Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(114) Mencoba Berteman [S2]


__ADS_3

...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Keesokan harinya di kondisi Arya yang baru bangun tidur.


"Hoamm!, " nguapnya sembari membentangkan kedua tangannya ke atas.


Ia pun bangun dari tempat tidurnya untuk meregangkan otot-otot tubuhnya sebelum dirinya mandi.


"Gua peregangan dulu dah sebelum mandi dan juga gua malas banget buat mandi tapi kalau gua gak mandi, badan gua nanti jadi harum semerbak, " ucap Arya.


Arya pun mulai meregangkan otot-otot tubuhnya. Setelahnya, ia pun pergi menuju ke kamar mandi.


"Ahh! gua mager banget buat mandi tapi gua harus mandi biar gebetan gua suka ama gua walaupun mungkin dia udah punya pacar tetapi nanti gua bakal buat cowoknya tersebut menderita!!, " ucap Arya.


Arya pun mandi, dirinya mandi sembari menyanyi lagu yang berjudul Kill Bill by SZA.


...I'm still a fan even though I was salty...


...Hate to see you with some other broad, know you happy...


...Hate to see you happy if I'm not the one driving...


...I'm so mature, I'm so mature...


...I'm so mature, I got me a therapist to tell me there's other men...


...I don't want none, I just want you...


Secara tiba-tiba lampu di rumahnya mati dan ia pun dengan buru-buru menyelesaikan mandinya, untungnya ia memiliki tangki air atau toren air.


Setelah selesai mandi dengan kondisi buru-buru, ia juga menuju ke kamarnya untuk memakai pakaian. Setelahnya, ia mencari handphonenya untuk bisa menelepon PLN untuk bisa lampu di rumahnya nyala kembali.


Setelah lamanya ia mencari handphonenya, ia pun menemukan handphonenya dan secara cepat, ia menghubungi pihak PLN.


"Halo dengan kami pihak PLN, ada yang bisa kami bantu?, " ucap Operator PLN.


"Halo juga, ada, saya ingin melaporkan di rumah saya terjadi pemadaman listrik" ucap Arya.


"Terjadinya pemadaman listrik pada jam berapa dan di mana lokasinya?, "


Arya pun menjawab pertanyaan dari operator PLN tersebut. Setelahnya ia diberitahu bahwasanya di daerah tempat tinggal dia tidak ada terjadinya pemadaman listrik, dia pun merasa kebingungan.

__ADS_1


"Lah kok bisa? sedangkan di rumah gua aja mati lampu, " batin Arya.


Arya pun masih merasa kebingungan hingga menanyakan kembali oleh operator dan operator tersebut pun menjelaskan kembali ke Arya.


"Ada lagi yang bisa saya bantu, pak Arya?. "


"Tidak, terima kasih" ucap Arya.


Arya pun mematikan telepon dan ia mencoba menyalakan listrik di rumahnya kembali dengan mengaktifkan MCB atau saklar meteran pada listrik.


Tek


Listrik di rumahnya pun kembali menyala, ternyata tadi listrik di rumahnya hanya turun.


"Uh akhirnya nyala lagi, kirain gua mati lampu karena kesalahan teknis PLN ternyata kesalahan gua sendiri. Yaudahlah gua langsung berangkat aja ke kampus, " ucap Arya.


Dirinya itu langsung berangkat ke kampus dengan menggunakan mobil yang dimilikinya.


Brum


Brum


Brum


Sesampainya ia mencoba cari Tisana tetapi dirinya tidak menemukan keberadaan Tisana, walaupun begitu ia tidak sengaja bertemu dengan Tio yang lagi tidak bersama dengan Tisana.


"Tumben banget tuh cowok datang tidak bersama Tisana, " ucap Arya.


"Gua coba dah temenan sama dia walaupun nantinya gua akan celakai dia, " ucap Arya


Arya pun mencoba mendekati dan berteman dengan Tio walaupun ia mempunyai niat jahat kepada Tio.


"Halo, " sapa Arya.


"Halo juga, "


"Hmm, apakah gua boleh temenan sama lu?, " ucap Arya yang langsung mengajak temenan ke Tio.


"Boleh, " ucap Tio dengan cool.


"Sok cool banget dah nih anak, " batin Arya, "kalau gitu perkenalkan nama gua Ararya Saguna Amrullah, dan kalau boleh tahu nama lu siapa?. "


"Nama gua Tio Andransyah Putra, "


"Salam kenal Tio, eh iya kan lu dipanggil pakai nama Tio?, " ucap Arya yang sangat ramah pada Tio.


"Iya, nama panggilan lu siapa? Arya? Saguna? atau Amrul?, "


"Hahaha, banyak banget yang lu sebutin btw panggil nama gua Arya aja, "

__ADS_1


"Oke, " ucap Tio dengan datar.


...----------------...


Keberadaan Tisana yang sedang menuju ke tempat untuk mengecek kondisi mentalnya.


"Kira-kira gua telat gak ya nanti pas sampai ke kampus? entahlah gua gak tahu, yang penting kesehatan mental gua harus sembuh dulu" ucap Tisana.


Sesampainya ia langsung konsultasi ke psikiater nya dan psikiater nya bilang bahwasanya keadaan mentalnya mulai pulih walaupun masih ada rasa ke traumaan yang masih belum bisa disembuhkan.


"Yang saya lihat keadaan mental kamu sudah lumayan membaik tetapi di diri kamu masih ada rasa trauma yang akan susah untuk disembuhkan, " ucap Psikiater nya.


"Alhamdulillah tetapi rasa trauma aku yang mana?, " tanya Tisana.


"Kalau kamu tanya rasa trauma yang mana, itupun saya juga tidak tahu dan saya bukan dukun maupun Tuhan, ada-ada aja kamu Tisana" ucap Psikiater nya yang heran akan pertanyaan Tisana.


"Hahaha maaf kalau gitu, " ucap Tisana.


"Baguslah dia mulai membaik keadaan mentalnya, " batin psikiater nya, "sekarang kamu boleh pergi untuk ngampus kok, Tisana. "


"Ngusir aku nih ceritanya?? ih jahat banget kamu, mbak Nia. "


"Maaf kalau gitu daripada kamu nanti telat ngampus Tisana, " ucap Psikiater nya.


"Oh iya ya, yaudah aku pergi ngampus dulu ya, aku berterima kasih banget sama mbak Nia udah mau jadi Psikiater aku dan sudah berusaha untuk bisa menyembuhkan kesehatan mental ku, " ucap Tisana.


"Iya sama-sama, itu udah kewajiban saya sebagai seorang psikiater, Tisana" ucap Nia.


Tisana pun langsung pergi menuju ke kampusnya, untungnya ia sampai ke kampusnya tepat waktu.


"Alhamdulillah banget tepat waktu aku dateng kesini, " ucap Tisana.


Tio pun menghampiri Tisana dan bertanya ke Tisana akhir-akhir ini ia hampir telat untuk masuk ke kelas.


"Kamu kenapa akhir-akhir hampir telat masuk ngampus Tisana?, " tanya Tio.


"Ahh itu, kamu tidak perlu tahu Tio, " jawab Tisana.


"Kenapa aku tidak boleh tahu?, "


"My personal problems, " ucap Tisana.


"Yaudah kalau gitu. "


.


.


.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2