
(83) Diriku Gagal Menjadi Sayap Pelindung Mu [S2]
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2....
...Happy Reading~...
.
.
.
Hubungan kita seperti halnya Surah Al-Anbiya ayat 33 yang berbunyi "Dan dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya" yang mengartikan bahwasanya kita tidak akan bisa bersama dan di dalam garis edar kehidupan masing-masing yang sekarang di jalani.
Kehilanganmu sungguh sangat menyakitkan bagi diriku ini, akan tetapi aku harus bisa melepaskan dan merelakan semua tentang dirimu untuk diriku sendiri supaya hati di dalam diri tidak terluka.
Semenjak kejadian itu, kita menjadi sepasang kedua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain walaupun sering bertemu dan saling tatap menatap satu sama lain, dan saat kita bertemu, kita seolah-olah tidak pernah bertemu atau tidak saling kenal di antara kita berdua.
Sungguh sangat asing hubungan kita yang sekarang, akan ku kenang semua yang telah dilewati di antara kita berdua, mulai dari kenangan yang indah maupun yang sedih.
...----------------...
Nico yang berusaha untuk tetap meng-chat seorang wanita yang dirinya cintai, Angelica walaupun pesannya tersebut hanya di baca atau di read saja oleh dia.
Dirinya sangat sedih di karenakan dirinya gagal move on dari perempuan tersebut yang telah meninggalkan dirinya tanpa berpamitan terlebih dahulu. Dirinya pun bernyanyi lagu yang berjudul "Ketika" yang dinyanyikan oleh artis yang bernama Irwansyah.
Janganlah kamu slalu begitu...
Sakiti aku berulang-ulang...
Hingga aku menangis...
Kekasih apakah kau tidak merasa...?
Disini aku mengingatmu terluka...
Aku hidup tapi terasa tak bernyawa...
Kini ku berada di selimut hampa...
Ketika hatiku percaya janjimu...
Namun engkau pergi tanpa alasan yang pasti~
__ADS_1
Di saat dirinya bernyanyi secara tiba-tiba Ibunya masuk ke dalam kamarnya dalam keadaan dirinya sedang menangis karena gagal move on dan karena lagunya sesuai sama keadaan dirinya yang sekarang.
"Nico" panggil Ibunya dengan suara yang lembut.
Nico yang melihat Ibunya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya, dia langsung menyeka air matanya supaya tidak dikira oleh Ibunya sebagai seorang laki-laki yang lemah. "Ada apa Ibu?" sahut dirinya.
"Tidak apa-apa tetapi kenapa kamu menangis anak Ibu yang ganteng?" tanya Ibunya.
"Nico tidak menangis, Ibu! Ibu salah lihat kali bahwasanya aku menangis padahal tidak!," jawab dirinya.
"Mana mungkin Ibu salah lihat, Nak! kamu jujur aja sama Ibu kalau bahwasanya kamu habis nangis kan? Ibu tahu dan paham akan kondisi kamu, Nico. Kamu itu anak Ibu satu-satunya! tolong jujur sama Ibu, Nico!" ucap Ibunya.
"Hiks! Ibu... Nico salah apa sama dia? sampai dia pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu ke Nico! salah Nico apa, Bu?" ucap dirinya sembari menangis.
"Kamu tidak ada salah sama dia, dianya saja yang tidak bersyukur bisa disukai oleh laki-laki setulus kamu, Nico, sudah kamu tidak usah menangis lagi karena dirinya! kamu cuma buat diri kamu sendiri sengsara dan terluka doang, Nak! sini Ibu peluk kamu biar kamu lebih tenang" ucap Ibunya yang berusaha menenangkan Nico.
Nico pun memeluk tubuh hangat yang berselimuti kasih sayang seorang Ibu terhadap anaknya dan dirinya pun langsung tenang di dalam pelukan Ibunya tersebut. "Sudah ya, kamu jangan menangis lagi anak Ibu dan kalau dia jodoh kamu, dia pasti akan kembali lagi kepadamu, Nico." Tutur Ibunya.
"Iya bu, tapi yang buat aku sedih alasan dia pergi ke tempat asalnya itu apa dan kenapa? dia sungguh tidak mau bersamaku Bu? aku sungguh penasaran kenapa dia pergi tanpa bilang atau berpamitan terlebih dahulu ke aku, Bu? aku sungguh penasaran Bu akan alasannya. Aku sangat mencintai dan menyayangi dirinya! aku sungguh kehilangan sosok dirinya, Bu!" sambung dirinya.
"Dia mungkin ada alasannya untuk pergi tanpa bilang ke kamu, Nak tapi Ibu juga yakin kalau bahwasanya perempuan yang sangat kamu cintai itu juga sangat mencintaimu" ucap Ibunya.
"Tapi alasan dia apa bu meninggalkanku? dia ingkar janji kepadaku Bu saat aku masih seorang tahanan! dia pembohong Bu tapi disisi itu, aku mencintai dirinya" ucap dirinya dengan penuh emosi yang bercampur antara marah dan sedih.
