Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(24) PENGGAGALAN RENCANA NICO [ END ]


__ADS_3

(24) PENGGAGALAN RENCANA NICO [ END ]


Tisana memasuki bangunan yang dijadikan tempat penculikan dan penyekapan Fadri dan Angelica berada, dan supaya Tisana bisa masuk ke bangunan tersebut dengan lancar, maka dari itu Tisana masuk melalui pintu belakang yang terdapat pada bangunan tersebut.


"Aku harus bisa menyelamatkan Fadri dan Angelica" ucap Tisana dengan penuh keyakinannya.


Keberadaan Tio yang memantau keberadaan Nico.


"Gua takut Tisana dalam kondisi buruk tetapi Tisana melakukan itu untuk bisa menyelamatkan Fadri dan Angelica, gua tidak boleh egois dan terlalu khawatir sama kondisi Tisana. Kalau begitu gua tetap harus memantau keadaan Nico supaya rencana yang direncanakan bisa berhasil dan supaya gua tetap bisa bersama Tisana" ucap Tio.


Sedangkan keadaan Nico yang memantau tempat yang ia jadikan tempat penculikan dan penyekapannya itu.


"Gua harus memantau tempat ini supaya rencana gua berhasil dan supaya gua bisa bersama Tisana setelah gua menghancurkan hubungan mereka, hahaha..! ( ketawa jahat ), sedikit lagi lu, Tio, akan gua hancurin dengan tangan gua atau bisa disebut gua akan buat lu mati secepatnya agar Tisana bisa menjadi milik gua seutuhnya, hahaha..! ( ketawa jahat )" ucap Nico dengan kejam yang ingin buat Tio mati secepatnya.


Keberadaan Fadri dan Angelica yang tidak bisa bergerak ataupun ngomong karena tubuh dan mulut mereka diikat dan di double tipe oleh Nico.


"Hmm ( lepasin..! )" ucap Angelica yang mulutnya di double tipe.


"Hmm ( lepasin kita, Nico )" ucap Fadri.


Keadaan Tisana yang sedang mencari keberadaan Fadri dan Angelica berada.


"Mereka di mana..? aku tidak tahu keberadaan Fadri dan Angelica berada dan apalagi disini gelap terus kalau tempat ini gelap bagaimana aku bisa menemukan Fadri dan Angelica..?, oh iya, Tisana dodol banget sudah tahu kalau zaman sekarang ada handphone kenapa tidak aku pakai saja ini handphone..?!!, okay, aku akan mencari keberadaan mereka disembunyikan oleh Nico dengan menggunakan flashlight atau senter yang ada di handphone ini" ucap Tisana yang sedang mencari keberadaan Fadri dan Angelica dengan menggunakan flashlight atau senter penerangan yang ada di perangkat handphone.


Keadaan Fadri dan Angelica yang melihat cahaya terang dari perangkat handphonenya Tisana.


"Hmm ( Fad, coba kamu lihat ada cahaya disitu )" ucap Angelica yang mencoba mengobrol dengan Fadri walaupun ia tahu bahwa mulut dia di double tipe.

__ADS_1


"Hmm ( gua gak ngerti lu ngomong apa..?!! )" ucap Fadri yang tidak paham maksud Angelica.


"Angelica, kamu bodoh banget, sudah tahu mulut kamu itu di double tipe sama Nico malah kamu ngomong sama Fadri, yaudahlah aku bakal cari cara supaya bisa memberi tahu Fadri bahwa ada cahaya datang kesini, tapi caranya bagaimana..? apa aku memberi tahu Fadri dengan menggunakan kaki lagi seperti sebelumnya..? atau aku mengasih tahukan Fadri lewat bahasa tangan tapi kalau aku memakai bahasa tangan mana mungkin soalnya tangan aku juga ikut ke iket sama ini tali, yasudahlah aku memakai kaki saja untuk memberi tahukan Fadri kalau ada cahaya yang datang kesini" ucap Angelica yang sedang berpikir untuk mengasih tahukan Fadri kalau ada cahaya yang sedang datang ketempat tersebut.


"Apa maksud omongan Angelica..? sumpah gua gak ngerti yang diomongin Angelica soalnya Angelica ngomongnya tidak jelas, sebenarnya Angelica ngomong apaan..?!" kata Fadri yang tidak mengerti omongannya Angelica sebab mulutnya Angelica masih di double tipe.


Angelica memulai mengasih tahukan Fadri bahwa ada cahaya yang sedang datang ke tempatnya itu dengan menggunakan kaki dan dengan cara menggunakan kode morse tersebut.


"••-• ( F ) •- ( a ) -•• ( d ) •- ( a ) -•• ( d ) •- ( a ) -•-• ( c ) •- ( a ) •••• ( h ) •- ( a ) -•-- ( y ) •- ( a ) -•-- ( y ) •- ( a ) -• ( n ) --• ( g ) -•• ( d ) •- ( a ) - ( t ) •- ( a ) -• ( n ) --• ( g ) -•- ( k ) • ( e ) ••• ( s ) •• ( i ) -• ( n ) •• ( i ) ( tulisan: fad ada cahaya yang datang kesini )".


