Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(82) Aku Harus Terpaksa Mengikhlaskan Mu [S2]


__ADS_3

(82) Aku Harus Terpaksa Mengikhlaskan Mu [S2]


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2....


...Happy Reading~...


.


.


.


"Pak, kenapa diam saja? saya tanya ke bapak, kenapa bapak terlambat menjemput adik saya? dan sampai sekarang pun, Cantika belum di temukan, saya khawatir sama adik saya yang takut terjadi hal yang tidak seharusnya kepada dirinya!!," ucap Candra yang sangat mengkhawatirkan adiknya.


Wahid pun menjawab pertanyaan dari Candra. "Sebelumnya saya minta maaf tuan Candra bahwasanya saya terlambat menjemput nona Cantika dan saya terlambat menjemput nona Cantika karena...," ucap yang dilontarkan oleh Wahid terpotong oleh ucapan Candra yang sudah emosi duluan.


"Karena apa...?." Tanya Candra dalam emosi marah.


"K-karena tadi saya ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengecek dan melihat kondisi istri saya yang sedang sakit parah, tuan Candra. S-saya minta maaf akan kerjaan saya yang tidak becus sebagai sopir pribadi keluarga tuan Candra, sekali lagi saya minta maaf, tuan Candra." Jawab Pak Wahid.


"Sudahlah saya sudah maafkan kamu, Pak Wahid dan saya minta maaf juga karena telah membentak bapak." Sambung Candra.


"Tuan Candra tidak salah dan tidak perlu minta maaf, ini sepenuhnya salah saya karena terlambat menjemput nona Cantika hingga membuat tuan Candra marah dan itu wajar, menurut saya karena saya melihat tuan Candra sangat mengkhawatirkan nona Cantika, dengan begitu tuan Candra tidak perlu minta maaf kepada saya dan sekali lagi saya minta maaf, tuan Candra," ucap Pak Wahid.


"Iya, saya sudah maafkan bapak kok dan juga, saya minta maaf karena saya merasa bersalah sudah memarahi bapak," sambung Candra.


"Hahaha! tenang saja tuan Candra, saya sudah memaafkan tuan dan terima kasih sudah memaafkan kelalaian saya untuk menjemput dan menjaga adik tuan, nona Cantika" ucap Pak Wahid.


"Hmm! kalau begitu kita bersama-sama mencari Cantika sampai ketemu, Pak Wahid, bapak mau kan untuk ikutan mencari adik saya?," ucap Candra.


"Mau dan tenang saja tuan Candra, saya akan mencari adik tuan sampai ketemu!," sambung Pak Wahid.

__ADS_1


"Oke, terima kasih pak" ucap Candra.


"Iya, sama-sama" ucap Pak Wahid sembari tersenyum.


...----------------...


Flashback On


Saat ku kira kehidupan di pernikahan kita akan indah seperti orang pada umumnya, ternyata perkiraan ku sangat salah dan selalu berpikir positif bahwasanya dirimu tidak pernah berselingkuh ataupun mengkhianati diriku.


Seandainya dahulu aku tidak menikah denganmu, aku tidak akan seperti ini, yang sudah patah dan hancur karena kelakuanmu dan pada hari itu, aku melihatmu berselingkuh dengan teman yang hampir ku anggap keluarga sendiri.


"Apa maksud kamu, sayang?." Tanya Driana yang terkejut akan perselingkuhan Suaminya dengan dilanjutkan tuturnya. "Kamu tega sama aku, sayang, aku tidak sangka akan seperti ini dan kamu, teman macam apa yang berani ambil Suami orang!!!"


"Sayang, ini tidak seperti apa yang kamu lihat!!" ucap Farel yang menyangkal ucapan Driana. "Aku sungguh tidak berselingkuh dengan teman kamu, Driana sayang, tolong percayalah kepadaku, Suamimu ini!," sambungnya.


