
(44) Tisana Menampar Tio.
Fadri ataupun Angelica sangat syok terhadap ucapan kedua orang tua mereka yang mengatakan kalau mereka dijodohkan walaupun mereka belum mengetahui orang yang akan dijodohkan oleh diri mereka sendiri.
Kondisi Fadri yang kesel terhadap ucapan Farel yang membahas tentang perjodohannya dengan seseorang.
"Apa-apaan gua pakai dijodohin segala? haaa! gua sangat kesel! kenapa gua harus dijodohin padahal gua sama sekali tidak mau dijodohin?!! kenapa orang tua gua asal menjodohkan gua tanpa bilang ke gua terlebih dahulu sebelum mereka menjodohkan gua?!! ahhh! gua sangat kesel! dan apalagi gua belum mengetahui cewek yang akan dijodohkan oleh diri gua ini." ucap Fadri yang sembari memukul tembok kamarnya dengan sangat keras.
Blam!.
Driana yang mendengar suara Fadri yang sedang memukul tembok kamarnya, ia langsung menuju ke suaminya, Farel untuk membahas tentang perjodohan Fadri.
"Sayang." panggil Driana.
"Apa sayangku?." panggil Farel kembali.
"Hmm!, sayang, apa kamu bisa membatalkan perjodohan Fadri? aku gak tega melihat Fadri yang seperti tersiksa atas perjodohan ini." ucap Driana yang tidak tega melihat Fadri yang tidak mau atas perjodohannya.
"Maaf sayang, aku tidak bisa membatalkan perjodohan Fadri dikarenakan...,"
"Dikarenakan apa?." tanya Driana kepada Farel.
"Dikarenakan... aku mempunyai utang sama teman aku, sayang dan kalau aku tidak bisa membayar utang ku, aku harus menerima perjodohan Fadri dan anak teman aku yang berasal dari Korea." jawab Farel.
"U-utang? kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu mempunyai utang kepada teman kamu, sayang? kalau kamu bilang ke aku, kamu mempunyai utang, aku akan bayar utang kamu ke temanmu itu."
"Aku memang sengaja tidak bilang ke kamu karena aku tidak mau merepotkan kamu dan aku tidak mau dipandang rendah oleh orang tua kamu, kamu ingatkan dulu saat aku mau ngelamar kamu menjadi istriku, orang tua kamu baru menyetujui saat aku udah punya banyak uang dan rumah mewah."
__ADS_1
"Iya, aku ingat tetapi setidaknya kamu bilang ke aku kalau kamu mempunyai utang biar aku bisa membayar utang kamu itu dan supaya Fadri tidak memaksa dirinya untuk menerima perjodohan ini."
"Kan udah aku bilang, aku tidak mau merepotkan kamu untuk bisa membayar utang aku, utang aku itu tanggung jawab aku untuk membayarnya."
"Walaupun utang itu harus kamu tanggung tetapi setidaknya aku bisa membantu kamu untuk membayar utang kamu itu dan juga apa gunanya kita menikah kalau kita tidak bisa saling melengkapi? kita kan sudah berjanji dalam pernikahan kita kalau kita akan saling melengkapi sebagai seorang pasangan." ucap Driana yang sangat ingin membantu Farel untuk membayar utangnya tersebut.
"Tapi sayang.. aku sama sekali tidak mau merepotkan kamu dan aku tidak mau dinilai cowok yang tidak punya harga diri oleh orang tuamu hanya karena aku tidak bisa membayar utang ke temanku dan meminjam uangmu untuk bisa melunasi utang ku itu."
"Sekarang aku tanya, utang kamu ke temanmu itu berapa?." tanya Driana tentang jumlah utang suaminya, Farel.
"Aku mempunyai utang sebanyak 400 juta." jawab Farel.
"Hah??!! utang kamu sebanyak itu?! dan kenapa kamu harus berutang sama teman kamu, sayang?." tanya Driana.
"Kamu tidak perlu tahu, sayang." jawab Farel.
"Kenapa aku tidak boleh tahu alasan kamu berutang sama temanmu? apa kamu lagi menyembunyikan sesuatu kepada aku?." tanya Driana yang curiga kepada Farel yang sedang menyembunyikan sesuatu kepadanya.
"Sayang, jawab pertanyaan aku!!." ucap Driana.
Keadaan Tio yang terus mencari Tisana dan beberapa kali dirinya bertemu dengan perempuan yang sangat mirip Tisana, tetapi perempuan tersebut sudah pergi duluan sebelum Tio mengetahui kalau perempuan itu Tisana atau bukan.
"Kamu di mana Tisana? gua udah cari Tisana kemanapun tetapi dirinya tidak ada, sial! dia tidak tahu kalau gua mengkhawatirkannya, eh sebentar."
Tio melihat perempuan yang sekilas mirip Tisana dan ia berhasil menghentikan perempuan tersebut. Saat dirinya menghentikan perempuan tersebut untuk pergi, ternyata perempuan itu benar adanya Tisana yang dirinya cari.
"Tisana, itu kamu kan? bukan orang lain."
__ADS_1
Tisana mencoba melepaskan tangannya yang sedang digenggam oleh Tio, akan tetapi Tio menggenggam tangannya dengan sangat keras seperti halnya orang yang sudah lama tidak bertemu dengan sangat lama.
"Aku sangat merindukanmu sampai membuat diriku ini memimpikan mu dengan cukup lama dan memikirkan dirimu setiap saat ku berada. Aku sungguh sangat merindukanmu pacarku, Tisana,"
Tisana yang mendengarkan ucapan Tio yang sangat merindukan dirinya, di dalam hati dirinya sangat bahagia akan perasaan rindu Tio kepadanya. Akan tetapi dirinya harus pergi sejauh-jauhnya dari orang terdekatnya.
Tisana berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman Tio dan tanpa aba-aba pun dirinya langsung dipeluk dengan kehangatan dalam perasaan rindu Tio terhadap dirinya.
"Jangan membuatku tambah merindukanmu, sudah cukup aku merindukanmu dalam 2 bulan, Sana, cintaku kepadamu memang egois tetapi aku tidak bisa menghilangkan rasa rinduku padamu."
Semakin lama perasaan Tisana, semakin terguncang oleh rasa rindu dirinya kepada sang kekasih dan dibalik rasa rindu Tisana kepada sang kekasihnya, ia juga merasa jengkel terhadap perbuatan Tio yang tiba-tiba memeluk dirinya. Dirinya langsung melepas pelukan Tio dan Tisana menampar wajah Tio yang tanpa sengaja memeluk dirinya dengan perasaan rindu.
Plak!
.
•
.
Bersambung~
……………
Jangan lupa untuk like, favorit, vote dan giftnya karena dukungan kalian sangat berarti untuk diriku.
Sampai sini dulu ya episode novel ini dan terima kasih yang masih setia untuk membaca novel ini. Novel "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" update setiap hari Senin dan Rabu, apabila hari Sabtu, novel ini udah up berarti authornya lagi banyak ide.
__ADS_1
Dan silahkan untuk kalian para readers untuk memberi saran terhadap novel ini, apabila kalian mempunyai saran. Saya sangat berterima kasih kepada kalian yang selalu mendukung author, jangan bosan untuk membaca novel ini ataupun mendukung author.
Terima kasih yang sudah dukung author dan membaca novel ini.