"Sebentar, Angelica menggunakan kode morse lagi tetapi sepertinya Angelica kali ini seperti mengasih tahukan kalau disini ada orang selain gua sama Angelica, apa jangan-jangan ada orang yang lagi berusaha mau nyelamatin gua dan Angelica..? bisa jadi, itu sangat masuk akal, okay, sekarang gua harus lebih memperhatikan tempat ini, sebentar, sepertinya ada cahaya yang sedang datang kesini, apa jangan-jangan itu Tio dan Tisana yang sedang berusaha menyelamatkan gua dan Angelica..? sumpah itu masuk akal di otak gua walaupun itu tebakan gua saja tetapi tebakan gua kali ini gua yakin karena kalau biasanya gua punya tebakan itu selalu ragu-ragu" ucap Fadri yang menebak bahwa cahaya yang datang ke tempatnya itu adalah Tisana dan Tio.


Keadaan Tisana yang masih mencari keberadaan Fadri dan Angelica yang disembunyikan oleh Nico.


"Mereka ditempatkan dimana sama Nico..?, sumpah ini tempat bikin aku pusing soalnya tempatnya seperti labirin, ah aku pusing..! tetapi aku merasakan kalau Fadri dan Angelica ditempatkan oleh Nico disana, apa aku coba kesana..? tapi kalau tidak ada Fadri dan Angelica bagaimana..?, ah sudahlah aku coba kesana saja, tahu saja tebakanku benar" ucap Tisana yang bingung mencari keberadaan Fadri dan Angelica.


Tisana mencoba menelusuri tempat yang ia yakini untuk bisa melepaskan Fadri dan Angelica sebelum ketahuan oleh Nico.


"Hmmmmm ( tolllloonngg )" teriak Angelica yang berusaha untuk meminta tolong ke Tisana.


"Hmmmmmm ( tolllloonngg )" ucap Fadri yang berusaha untuk meminta tolong sembari menghentakkan kursinya supaya bisa terdengar oleh Tisana.


Keadaan Tisana yang mendengar suara Fadri dan Angelica meminta tolong dan hentakan kursi yang dihentakan oleh Fadri.


"Sebentar, kenapa aku mendengar suara dan hentakan..?, apa Fadri dan Angelica mengasih petunjuk kalau mereka ada disana..?, okay, aku bakal mengikuti suara dan hentakan itu berada" ucap Tisana yang mendengar suara dan hentakan yang Fadri dan Angelica sengaja supaya Tisana menyelamatkan mereka lewat suara dan hentakan tersebut.


Tisana mengikuti suara hentakan tersebut dan Tisana menemukan suara hentakan itu yang memang disengaja dibuat oleh Fadri untuk meminta tolong. Setelah Tisana menemukan suara hentakan tersebut, Tisana langsung menyelamatkan Fadri dan Angelica.

__ADS_1


"Kalian tenang saja, aku bakal melepaskan kalian" ucap Tisana.


Dan setelah Tisana melepaskan tali dan double tipe dari anggota tubuh mereka, Tisana membawa mereka keluar dari tempat itu lewat pintu belakang yang tadi Tisana memasuki tempat tersebut.


"Tisana, terima kasih sudah menyelamatkan kita" ucap Angelica yang berterima kasih kepada Tisana.


"Iya, sama-sama kalau begitu kita keluar dulu dari bangunan ini dan setelah itu kita masuk ke mobil Tio" ucap Tisana.


"Tio ada disini..?" tanya Fadri.


"Iya, Tio ada disini" jawab Tisana.


Dan setelah mereka keluar dari tempat itu, mereka ketempat Tio untuk kabur dari tempat tersebut dan di dalam mobil, Tisana menelepon polisi untuk menangkap Nico atas kejahatan yang ia lakukan.


"Tisana kamu sudah menelepon polisi untuk menangkap Nico..?" tanya Tio.


"Aku sudah melaporkan Nico kepada pihak polisi jadi sekarang kita bisa tenang" jawab Tisana.


"Syukurlah kalau begitu ( dalam hati Tio, baguslah kalau Nico di tangkap polisi, gua tidak harus pisah sama Tisana dari perjanjian yang telah Nico buat dan gua yang setuju atas perjanjian itu )" ucap Tio.


Keberadaan Nico yang didatangkan polisi dan Nico terkejut atas hal itu.


"Maaf..! apa anda saudara yang bernama Nico..?" tanya polisi tersebut.


"Bagaimana ini gua di datangin polisi..? dan siapa yang melaporkan ini semua ke polisi..?, apa jangan-jangan Tio dan Tisana yang melaporkan ini semua..? kalau tebakan gua benar, mereka berdua sangat brengs*k..!" ucap Nico didalam hatinya yang sangat terkejut atas datangnya polisi.


Bersambung~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul"Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit, dan votenya, terima kasih~


Salam hangat Author


__ADS_2