
(31) Nico ke Tempat Pengadilan.
Tisana dan Tiana sudah selesai sarapan dan mereka berangkat ke sekolah.
"Mama, Tiana sama kakak berangkat ke sekolah dulu, bye ma!" ucap Tiana.
"Bye anak-anak mama yang cantik dan buat kamu, sayang, pokoknya kamu harus menyetir dengan hati-hati agar kalian bertiga tidak mengalami kecelakaan, paham sayangku..?!" ucap Lia.
"Tenang saja, Lia sayang, aku akan membawa mobil dengan hati-hati" ucap Jaya.
"Sayang, sedekah pagi buat aku sebagai istri kamu" ucap Lia.
Jaya mencium kening Lia karena itu termasuk kebiasaan Rasullulah saat Rasulullah setiap pergi, ia akan mencium kening istrinya.
"Muach" suara kecupan Jaya yang sedang mencium kening Lia.
Sedangkan Tisana dan Tiana yang melihat kemesraan orang tuanya dan Tiana merasa iri karena kemesraan orang tuanya lakukan.
"Kenapa.?" tanya Tisana.
"Aku iri sama kemesraan mama sama papa, coba saja kalau aku mempunyai jodoh seperti papa yang romantis" ucap Tiana yang iri sama kemesraan orang tuanya.
Tisana hanya tersenyum saat mendengar ucapan Tiana sambil berkata.
"Belajar yang benar dulu baru kamu memikirkan yang namanya jodoh!" ucap Tisana.
"Iya aku tahu tetapi aku mau punya cowok seperti papa" ucap Tiana.
"Sudahlah, pa, cepat antar kita ke sekolah daripada kami telat ke sekolah cuman gara-gara papa romantisan sama mama" ucap Tisana.
"Sabar Tisana" ucap Jaya.
"Jangan kelamaan, ada yang iri melihat keromantisan papa sama mama" ucap Tisana.
"Siapa..?" tanya Jaya.
Tisana menunjuk Tiana dengan melirik ke arah Tiana dan Jaya langsung memahami maksud Tisana. Jaya langsung berhenti melakukan kemesraannya sama Lia dan Jaya memutuskan ia akan mengantar Tisana dan Tiana ke sekolah.
"Kalau begitu aku pergi dulu, Lia sayang" ucap Jaya kepada Lia.
"Hati-hati di jalan, Jaya sayang" ucap Lia.
"Iya, Lia sayang" ucap Jaya.
Jaya mengantar Tisana dan Tiana ke sekolah. Setelah Jaya sudah mengantar mereka berdua ke sekolah, Jaya pergi ke perusahaannya untuk bekerja.
Keberadaan Tisana yang sudah sampai di sekolahnya.
Tisana setelah sampai ke sekolah, Tisana langsung menuju ke kelasnya dan dia bertemu dengan Tio yang sudah sampai ke sekolah.
__ADS_1
"Halo, selamat pagi pacarku" sapa Tio.
Tisana hanya diam dan tidak menyapa Tio kembali.
Tio berpikir tentang hal ia yang pernah menembak Tisana untuk menjadi istrinya dan Tio langsung menyadari atas perbuatannya tersebut, maka dari itu Tio langsung meminta maaf kepada Tisana karena Tio asal menembak Tisana.
"Sana, aku minta maaf atas perbuatan aku yang kemarin soalnya aku benar-benar ingin kamu menjadi istri aku walaupun kita masih SMA" ucap Tio yang meminta maaf kepada Tisana.
"Tidak perlu minta maaf" ucap Tisana.
"Kenapa kamu mendiamkan aku dan tidak menyapa aku..?" tanya Tio.
"Tidak apa" jawab Tisana.
"Kenapa kamu dingin lagi sama aku?" tanya Tio.
"Tidak apa" jawab Tisana.
"Kamu lagi marah sama aku, Sana..?!" gumam Tio.
"Tidak" ucap Tisana.
"Kalau kamu tidak marah sama aku tetapi kenapa kamu dingin kembali sama aku..?" tanya Tio.
Tisana kembali mendiamkan pertanyaan dari Tio sehingga bel masuk berbunyi.
"Ding Dong" terdengarnya suara bel masuk sekolah.
Yasmin menegur mereka karena ia melihat kelas seperti pasar.
"Berhenti anak-anak!" ucap Yasmin dengan cukup keras dan suara yang tegas.
Semua murid langsung melihat ke arah Yasmin dan mereka semua berhenti berbicara setelah Yasmin menghentikan mereka untuk tidak berisik didalam kelas.