"Ibu tidak tahu alasan dia pergi meninggalkan kamu, Nico dan mungkin saja, dia terpaksa pergi tanpa bilang ke kamu supaya kamu tidak sedih seperti saat ini" sambung Ibunya.
......................
Setelah Suster dan Dokter selesai bertugas untuk menyelamatkan nyawa Cantika tetapi sayangnya adiknya Candra tersebut harus pergi meninggalkan dunia ini karena mereka tidak berhasil menyelamatkan nyawa Cantika tersebut.
Bintang yang mendengar ucapan Dokter yang mengatakan nyawa Cantika tidak bisa lagi diselamatkan, dirinya marah kepada Dokter tersebut dan dirinya mengatakan bahwa Dokter tersebut berbohong akan ucapannya itu. "Mana mungkin Cantika meninggal, lu pasti bohong kan, Dok? Cantika tidak mungkin meninggal begitu saja!."
Dokter tersebut menjawab ucapan dari Bintang yang mengatakan dirinya berbohong akan meninggalnya pasien yang bernama Cantika. "Saya mana mungkin berbohong akan meninggalnya pasien yang bernama Cantika ini dan lagipula saat dia dibawa ke sini, dia sudah dalam keadaan sekarat, seharusnya kamu tahu dari awal, nyawa dia tidak akan bisa diselamatkan lagi dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa pasien ini!!!." Tutur Dokter tersebut.
Setelah Dokternya mengucap hal seperti itu, dia langsung pergi menuju ruang pasien yang lainnya untuk dia lanjut bertugas. Bintang yang marah dan sedih karena Dokter itu tidak bisa menyelamatkan nyawa Cantika dan dirinya menyesal telah membuat Cantika sekarat hingga dia hembuskan napasnya.
"Sial! brengs*k banget gua sudah membuat dia meninggal, sekarang gua harus apa untuk mengasih tahu ke Candra kalau adiknya meninggal! dan dia pasti akan menanyai bagaimana gua bisa dekat dengan adiknya itu? ahhhhh! brengs*k banget gua! menyesal gua pernah berbuat hal bodoh seperti ini! apa gua hubungi saja Candra untuk mengasih tahu kalau adiknya meninggal? tetapi... ahhh! gua harus kasih tahu ke Candra tentang kondisi adiknya yang sudah meninggal!" ucap Bintang.
Dirinya pun menelepon Candra untuk mengasih tahu kondisi adiknya tersebut yang sudah meninggal pada hari ini.
KRIIING...!
KRIIING...!
__ADS_1
KRIIING...!
Keadaan Candra dan sopirnya yang sedang mencari keberadaan Cantika, tiba-tiba harus terhenti dahulu dikarenakan handphonenya Candra berbunyi alias ada yang menelepon dirinya itu, dia pun langsung mengangkat telepon tersebut.
📞 "Ya, ada apa Bintang? lu hubungi gua!."
📞 "Gua cuma mau mengasih tahu kalau bahwasanya adik lu meninggal, Candra!"
📞 "A-apa...? mana mungkin adik gua meninggal!"
📞 "Lu kalau tidak percaya cepat ke sini saja"
📞 "Lu ada di rumah sakit mana Bintang?"
📞 "Gua ada di rumah sakit xxx."
📞 "Oke, gua akan pergi ke rumah sakit itu!"
Setelah itu, dirinya menutup telepon tersebut dan langsung bergegas pergi ke rumah sakit yang Bintang ucapkan di telepon tadi.
Setelah sampai ke rumah sakit tersebut, dirinya langsung menemui keberadaan Bintang. Dirinya pun langsung masuk ke ruangan Cantika yang sebagai tempat terakhir dia berbaring di dunia.
"Hiks! Cantika, lu kenapa harus meninggalkan gua seperti ini? gua sudah gagal menjadi abang yang baik buat lu dan gua gagal menjadi sayap pelindung lu, Cantika. Abang minta maaf, abang gagal melindungi kamu dan juga lu kenapa bisa tahu kalau adik gua meninggal dan sejak kapan lu bisa akrab sama adik gua? jawab pertanyaan gua, Bintang!." Ucap Candra.
"A-anu... gua yang sudah membuat adik lu celaka sampai dirinya meninggal dan gua baru akrab sama adik lu hari ini!" ucap dirinya.
"Apa? lu yang buat adik gua meninggal!." Candra langsung memukul tubuh Bintang dengan cukup keras karena dirinya tidak menerima kalau adiknya meninggal karena Bintang yang mencelakai adiknya tersebut.
Blam!
Bintang pun marah kepada Candra karena dia secara tiba-tiba memukul salah satu anggota tubuhnya tersebut. "Maksud lu apa dengan memukul tubuh gua?!" ucap yang di lontarkan dirinya.
.
.
.
Bersambung~
...
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
__ADS_1
Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.
Salam hangat Author.