani mencelakakan Bunda-nya tersebut.


Dirinya sudah mencari sekelompok preman itu ke banyak tempat tetapi belum juga menemukan mereka untuk dirinya mengasih pelajaran gara-gara berani mencelakakan Bunda-nya.


Fadri terus menerus mencari sekelompok preman itu sampai dirinya tidak sengaja melihat seorang wanita yang sedang mengobrol dengan sekelompok lelaki yang bergaya seperti layaknya preman.


Fadri yang melihat seorang wanita itu, dirinya mendatangi wanita tersebut.


"Permisi, apakah saya boleh nanya kepada anda?" tanya Fadri yang sedikit ada rasa curiga terhadap wanita tersebut.


"Boleh dan mau nanya apa?" jawab wanita tersebut.


"Hmm... begini apakah mbak melihat suatu kejadian sekelompok preman yang mencelakakan seorang wanita yang sekitaran umur 35?" tanya Fadri kepada wanita tersebut.

__ADS_1


"Wanita sekitaran umur 35?" lanjutnya.


"Iya, apakah mbak melihat kejadian tersebut?."


"Tidak, saya tidak melihat kejadian tersebut dan mendingan kamu pergi sana. Tidak usah menganggu saya dan teman-teman saya."


"Yaudah mbak kalau gitu, saya permisi dahulu" ucap Fadri. "Kalian semuanya nanti temuin gua di tempat ini" bisik Fadri kepada sekelompok preman tersebut sembari mengasih secarik kertas sobekan.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


Salam hangat Author.

__ADS_1


__ADS_2