Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(84) Keluarga Cemara Ku Runtuh Hanya Karena Satu Orang [S2]


__ADS_3

(84) Keluarga Cemara Ku Runtuh Hanya Karena Satu Orang [S2]


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2....


...Happy Reading~...


.


.


.


"Maksud gua apa dengan memukul tubuh lu itu? hahaha! lawak lu! yang gua maksudkan, lu juga harus meninggal di tangan gua sendiri sebagai bentuk balas dendam akan meninggalnya adik gua dan nyawa harus di bayar dengan nyawa!," ucap Candra yang dikendalikan oleh emosinya.


"Silakan kalau lu mau balas dendam ke gua! gua emang pantas buat lu bunuh sebagai bentuk balas dendam meninggalnya adik lu itu!" Bintang dengan tatapan kosong di mata nya yang mengisyaratkan bahwa dirinya putus asa akan kelakuannya tersebut.


"Sial! tatapan kosongnya itu seperti putus asa tetapi kenapa dia harus putus asa? dan kenapa secara tiba-tiba tatapannya menjadi kosong seperti ini? ahhhh... sial! gua jadi tidak tega buat balas dendam ke dia!." Batin Candra yang tidak tega untuk balas dendam ke Bintang karena tatapannya yang kosong.


"Bunuh gua sekarang!" ucap Bintang dengan lantang.


"Sial*n lu Bintang!" ucap Candra yang merasa kesal terhadap Bintang sembari dirinya memukul salah satu anggota tubuh Bintang tersebut secara kasar dan keras.


Sedangkan sopirnya yang berusaha untuk menghentikan mereka berdua, dan secara tiba-tiba dirinya melihat bahwasanya Cantika hidup kembali atau biasa disebut mati suri.


"Nona Cantika." Sopirnya pun terkejut akan Cantika yang hidup kembali. "Tuan Candra, nona Cantika hidup kembali" ucapnya.


Candra pun masuk ke ruangan Cantika untuk melihat yang di ucapkan Pak Wahid benar adanya atau cuma omong kosong belaka. Setelah dirinya masuk dan dia melihat adiknya benar-benar kembali hidup.


"C-cantika" panggil Candra sembari menangis karena adiknya kembali hidup dan dirinya sangat terkejut akan kembali hidupnya Cantika tetapi dirinya merasa bersyukur bahwasanya adiknya tidak jadi meninggal.


Cantika pun menoleh ke suara yang memanggil namanya tersebut dan ternyata yang memanggil namanya itu adalah abangnya. "Abang, Cantika kangen sama abang! dan kenapa bang Candra menangis?" ucap dirinya.

__ADS_1


"Abang tidak menangis kok, adik abang yang paling abang sayangi! abang cuma bersyukur saja bahwasanya kamu kembali hidup, Cantika" sambung Candra.


"Lah?!" ucap Cantika yang terkejut bahwasanya dirinya kembali hidup.


"Kamu kenapa malah bilang lah? seharusnya kamu bersyukur, kamu tidak jadi meninggal, Cantika!" pungkas Candra.


"Iya, aku bersyukur tetapi aku tadi tidak percaya aja kalau aku meninggal, bang dan berarti ini aku mati suri? dan intinya aku kangen sama abang!" ucap dirinya.


"Iya, kamu mati suri, Cantika dan abang juga kangen sama kamu, adik abang yang manis" ucap Candra sembari tersenyum dan mengelus rambut adiknya itu dengan lembut.


"Abang beneran kangen atau cuma bohong nih? oh iya bang Candra, aku mau ngomong sesuatu sama abang, boleh kan?" ucap Cantika yang ingin ngomong sesuatu sama abangnya, Candra.


"Abang beneran kangen sama kamu, Cantika dan tentu saja boleh, kamu mau ngomongin apa sama abang?" tanya Candra yang sedikit penasaran dan suasana pembicaraan mulai menjadi serius.


"Jadi gini... abang itu jelek tahu" jawab Cantika dengan leluconnya atau bercandaannya.


"Astaghfirullah Cantika, abang sudah anggap serius tadi tentang kamu mau ngomong sesuatu sama abang! dan ingat, abang itu manusia paling ganteng sedunia" ucap Candra yang terlalu kepedean.