"Kalian bisa tidak untuk berhenti berbicara setelah mendengar bel berbunyi..!!" ucap Yasmin.
"Bisa Bu" ucap semua murid.
"Kalau kalian bisa berhenti untuk berbicara setelah bel berbunyi tetapi kenapa kelas ini seperti pasar..?, ramai banget suara kalian yang berisik dan suara kalian itu bisa mengganggu kelas sebelah, kalian paham tidak maksud ibu dan juga kalian harus ingat kalau kalian itu sudah SMA, kalian itu bukan bocah SD lagi yang susah diatur.. !!" ucap Yasmin yang menegur anak murid kelasnya.
"Paham bu" ucap semua siswa dan siswi yang ada di kelas Yasmin mengajar.
"Baguslah kalau kalian paham!, kalau begitu sekarang kalian buka buku kalian halaman ×××" ucap Yasmin.
"Baik bu" ucap semua murid.
Dan sedangkan keberadaan Tiana yang bersama Yalia untuk masuk ke kelas. Setelah sampai ke kelas dan secara mendadak ada seorang siswi yang bilang kalau Gaseline, guru wali kelasnya Tiana dan Yalia tidak masuk ke sekolah karena Gaseline sedang sakit dan akhirnya mereka melakukan hal seperti siswa atau siswi pada umumnya yang sedang jam kosong atau bisa dibilang jamkos.
"Huu, enak banget sekarang kita jam kosong" ucap Tiana yang senang karena jamkos.
__ADS_1
"Iya, tetapi apa lu tidak mau menjenguk Bu Seline yang sedang sakit..?" tanya Yalia.
"Nanti saja setelah bel pulang berbunyi dan lagipula kita tidak boleh keluar dari lingkungan sekolah sebelum waktunya jam pulang" jawab Tiana.
"Iya kalau itu gua tahu dan juga kirain gua, lu tidak mau menjenguk Bu Seline" ucap Yalia.
"Tidak mungkin soalnya Bu Seline itu wali kelas yang paling baik yang pernah mengajarkan gua" ucap Tiana.
"Yaudahlah terserah lu" ucap Yalia.
"Yaudah kalau begitu, Yalia, kita ngegosip saja" ucap Tiana.
"Terserah lu, Tiana" ucap Yalia.
Keadaan Nico yang sedang di penjara dan anggota kepolisian membawa Nico ke tempat pengadilan untuk memutuskan Nico masuk ke sel tahanan yang untuk lapas remaja atau lapas dewasa.
Dan Maryam membawa seorang pengacara untuk membantu meringankan hukuman Nico di penjara.
Setelah Nico dan Maryam sampai ke tempat pengadilan, mereka bertemu dengan Fadri dan Angelica sebagai saksi atas perbuatan Nico.
"Halo Nico, semoga tidak diberi hukuman yang berat oleh Jaksa dan Hakim ( Jaksa adalah seseorang yang diberi wewenang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap )" ucap Fadri.
Nico hanya terdiam setelah mendengar ucapan Fadri dan Nico memutuskan untuk masuk ke tempat pengadilan tersebut.
Dan mereka semua masuk ke tempat pengadilan untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing, seperti halnya polisi menjaga keadaan tempat pengadilan tersebut dan mengawasi Nico.
Dan dimulailah penentuan Nico masuk penjara yang untuk lapas remaja atau tidak.
"Apa dengan saudara Nico?" tanya Jaksa tersebut.
"Iya, saya Nico" jawab Nico.
"Apa kamu melakukan penculikan dan penyekapan terhadap orang lain?" tanya Jaksa kepada Nico.
"Iya" jawab Nico.
"Apa alasan kamu untuk melakukan hal tersebut?" tanya Jaksa.
"Tidak ada" jawab Nico.
"Apa kamu tidak berbohong atas ucapan kamu tersebut?" tanya Jaksa.
"Tidak" jawab Nico.
"Jaksa, Nico itu berbohong dan sebenarnya alasan dia melakukan penculikan dan penyekapan terhadap saya dan teman perempuan saya adalah dia dendam oleh teman cowok saya yang bisa mendapatkan cewek yang Nico sukai" ucap Fadri yang menentang ucapan Nico.
Bersambung~
Mohon maaf kalau episode kali ini, itu tidak terlalu bagus atau yang tentang hukum tidak terlalu jelas soalnya saya bukan anak hukum yang mengerti tentang hukum jadi mohon dimaafkan.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir dan mendukung novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~
Salam hangat Author