"Percaya seperti apa lagi yang kamu maksud? aku sudah percaya sama kamu tetapi kamu selalu mengecewakan aku dan bahkan aku tidak sangka kalau kamu seperti ini, Farel" ucap Driana dengan nada bicara yang tinggi tetapi dibalik itu air matanya ingin menetes. "Hiks! kamu tega banget sama aku, Farel, kamu sungguh Suami yang tidak tahu di untung dan tidak tahu diri, aku benci sama kamu!." Gumamnya.


Temannya Driana pun ikut campur akan urusan pertengkaran mereka dengan mengatakan. "Hahaha! Driana, Driana, kamu sungguh Istri yang tidak becus dan tidak cukup menggoda, makanya Suami kamu itu memilih selingkuh dari kamu karena kamu tidak cukup menggoda dirinya. Sudahlah sayang, kamu tidak perlu mengemis minta maaf seperti itu kepada Istri mu itu dan ceraikan saja dia." Ucapnya.


Farel yang mendengar ucapan wanita itu, dia langsung menampar perempuan tersebut yang bikin suasana menjadi tambah tidak bagus.


Plakk!


"Maksud kamu apa dengan menampar ku? bukannya ucapan ku itu benar seperti yang kamu ucapkan sebelum datangnya Istri kamu itu!" ucap pelakor tersebut.


Farel yang sudah tidak bisa berkata apapun, dirinya hanya diam saja dengan ucapan wanita tersebut yang berhasil menggoda dirinya sehingga dia berselingkuh.


Driana yang mendengar hal tersebut, dirinya sungguh sangat terkejut, dirinya memutuskan untuk menampar Suami dan pelakor yang sudah berhasil membuat hubungan mereka retak. Setelah itu, dirinya memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut.


Flashback off

__ADS_1


......................


Waktu bisa membuat diri kita membiasakan hal yang pernah ada di dalam hidup walaupun di dalam diri belum bisa sepenuhnya ikhlas untuk melepaskan atau membiarkan seseorang pergi di dalam hidup.


Ada saatnya kita perlu melepaskan atau membiarkan seseorang pergi di dalam hidup kita yang hanya mampir dan memberi luka yang cukup dalam tetapi hal tersebut membuat kita tahu dan belajar akan artinya terbiasa, melepaskan, ikhlas dan lain sebagainya.


Apalagi kalau orang tersebut memiliki masalah mental atau biasa disebut mental illness yang sudah banyak di derita oleh para remaja dari mulai lingkungan keluarga, teman, ataupun masalah percintaannya. Itu sudah cukup membuat seseorang yang mempunyai mental illness tersebut, untuk terluka.


Terkadang keluarga pun tidak mengerti akan kondisi salah satu anggotanya, dan hanya bisa menyalahkan sampai membuat salah satu anggota keluarganya itu memiliki mental illness seperti halnya diriku, Tisana, yang sudah memiliki mental illness dari SMP, aku memiliki mental illness di mulai dari lingkungan keluarga ku yang terlalu toxic dan tidak bagus.


Dan terlebih lagi di saat aku mulai memiliki seorang kekasih, kekasih ku pun harus meninggalkan ku karena dia sudah meninggal di saat kedua orang tuaku tidak sengaja menabrak dirinya. Lagi dan lagi, aku harus membiarkan atau mengikhlaskan seseorang yang aku cintai pergi di hidupku karena hanya masalah salah satu orang tuaku alias Mama ku, mantan kekasihnya Ayahnya, orang yang berhasil menaklukkan diriku ini sehingga aku mencintainya, sebut saja Tio, benci kepada Ayahnya Tio.


Aku sungguh sedih akan hal itu dan harus terpaksa, diriku ini untuk melepaskan atau mengikhlaskan mu, Tio.


.


.


.


Bersambung~


...


Maaf banget aku baru up karena akhir-akhir ini aku sibuk di real dari mulai ekskul ataupun persiapan aku untuk ujian, jadi maaf banget baru up.


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


Salam hangat Author.

__ADS_1


__ADS_2