"Hahaha! maaf bang kalau gitu dan idih, mana mungkin abang itu manusia paling ganteng sedunia sedangkan saja, manusia paling ganteng itu Nabi Muhammad dan Nabi Yusuf, jangan terlalu kepedean abang ku!" sambung Cantika.


"Hahaha! maaf bang kalau kayak gitu dan emang benar kok kalau Nabi Muhammad sama Nabi Yusuf itu manusia paling ganteng dibandingkan abang yang gantengnya biasa saja," sambung Cantika.


"Iya, terserah lu, Cantika" ucap Candra yamg sudah mulai menyerah akan ucapan adiknya tersebut.


"Hahaha! iya abang ku sayang," ucap Cantika yang sembari mengecup kening abangnya sebagai tanda sayang dirinya kepada abangnya tersebut.


...----------------...


Tisana yang sedang berada di kampusnya itu, ia mulai memperhatikan Dosennya yang sedang mengajar. "Oh gitu, gampang banget yang diajarkan sama Dosennya," ucap dirinya.


Sedangkan Tio yang masih suka diam-diam memperhatikan wajah cantiknya sang mantan, Tisana yang dirinya masih cinta. "Cantik banget kamu, Tisana dan aku masih mencintai dirimu itu walaupun sekarang kita belum bisa bersama seperti dahulu," ucap Tio yang masih mencintai Tisana.

__ADS_1


Dosennya tersebut yang melihat Tio tidak memperhatikan yang diajarkan olehnya itu, dirinya pun berjalan ke arah Tio. Dan Setelah sampai ke tempat duduknya Tio, Dosennya itu meminta Tio untuk menjelaskan ulang yang diajarkan oleh dirinya tersebut. "Tio, silakan kamu jelaskan kembali yang sudah saya ajarkan dan jelaskan ke teman-teman kamu!" ucap Dosennya.


"Mamp*s gua, bagaimana cara gua untuk jelasin yang sudah Dosen ajarkan? sedangkan saja, gua tidak memperhatikan yang diajarkan olehnya! sungguh sial gua hari ini!." Batin Tio.


"Kenapa diam saja? cepat, maju dan jelaskan yang sudah saya jelaskan tadi ke teman-teman kamu, Tio Andransyah Putra," ucap Dosennya sembari tersenyum.


"Baik Pak." Dirinya pun menuju ke papan tulis untuk menjelaskan kembali yang sudah dijelaskan oleh Dosennya sebagai bentuk hukuman untuk Tio yang tidak memperhatikan Dosennya yang sedang mengajar.


Setelah dirinya menjelaskan kembali yang sudah dijelaskan oleh Dosennya tersebut, Dosennya itu mengakui bahwa Tio, mahasiswa yang pintar walaupun dirinya tidak memperhatikan yang diajarkan oleh Dosennya itu. "Kamu pintar banget, Tio dan hampir saja tadi bapak kira, kamu tidak bisa menjelaskan kembali yang sudah bapak jelaskan karena tidak memperhatikan yang sedang bapak ajarkan" ucap dirinya.


"Hehe, terima kasih pak" ucap Tio.


"Sama-sama dan lain kali kalau saya sedang mengajar, tolong diperhatikan supaya kamu paham akan materi mata kuliahnya!" pungkas Dosennya.


"Baik Pak" ucap dirinya.


......................


Fadri yang kuliahnya berbeda dengan Tio, Tisana dan Nico. Dirinya pun merasa kesepian bahwasanya dirinya itu harus beda kuliah dengan teman-teman dan sahabatnya itu. "Aku sungguh kesepian tanpa hadir kalian di hidupku, yaelah, gua pakai menyanyi segala dan kenapa gua harus beda kuliahnya dengan mereka bertiga? ahhh!! gua pengen pindah Universitas tetapi... sudahlah tidak jadi! dan kenapa bokap gua harus selingkuh dari nyokap gua? sial, keluarga cemara yang biasanya bahagia harus terpaksa runtuh hanya karena satu orang! sungguh sangat brengs*k ini semuanya! tapi yasudahlah, yang sudah terjadi biarlah terjadi dan menjadi kenangan masa lalu" ucap Fadri yang merasa kesepian dan kecewa akan perilaku Ayahnya tersebut.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


Salam hangat Author.


__ADS_2